Seiring dengan berkembangnya teknologi, sepertinya berbagai macam aspek dalam kehidupan kita makin dimudahkan. Banyak hal yang tadinya menyita cukup banyak langkah dan tenaga, kini bisa diakses lebih mudah kapanpun dan dimanapun. Berlomba-lombanya perusahaan internet untuk menciptakan solusi kehidupan nampaknya telah banyak kemudahan bagi kita menjalani keseharian.

Semisal Spotify yang kini bikin kita leluasa dengerin musik apapun yang kita pengenin. Ada Netflix yang bikin kita bebas milih film layar lebar apapun. Udemy, Ruangguru, dan Youtube yang memudahkan kita mencari materi pembelajaran. Dan masih ada banyak layanan internet lainnya untuk disebutkan.

Akan tetapi, segala kemudahan ini tentu tidak kita dapatkan cuma-cuma. Well, karena memang ga ada namanya makan siang gratis, sobatku. Perusahaan-perusahaan kapitalis tersebut bukan yayasan yang niatnya sedekah. Mereka ada untuk mengejar cuan, cuan dan cuan. Yang artinya, kita sebagai user harus mempersiapkan budget untuk membayar segala kemudahan itu.



Layanan-layanan tersebut biasanya meminta biaya subscription alias berlangganan. Tarifnya bervariasi, mulai dari 50 ribuan hingga ratusan ribu per bulan. Dan kalau dihitung-hitung secara akumulasi, pengeluaran untuk layanan itu ya lumayan juga. 🙁 – Untuk saya yang pendapatannya bisa dibilang ‘lumayan aman’, mungkin sudah bisa tutup mata. Tapi buat yang tiap bulannya masih megap-megap, mungkin bakalan kerasa banget.

Maka dari itu, saya tiba-tiba kepikiran untuk ngasih tau beberapa solusi untuk menikmati layanan-layanan itu dengan budget yang lebih murah, atau bahkan tidak sama sekali ~ Tapi ga resmi alias ilegal, wkwkwk.

“Loh, jadi kamu ini dukung pembajakan dong namanya?”

Hmm, ya engga juga. Justru dengan membagi beberapa jalur al-haramu ini, saya berharap orang-orang bisa lebih ngeuh kalo pembajakan di negeri ini masih guaaaampang banget. Jadi suatu saat nanti, kalau saya balik membuka postingan ini, saya harap keseluruhan solusi yang saya tawarkan ini udah hilang dan teratasi. Disaat yang sama, perekonomian kita juga membaik biar ga ada lagi orang yang cari bajakan-bajakan lagi. *Uhuk

Okey, langsung aja ya. Inilah beberapa list jalur al-haramu untuk kalian yang ingin menghemat pengeluaran digital :

 



 

1.  Pengen Nonton Film Layar Lebar? Let’s Stream on FilmApik

Pembajakan film memang masalah pelik yang tak pernah selesai di negeri ini ya. Mati satu, gantinya beribu-ribu. Meski di awal tahun 2020 kemarin salah satu penyedia streaming ilegal, IndoXXI menutup layanan, tapi sampai sekarang masih banyak opsi lain yang bisa kita cari di mbah gugel.

Diantara beberapa website streaming yang menjamur, salah satu yang paling lengkap dan mudah diakses adalah FilmApik. Disini hampir semua film favorit bisa di-stream dengan mudah, dan dengan speed yang kencang karena sebagian besar filmnya disimpan di server google. Mengejutkannya, koleksi film-film series yang eksklusif di platform tertentu seperti Netflix, bisa juga ditemukan dengan episode yang cukup lengkap. Wew!

Meski domainnya sudah resmi di-banned, nyatanya kita masih bisa akses lewat ip address http://103.194.171.18/
(Kira-kira, bertahan sampe kapan ini link nya ya? We’ll see…)

Kekurangan : Streaming HD kadang gambarnya burik, sering ada popup iklan menjurus porno.

 

2. Mau Nonton Liga Inggris tapi Gada Budget? Stream Twitter aja.

Makin kesini, nonton bola liga luar emang makin susah aja euy. Semenjak lisensi hak siar dipegang olah broadcaster non-TV nasional, rata-rata siaran bola hanya bisa disaksikan via media streaming. Dan tentu saja, biaya berlangganan untuk aplikasi streaming seperti Mola TV, Vidio dan lain-lain ini agak lumayan juga.

Ssst… buat kalian yang doyan link al-haramu, ternyata ada opsi lain lho untuk nonton bola berkualitas HD dengan gretongan. Caranya adalah, dengan nonton di twitter, hehehe. Yups, jadi ketika laga tim kesayangan kalian udah mulai nih, misalnya anggep lah Chelsea VS Liverpool gitu ya. Langsung aja buka twitter lalu ketikkan kata kunci, “Chelsea VS Liverpool Live Stream”.

