Setelah sekian lama tidak bersua ke kantor Tokopedia, akhirnya hari Selasa, 07 Agustus kemarin saya datang berkunjung kembali. Berawal dari sebuah notifikasi tentang Tokopedia Live Class di Seller Info Tokopedia, Saya pun segera mengisi form pendaftaran dan mengkonfirmasi kehadiran untuk acara yang dilangsungkan di Tokopedia Tower tersebut.

Eh bentar deh, Tokopedia Live Class itu apaan yak by the way?

Ehhm.. Jadi begini, Tokopedia Live Class itu adalah sebuah kelas online yang diadakan oleh Tokopedia, dimana biasanya membahas tips-tips jualan serta edukasi untuk para seller di Tokopedia. Acara ini disiarkan secara langsung di Youtube dan Instagram @Tokopediaseller. Biasanya seller-seller di daerah Jabodetabek akan mendapatkan undangan untuk ikut, dan tentunya salah satunya adalah Saya. Adapun yang jadi pemateri kali ini adalah kak Ryan Mico dari TopAds Business Development yang akan membahas tentang TopAds dalam persiapan menyambut ulang tahun Tokopedia.

Well, sejujurnya ini bukan kali pertama saya mengikuti materi training tentang TopAds. Sudah beberapa kali, atau mungkin bisa dibilang sudah cukup sering. Dibilang jago sih engga, tapi yaah.. lumayan mengerti lah saya soal cara kerja, teknis dan strategi menggunakan TopAds.

Tapi judul notifikasi yang menuliskan “Penjualan Fenomenal di Moment Spesial Tokopedia Ulang Tahun”, membuat saya tertarik untuk datang. Pikir saya, mungkin saja nanti akan ada bocoran / insight mengenai promo-promo apa saja yang akan ada di momen ulang Tokopedia. Ya, mungkin saja.

Selain itu, Doorprize Smartphone Oppo F7 yang disiapkan juga tentunya membuat saya lebih tertarik. Lumayan lah ya, kalo misalnya dapet, bakalan saya kasih ke Bapak saya. Biar selfie-nya makin bening, hihihi

Daaan.. seperti biasa, perjalanan ke Tokopedia Tower saya tempuh dengan menunggangi motor Kawasaki Athlete kesayangan Saya. Maklum saja, lokasi Tokopedia Tower yang berada di daerah super macet Kuningan Setiabudi membuat saya pikir-pikir lagi untuk naik akomodasi selain sepeda motor. Pernah beberapa kali ditawari voucher Grab-Car pun, langsung saya tolak. Sudahlah, biar capek sedikit tapi sampainya jauh lebih cepat…

Oya, sebenarnya baru acara dimulai pukul 7 malam. Tapi saya sudah berangkat sedari jam 3 sore. Bukan untuk langsung menuju ke Tokopedia Tower, tapi untuk mengunjungi salah satu customer (atau lebih tepatnya mantan customer) saya yang berada di dekat Epicentrum. Kedatangan saya kali ini bukan untuk menawarkan barang, melainkan untuk menagih pembayaran yang sudah berlarut-larut ditunda oleh resto tersebut.

Resto Harlow – yang brengsek itu – sudah menunggak pembayaran selama 5 bulan lamanya. Sungguh mengherankan ketika Stella, dari bagian finance resto harlow menyampaikan kepada Saya dengan entengnya, “Kami usahakan bulan ini ada pembayaran mas. Saya juga ga pengen nahan pembayaran lama-lama kok”. What the hell.. Emangnya Ibu kira 5 bulan itu bentar? Lah finance ngapa yak..

Untung saat itu mood aya ga buruk-buruk amat. Jika saja emosyonel saya lagi error, bisa-bisa tumpukan wine disana sudah saya banting satu per satu.

Tapi ya sudahlah, ketimbang mengumpulkan aura negatif secara berlebihan, lebih baik saya lanjut ke tujuan utama : Tokopedia Tower. Setelah istirahat sejenak di Indomaret untuk menyeruput kopi instan, perjalanan dengan sepeda motor pun kembali saya lanjutkan. Dan tentunya tak butuh waktu lama, hanya berselang 10 menit kemudian saya sudah tiba di lantai Lobby Tokopedia Tower.

