Ga kerasa ramadhan udah di depan mata aja nih broh. Alhamdulillaaah..

Tentunya tiap orang pasti dah punya rencana masing-masing buat mengisi hari-demi-hari di bulan Ramadhan 1436 H ini. Ada yang sibuk nyalain petasan dar der dor, bersiap khattamin Al-Qur’an, atau yang paling seru : Buka puasa bareng keluarga.

Sayangnya gue ga cukup beruntung, bisa menikmati kemeriahan buka puasa bareng-bareng sama keluarga. Sebagai anak rantau yang terdampar di kota metropolitan, buka puasa bareng keluarga adalah hal terlangka yang bisa gue rasain.
Tapi itu ga bikin gue sedih broh. Karena buat gue, bulan ramadhan itu harus meriah, harus seru, harus rame. Akhirnya, gue pun mulai mencoba untuk travelling, keliling masjid-masjid keren yang ada di Jakarta. Hasilnya mantap, banyak banget pengalaman seru yang gue alamin. Pengalaman shalat maghrib dan tarawih di berbagai masjid selama ramadhan adalah salah satu hal terbaik yang bisa gue rasain. Kemanapun dan di masjid manapun, gue selalu diterima dengan baik broh 🙂
Terlebih lagi, Jakarta punya puluhan masjid dengan sejuta cerita. Dan ramadhan, adalah waktu yang paling tepat untuk bisa pedekate sama masjid-masjid tersebut, biar kita semakin mesra dan terbiasa dekat dengan masjid broh. Mangkanya, sekali-kali kalian cobain deh keliling-keliling masjid broh.. nih gue kasih listnya broh :
1.Masjid Istiqlal, Termegah Se-Asia Tenggara
Masjid Istiqlal merupakan masjid negara Indonesia, yaitu masjid yang mewakili umat muslim Indonesia.
Karena menyandang status terhormat ini maka masjid ini harus dapat
menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sekaligus menggambarkan semangat
perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Manganya masjid ini dinamakan “Istiqlal” yang dalam bahasa Arab berarti “Merdeka”.
Masjid yang pembuatannya selesai pada tahun 1978 ini mampu menampung jumlah jama’ah total sebanyak 200ribu orang broh. Dan setiap hari selama bulan ramadhan, pengelola masjid istiqlal senantiasa menyediakan menu buka bagi warga jakarta yang tidak sempat berbuka di rumah. Penuh banget broh, dari ujung ke ujung deh 😀
Tiap buka puasa, istiqlal selalu rame broh. Dari ujung ke ujung penuhhh..
Satu hal yang unik yang perlu kita tau tentang istiqlal adalah, masjid ini ternyata ngga didesain orang muslim broh!! Yup, adalah Fredrerich Silaban, seorang arsitek beragama kristen protestan yang mampu memenangkan sayembara desain masjid istiqlal ini. Selain itu, lokasi masjid yang berada tepat di samping katedral membuatnya menjadi salah satu simbol toleransi umat beragama di dunia brohh.. Keren kan. Muehehehe 

2. Masjid Sunda Kelapa, Paling Modern di Jakarta
Masjid Sunda Kelapa dibangun atas prakarsa Ir. Gustaf Abbas sekitar tahun 1960-an, desain interior dan eksterior masjid ini penuh dengan simbol-simbol fleksibel dengan simbol Timur Tengah yang kerap menjadi harga mati untuk arsitektur masjid. Adalah Abbas, arsitek lulusan ITB yang sukses menyelesaikan arsitektur masjid ini.Gak kaya masjid
kebanyakan, Masjid Agung Sunda Kelapa ini ga punya kubah, bedug,
bintang-bulan, dan sederet simbol yang biasa terdapat dalam sebuah masjid.
Menaranya juga unik banget broh. Bentuk bangunannya mirip perahu,
sebagai simbol pelabuhan Sunda Kelapa tempat saudagar muslim berdagang
dan menyebarkan syariat Islam di masa lalu.

Masjid ini total, modern abis brohh
Hal yang keren dari masjid ini adalah, teknologinya yang modern banget brohh. Misalnya nih, buat kalian yang ga bisa liat khatib secara langsung, disini disediain CCTV yang terhubung langsung dengan dua buah projector berukuran besar. Selain itu, setelah shalat.. doa doa yang dibacain imam juga bisa kalian baca langsung via monitor ini, lengkap dengan terjemahannya. Keren kan..

 

3. Masjid Cut Meutia, Dulunya Kantor Belanda
Kalo diliat sepintas, masjid ini sama sekali ga punya arsitektur ke-arab-araban ala masjid-masjid pada umumnya. Andaikata plang ‘Masjid Cut Meutia‘ di depan masjid ini dicabut, mungkin ga ada seorang pun yang sadar bahwa bangunan ini ternyata adalah sebuah masjid broh.
Wajar aja, soalnya masjid ini dulunya memang adalah sebuah bangunan kantor biro arsitek N.V. Bouwploeg, Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879 – 1955) yang membangun wilayah Gondangdia di Menteng. Sebelum difungsikan sebagai masjid sebagaimana sekarang, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda dan kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang (1942 – 1945).
Gedung N.V. Bouwploeg, sebelum diubahfungsi
Nah, setelah Indonesia merdeka, gedung ini sempet dipake sebagai kantor Urusan Perumahan, hingga Kantor Urusan Agama (1964 – 1970) Dan baru pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.
4. Masjid Baitul Ihsan, Megah dan Nyaman
Masjid Baitul Ihsan atau biasa dikenal dengan sebutan Masjid BI terletak di komplek perkantoran Bank Indonesia, Thamrin Jakarta Pusat. Namun, biar begitu masjid ini boleh didatangi kaum
muslimin dari mana saja dan kapan saja, tidak hanya pegawai BI tetapi
juga masyarakat sekitar kantor BI dan masyarakat muslim pada umumnya.
Masjid ini terdiri dari tiga lantai, yaitu :