Kalau udah ketemu live steamnya, langsung aja deh kalian standby buat nonton. Ini untung-untungan sih ya, kalo beruntung kalian bisa dapet streaming yang lancar dengan komentator bahasa inggris. Tapi kalo lagi apes, kalian ga cuma kena buffering, tapi juga dapet komentator bahasa arab, wkwkwk. Nonton bola berasa ngaji dah.

Kekurangan : Sering buffering bahkan lost connection, kadang dapet komentator bahasa arab.

 


 

3. Cari Software? Kalian Perlu Kenalan sama Bagas31 !

Ga bisa dipungkiri, hampir sebagian user desktop di Indonesia sudah ga aneh sama yang namanya software bajakan. Mulai dari office, tools, gaming hingga software editing yang non-original sudah buanyaak banget beredar di pasaran Indonesia. Malah, kadang kita suka heran kalo ketemu sama orang yang pake software original. Lho kok kebalik ya?

Dan salah satu tujuan yang lumayan banyak dicari orang ketika mencari software, adalah website-nya mas Bagas31. Disini kita bisa nemuin berbagai software premium lengkap dengan jamu alias crack nya. Dan ga cuma aplikasi windows, terkadang kita juga bisa nemuin aplikasi-aplikasi smartphone disini.

Selain mas Bagas31, ada juga banyak saudara seperjuangan yang bisa kita cek seperti Kuyhaa-me.com, Gigapurbalingga.net, Yashir252.com, ipeenk.com, Siberuang.com, Ibrasoftware.com dan lain-lain.

Kekurangan : Banyak Popup Iklan, Link Download Penuh Tipu Muslihat, Resiko Kena Virus.

 

 

4. Joox atau Spotify? Hmm.. Let’s Back to MP3

Well, bisa dibilang sekarang download MP3 memang udah ga semudah yang dulu. Dulu, penyedia mp3 bajakan masih lumayan berjaya dan jadi salah satu jalur viral permusikan di Indonesia (Kalian masih inget sama Stafaband kah?). Sekarang, download musik jadi ga semudah dulu karena sebagian besar website penyedia sudah diberantas kominfo.

So, solusinya gimana? Ada salah satu opsi yang bisa dicoba, yakni meng-konversi video Youtube menjadi MP3 dengan layanan download pihak ketiga. Ada banyak opsi kok, tapi saya coba ambil satu contoh misalnya www.ytmp3.cc/en20/ 

Disini, tinggal copas aja URL video youtube yang ingin diubah ke MP3, lalu kemudian klik convert. Hanya dalam hitungan detik, lagu yang kalian inginkan sudah tersedia untuk didengar.

Kekurangan : agak ribet musti copas-copas link youtube.

 



 

5. Nyari konten pembelajaran? Atau Segalanya. Buka Torrent aja dah.

Ada yang tau torrent? Torrent adalah proses berbagi file peer-to-peer (P2P) paling populer, dan memerlukan perangkat lunak pengelolaan torrent untuk terhubung ke jaringan BitTorrent. Perangkat lunak semacam itu dapat diunduh secara gratis untuk sejumlah perangkat berbeda. Setiap orang yang mengunduh atau mengunggah file yang sama disebut rekan, dan secara kolektif mereka dikenal sebagai segerombolan.

Nah, diantara berbagai portal di Internet, bisa dibilang portal Torrent adalah tempat paling lengkap buat nyari hampir apapun yang kamu mau. Mulai dari konten pembelajaran (tuts), musik dan video klip, film, hingga aplikasi apapun. Kamu tinggal download torrent client macem uTorrent atau Bittorent untuk men-download. Setelah aplikasi itu terpasang, kamu tinggal cari portal torrent untuk mendapatkan berbagai hal yang kamu mau.

Meski begitu, mencari portal torrent sepertinya ngga segampang dulu sih. Karena beberapa tahun terakhir, para pendiri situs portal torrent ini udah banyak yang ditangkep sama FBI, jadi akhirnya layanannya pun tutup alias mati total.

Kalo kalian mau coba cari alternatif cari per-torrent-an, bisa coba cari DISINI ya.

Kekurangan : Kenceng nggaknya download tergantung dari jumlah seeder yang ikut andil. Kalo seedernya dikit, ya downloadnya ga kelar-kelar.

 

 


 

 

Yap, demikian adalah beberapa jalur al-haramu untuk kalian yang pengen menghemat pengeluaran untuk media digital. Ada yang udah pernah coba? Atau malah udah keseringan dan ketagihan?

Well, saya pribadi sih ga begitu menyarankan ya. Karena ya sebisa mungkin kita dukung para kreator lokal, para pengembang dan semua yang sudah berkecimpung untuk memberikan pelayanan digital terbaik buat kita. Dengan apa? Ya cukup dengan membayar untuk sebuah layanan legal, hehehe.

Bekasi, 22 September 2021
Ditulis sambil duduk di emperan rumah dan ‘ngemil’ nasgor.