Sejatinya, acara Live Class sebenarnya dilaksanakan di area TechaBreak lantai 51, tapi sayangnya saya datang terlalu cepat. Jam dinding menunjukkan pukul 16.30 yang artinya, acara baru dimulai sekitar dua setengah jam lagi. Beruntung, Kak Chikal, sang city coordinator kota bekasi, mengajak saya untuk mampir ke kantornya di lantai 47 dulu. Okelah, saya langsung melipir…

Buat kalian yang masih bingung, jadi begini….

Tokopedia Tower itu terdiri dari kurang lebih 50an lantai, dimana 10 lantai teratas digunakan untuk operasional Tokopedia. Lantai 51 merupakan area bebas, dimana biasanya digunakan untuk event-event maupun acara training untuk karyawan-karyawan baru. Sementara itu lantai 47, merupakan salah satu lantai dimana Kak Chikal dan seluruh anggota divisi Community Development bekerja.

Jika lantai 51 itu bebas, lantai 47 justru agak ‘terbatas’. Kita ga diperkenankan untuk mengeluarkan kamera, apalagi mendokumentasikan hal-hal yang berhubungan dengan kerjaan. Jadi, yowislah, kamera DSLR yang saya simpan di dalam tas pun urung saya keluarkan.

Singkat cerita, setelah menghabiskan waktu sejenak beristirahat bersama teman-teman comdev, saya pun naik lift ke lokasi acara di Techabreak, lantai 51. Kursi-kursi nampaknya sudah tersusun rapi, dan sejumlah crew kamera terlihat sedang sibuk mempersiapkan ‘peralatan tempur’nya masin-masing. Acara ini akan disiarkan di Instagram dan Youtube secara bersamaan, jadi sepertinya ada lebih dari 2 crew kamera yang standby disini. Sebelum masuk, Saya diminta mengisi absensi terlebih dahulu. Dan setelah mengisi absensi, saya mendapatkan 1 buah woodie bag sederhana berisi 1 buah lakban, notes dan pen.

Sepertinya peserta masih banyak yang belum datang, sehingga nampak masih banyak sekali kursi yang kosong. Saya pun segera mengambil spot tempat duduk favorit saya : tempat duduk paling depan.

Oya, yang akan jadi pembawa acara kali ini adalah Kak Cici dari Community Development. Sementara untuk pematerinya, seperti yang saya jelaskan di atas, adalah Kak Mico dari Business Development. Tapi sepertinya ada yang aneh. Setelah saya perhatikan lagi, kok set kursi di depan ada tiga ya? Wah, Satunya lagi siapa tuh?

Ternyata yang jadi pemateri kali ini bukan cuma kak Mico, tapi ada juga salah satu seller asal Jakarta yang diundang. Namanya saya lupa, tapi yang saya ingat dia jualan semacam multivitamin gitu lah, yang harganya 250ribuan per pack nya. Buat saya ini agak sedikit membingungkan sih ya, karena di flyer maupun email sepertinya tak ada pemberitahuan bahwa akan ada Seller yang diundang. Ini dadakan nyari apa emang surprise yak? πŸ˜€ ehehehe.

Tak lama kemudian, setelah sejumlah testing-testing kecil, acara pun segera dimulai. Kak Cici selaku pembawa acara nampaknya sudah tak diragukan lagi kelihaiannya. Ia nampak begitu tenang, dan tidak kaku dalam memandu satu per satu rangkaian acara. Pun begitu juga Kak Mico, yang nampaknya sudah hafal dari A sampai Z mengenai TopAds. Ya iyalah, wong itu kerjaannya dia πŸ˜€

Materi hari ini hampir keseluruhannya membahas tentang TopAds. Tidak sampai di level intermediate sih, tapi lebih ke basic banget seperti TopAds itu apa, cara kerja TopAds itu gimana dan kenapa sih kita harus menggunakan TopAds. Selain itu, Kak Mico juga ingin mengubah pola pikir teman-teman semuanya. Dari yang tadinya ‘nunggu dapet penghasilan dulu, baru beli TopAds’, menjadi ‘Pake TopAds dulu biar dapet penghasilan’.