  • Lantai Basement; dipergunakan untuk kantor pengurus masjid,perpustakaan, ruang simpan dan dan ruang sholat dengan kapasitas 400 jamaah, dengan

    luas keseluruhan 1080 m2.

  • Lantai Dasar; sebagai lantai utama masjid untukruang sholat, seluas 1087 m2 yang dapat menampung 1.040 jamaahh.
  • LantaiMezanine; dipergunakan ruang sholat, seluas 596 m2 yang dapat menampung 545

    m2.

 

Mesjid BI ini arsitekturnya ajib banget broh, walaupun ukurannya kalah besar dibandingkan dengan Istiqlal, tapi desainnya total megah abis. Selain itu tersedianya Air Conditioner membuat kalian pasti makin betah deh buat rutin beribadah di mesjid ini. Yuk lah, mampir kesini brohh..

 

5. Masjid At-Tin, Peninggalan Anak Cucu Soeharto

Masjid At-Tin adalah satu di antara dua masjid megah di kawasan Dibangun pada April 1997, Masjid ini mampu menampung sekitar 9.000 orang di dalam masjid dan 1.850 orang di selasar tertutup
dan plaza. Nama At-Tin diambil dari nama surah ke-95 dalam Al-Quran. At-Tin jika diterjemahkan berarti sejenis buah yang sangat manis, lezat, dan
penuh gizi. Buah ini dipercayai mempunyai manfaat yang banyak, baik
sebelum matang maupun sesudahnya. Selain diinspirasi dari surah Al-Qur‘an, pemberian nama At-Tin
sebenarnya juga merupakan upaya untuk mengenang jasa-jasa istri mantan
Presiden Soeharto yang bernama Ibu Tien.

Arsitektur Masjid At-Tin mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri,
baik dari segi arsitektur bangunan, hiasan ornamen, maupun desain dalam
dan luar ruangannya. Gaya arsitektur masjid ini berusaha menonjolkan lekukan bentuk anak
panah pada dinding di hampir semua sudut dan ornamen yang menghiasinya.
Lekukan anak panah ini terlihat secara jelas pada bagian muka masjid
dari arah pintu masuk. Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung ke
masjid ini akan dapat melihat dengan leluasa lekukan-lekukan panah yang
ditampilkan, sebelum memasuki ruang dalam masjid.

 

Megahnyaaaa..

Berbeda dengan masjid pada umumnya, penggunaan ornamen kaligrafi dalam
masjid ini sangat minim. Ornamen kaligrafi hanya nampak pada dinding
bagian atas ruang salat utama (lantai satu) dan sepanjang dinding pada
lekukan anak panah di area mihrab dan mimbar. Dengan menggunakan cat
warna hijau muda, tampak tulisan ayat-ayat Al-Qur‘an mengitari dinding
ruang salat utama yang juga bisa dilihat dari arah mezanin.

 

6. Masjid Dian Al-Mahri, Kubahnya Terbuat Dari Emas

Masjid Dian Al Mahri atau yang biasa disebut Masjid Kubah Emas adalah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok. Selain jadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi kawasan wisata keluarga
karena kubah yang dibuat
dari emas. Total ada 5 kubah dalam masjid ini. Satu kubah utama dan 4 kubah
kecil. Uniknya, bentuk kubah utama tersbut menyerupai bentuk kubah Taj Mahal. Selain itu di dalam
masjid ini terdapat lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pengusaha asal Banten, yang telah membeli tanah ini sejak tahun 1996. Dimulai sejak tahun 2001 dan proses pembangunan mesjid ini selesai sekitar akhir tahun 2006 dan dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006.
Dengan luas kawasan 50 hektare,
bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau
sekitar 8000 meter persegi. Masjid ini sendiri dapat menampung sekitar
kurang lebih 20.000 jemaah. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid termegah di Asia Tenggara.
7. Masjid At-Tawun, Adem & Khusyuk-able
Mesjid At- Tawun yang berada di daerah Puncak Cisarua, Bogor ini menawarkan nuansa religius yang berbeda. Hal ini dikarenakan udara pegunungan yang segar juga ditambah dengan pemandangan
puncak yang indah. Mangkanya ga tau kenapa, beribadah shalat di mesjid ini entah kenapa lebih khusyuk broh. Suasananya adem adem segerr gituh..
Oya, ada salah satu rahasia tersembunyi di mesjid at-tawun ini. Kalau kalian jalan sedikit ke belakang, kalian bisa ngeliat ada sebuah air terjun kecil yang indah dan pas banget buat dijadiin spot narsis, hehehe. Suara deburan air yang berpadu dengan suhu udara yang dingin, dijamin bikin hati kalian ademm banget kek embun pagi broh. Mangkanya.. yo lah mampir ke At-Tawun