Hari ini tanggal 29 Maret 2015 ini, gue berkesempatan untuk mendokumentasikan salah satu acara sosial yang menurut gue cukup asik dan keren. Adalah Mandaya Nusantara, komunitas yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan yang kali ini mengadakan sebuah acara bertajuk “Aku Cinta Fauna”. Acara ini diwujudkan untuk lebih mengenalkan anak-anak agar mereka dapat mengerti tentang alam baik itu flora maupun fauna.

Seperti yang gue bahas di posting sebelumnya, kebun binatang yang menyandang gelar sebagai kebun binatang termurah se-asia ini adalah tempat yang sangat tepat untuk memperkenalkan fauna khususnya mereka yang sudah terancam punah. Dan ini tentunya penting banget, supaya mereka bisa mengerti tentang sejumlah fauna mulai dari dimana habitatnya, cara berkembang biak hingga status kepunahannya.

Komunitas Mandaya yang berdomisili di Jakarta dan Bekasi ini tentunya sangat serius dalam mewujudkan acara sosial ini. Terbukti, sekitar +80 anak didik ikut serta dalam acara ini. Anak didik ini beberapa diantaranya berlatar belakang anak jalanan seperti pemulung, anak tukang ngamen, dan mereka yang mencari nafkah dijalanan lainnya. Wow, syuper sekali..

Oke. Skip skip dulu intronya..

 

Back to review.. Dengan jumlah relawan sebanyak +40 orang (ga termasuk gue ye, gue mah kang potret doang), untuk mengatur sekitar 80an anak didik yang berasal dari berbagai usia dan latar belakang tentunya menjadi sebuah tugas yang cukup berat. Belon apa-apa anaknya udah mencar, ngabur kesana kemari. Tapi untunglah, keseluruhan panitia dan relawan bekerja dengan cukup kompak. Jadi semuanya aman terkendali deh..

 

Ka may seneng benerrr kaya nya bisa maenin HT. hehehe

 

Mulai dari pagi sampe sekitar pukul 11.00, keseluruhan anak didik diajak berkeliling melihat fauna-fauna yang ada di kebun binatang ragunan ini. Anak-anak tentunya begitu antusias, bisa ngeliat secara langsung sejumlah fauna yang belom pernah mereka lihat sebelumnya.

 

Assek.. gayanya pada kece dah ye ni anak didik.

 

Salah satu yang sempet gue tanya-tanya adalah Gebi, anak didik satu ini ngerasa seneng banget bisa keliling disini. “Iya kak, seru banget tadi aku liat gajah, harimau, singa, ikan, musang, banyak deh.. pokonya”. Hmm.. coba gue interview dan ni anak. “Kalo hewan yang kerennya apa coba menurut kamu?”. Dijawab deh ama dia, “Yang paling keren gajah ka, soalnya dia bisa mandi sendiri”.

 

Eh, emang gajah bisa mandi sendiri ye? kalah tu anak kosan -_-

 

“Iya kakak.. dia kan mandinya disemprotin pake belalainya..”. Nah, baru nyadar dah tu gue. Ternyata ni bocah lebih ilmiah daripada daripada yang gue kira. hahaha.

Puas berjalan menikmati koleksi fauna, semua relawan dan anak didik kembali ke pendopo. Semuanya beristirahat dulu selama satu jam untuk makan lalu shalat dzuhur.
Setelah itu, acara kembali dilanjutkan. Kali ini sejumlah games telah disiapkan untuk menghibur anak didik. Games ini diantaranya adalah adu yel-yel antar kelompok, melanjutkan ayat serta hafalan surat Al-Qur’an. Anak didik tentunya semakin bersemangat mengikuti games ini.

 

Pecahhhhh brohh.. rame bangettt…

 

Dibantu oleh relawan yang ketjeh jetjeh, sejumlah yel-yel keren diadu tiap kelompok satu persatu. Ada yang keren, lucu, tapi ada yang absurd juga. Salah satunya adalah yel-yelnya kelompok 9. Kelompok yang dipimpin sama bang nugie ini sukses bikin anak-anak ngakak sekenceng kencengnya. Mengambil nada lagunya Sherina, “Dia pikirrr… dia yang paling hebat…”. Eh, tu anak lupa kelanjutan yel-yelnya apaan. Alhasil mereka pun harus pasrah disuruh turun sama kelompok lain yang kejam-kejam ini. *hiks sedih.

 

Oya, pada penasaran ga sama foto-foto dokumentasinya? nih gue upload nih..

 

 

 

 

 

Setelah seluruh games selesai.. ga ketinggalan juga hadir sesosok motivator yang kece, Mas Angga dari Republiksosial.com. Motivator yang satu ini sukses mengobrak-abrik sisi emosional para anak didik serta relawan. Terbukti deh, pada awalnnya dia ngasih sejumlah cerita yang bermakna dengan sisipan humor yang konyol. Ehh.. begitu mendekati akhir, dia ngasih sejumlah renungan tentang orang tua, yang dengan sebegitu suksesnya bikin semua jadi berlinangan air mata. Ajibb..

 

I’m so… sad…

Salah satu yang gue kagumi dari sosok mas Angga ini adalah, ternyata doi berasal dari Kuningan. Kampung yang sama dengan tempat gue berasal. Wihh, keren kan. Kesannya orang kuningan tuh pada sukses gimaa gitu.. #Muehehehe

Sumpah, total pecaahhh banget nih mas angga..

Ga kerasa, waktu udah nunjukin pukul 4 lebih sekian menit. Pertanda acara telah memasuki penghujung dan gue harus mengakhiri artikel review singkat ini. Sebelum pulang, keseluruhan relawan ngumpul dulu buat sesi foto bersama. Tapi sayangnya dikarenakan batre kamera gue udah mendekati titik sakaratul maut, gue ga bisa ngikut mengabadikan momen spesial itu deh. Yah.. disitulah kadang saya merasa sedih..

Okey, sebelum menutup artikel ini, gue mau ngutip sebuah salam dari salah seorang relawan, Mas Arjun Rivai. Doi bilang, “Jangan pernah sisihkan mereka dari jalanan atau kerumunan. Karena disitulah dimana kita bisa mengukur tingkat sosial kita atau karakteristik kita yang dilihat oleh orang”. Anak jalanan mungkin hampir sebelas dua belas sama anak kos. sama sama terpinggirkan. Tapi dibalik itu semua, mereka adalah salah satu penerus generasi bangsa. Jadi perlakukanlah mereka sebaik-baiknya karena ditangan merekalah bangsa ini kelak akan melangkah.

 

Bonus.. kumpulan aib. #hahaha #ketawajahat