Seller yang diundang pun tidak mau kalah unjuk gigi. Setelah curi-curi promosi dengan memperkenalkan nama toko, ia pun menjelaskan pengalamannya menggunakan TopAds, dan pengaruhnya terhadap bisnis yang baru ia mulai di awal Januari. Saya sempat kaget karena dia bilang pertama kali dia jualan, dia langsung ‘menghajar’ TopAds di angka bid 1.500 rupiah per klik. WAW banget, saya aja sekarang paling cuma 200 – 300an perak per klik.

Tapi melihat produk yang dijualnya yakni multivitamin asal luar negeri (yang mana harganya sekian ratus ribu), sepertinya wajar-wajar saja dia hajar TopAds di bid segitu. Yang pasti sih, marginnya pasti ga mungkin seribu dua ribu. Hehehe

Sejujurnya, saya berharap akan ada sedikit bocoran mengenai promo-promo apa saja di ulang tahun Tokopedia nanti. Sayangnya saya harus gigit jari. Keseluruhan materi kali ini adalah TopAds, dan tidak ada sedikit pun membahas tentang ulang tahun Tokopedia. Jadi bisa dibilang, judul notifikasi itu agak clickbait ya.

Oya, diluar dugaan saya ternyata peserta acara hari ini cukup ramai juga loh ya. Kursi-kursi terisi semuanya, sampai-sampai panitia harus menyediakan kursi tambahan di dekat panggung. Beberapa orang yang datang berasal dari Bekasi dan Tangerang. Bahkan ada juga yang niat banget jauh-jauh dari Bogor untuk datang kesini. Sesekali saya pun mengintip akun instagram @Tokopediaseller yang sedang live. Nampak ada sekitar 100an orang yang sedangΒ  standby menonton. Lumayan ramai deh pokoknya πŸ˜€

Namun sayangnya, para peserta yang datang ini sepertinya harus memendam sedikit perasaan kecewa. Kalau ada satu poin merah yang harus saya garis bawahi, maka hal itu adalah Interaksi dengan Peserta yang sangat minim. Seriously, hampir tidak ada interaksi yang menyenangkan antara pemateri dengan peserta kecuali tepuk tangan di awal acara. Seluruh pertanyaan yang ditanyakan kepada Kak Mico adalah pertanyaan yang sudah dikumpulkan beberapa hari sebelumnya. Tidak ada pertanyaan yang diambil dari live chat Instagram, Youtube, serta peserta yang sudah jauh-jauh datang kesini.

Okelah, mungkin alasan untuk tidak mengumpulkan pertanyaan saat live adalah karena takut terlalu lama atau pertanyaannya melenceng dari materi. Itu masih bisa Saya terima. Tapi setelah itu, di dalam sesi off air pasca acara pun, tidak ada sesi tanya jawab apapun yang dibuka. Untuk mengajukan pertanyaan, kami hanya diberi selembar sticy notes kecil yang kemudian dikumpulkan. Itupun, cuma sedikit saja pertanyaan yang dibahas.

Yah, mungkin itu saja setitik poin merah yang perlu saya sampaikan untuk evaluasi. Diluar dari itu, acara hari ini sudah sangat mantap. Materi yang disampaikan sudah sangat jelas dan detail. Meskipun Kak Mico menyampaikannya tanpa proyektor, tapi pengalaman dan jam terbangnya membuat poin demi poin materi bisa disampaikan dengan mudah.

Tak terasa, 2 jam sudah berlalu. Acara on air dan off air pun tak terasa sudah selesai dilaksanakan. Kami semua dipersilahkan untuk berfoto bersama, lalu mengambil nasi box yang sudah disediakan. Badan saya rasanya sedikit gemetar, efek telat makan. Saya baru makan jam 12 siang sebelumnya, jadi sepertinya perut saya sudah berteriak meronta-ronta.

Niat saya sebenarnya ingin pulang cepat, tak ingin terlalu malam. Namun tanpa disengaja, saya bertemu dengan Pak Joshua, owner Rendang Uni Etty, beserta beberapa teman-teman dari TopCommunity Tangerang.

Beberapa dari mereka sepertinya mengenal saya, “Eh ini tukang ayam itu kan? Pakar Ayam?”. Segera selanjutnya kami semua pun berkumpul dan mengobrol ngalor-ngidul tanpa henti.

Dan hari itu, akhirnya saya baru tiba di rumah pukul setengah dua belas malam.. πŸ™

 

 

Bekasi, 14 Agustus 2018
Ditulis sambil mendengarkan hmm hmm nya Nissa Sabyan