Sepulang dari acara walking tour Kota Tua beberapa lalu, sesungguhnya saya ini tak memiliki rencana lanjutan apapun. Pokoknya yang ada di kepala kala itu hanyalah mengisi perut di salah satu restoran fastfood, lalu kemudian kembali pulang ke Stasiun Bekasi Timur.
Tapiiii… siapa sangka, ternyata semesta masih memberikan saya satu kejutan tambahan kala kala langkah kaki saya melewati gate Stasiun Beos a.k.a Stasiun Jakarta Kota ini.
Ya, hanya beberapa langkah setelah melakukan tap in, sayup-sayup mata saya melihat sebuah objek berwarna merah terang yang bersinar memantulkan cahaya mentari. Bukan warna merah biasa, selayaknya yang saya lihat dalam deretan kereta tua itu.
Hidung saya pun mulai mencium aroma yang sedikit berbeda. Aroma-aroma barang baru, yang nampaknya belum terlalu familiar dalam memori kepala.
Dan ketika saya memicingkan mata untuk memastikan, benar sajaaa! Ini adalah kereta terbaru seri CLI-225, Made in Indonesia!
Waaaah, akhirnyaaa… setelah sekian purnama, akhirnya saya kesampean juga nih nyobain kereta ganteng satu ini.

Kebetulan sekali, kala kaki saya mendekat ke gerbong, disaat bersamaan pula kereta ini memang sudah dipersiapkan untuk berjalan menuju ke Stasiun Manggarai. Jadi makin bahagialah saya, merasa dipertemukan semesta setelah sekian lama.
Yah beginilah hiburan rakyat jelata kelas menengah mah. Perkara ketemu kereta baru aja senengnya bukan main, hahahaha


Dari gate masuk tadi, bisa dibilang posisi saya ini berada di area buritan alias gerbong paling belakang. Sekilas, penumpang yang naik lumayan padat dan memenuhi hampir seluruh tempat duduk.
Oleh karena itu, saya pun memutuskan untuk lanjut berjalan melewati gerbong demi gerbong, hingga akhirnya sampai di deretan gerbong terdepan. Berharap tak ada orang kurang kerjaan yang melakukan hal serupa, sehingga saya kan mendapati gerbong yang relatif lebih sepi.
Daaan benar saja, semakin jauh saya berjalan. Gerombolan manusia yang menempati gerbong pun perlahan mulai berkurang. Sampai akhirnya, saya mendapati satu gerbong yang benar-benar sepi, tak ada satu orang pun di dalamnya.
Mantap betulll ini, langsung saja saya ambil foto selfie, hihihi

Sekilas Tentang Kereta CLI-225

Buat kalian yang belum tahu, beberapa bulan lalu saya sudah pernah menjajal Kereta Commuter Line Modern generasi pertama, dengan kode seri CLI-125.
Apa yang membedakan dengan yang generasi kedua ini?
Well, satu hal yang paling membedakan adalah pabrik pembuatannya. Karena berbeda dengan kereta seri CLI-125 yang diproduksi oleh CRRC Qingdao Sifang dan diimpor langsung dari China, kereta terbaru seri CLI-225 ini merupakan buah produksi dari PT. INKA yang berlokasi di Madiun.
Jadi bisa dibilang, kereta ini merupakan salah satu mahakarya anak bangsa Indonesia. Wuuuw, bangga bangetttt dah pokoknya kalo udah nyebut INKA, hehehe
Eh tapiii, emangnya kenapa sih, kok Indonesia tuh ribet banget. Pake segala impor dan produksi kereta dalam waktu yang bersamaan begini? Apa gak ruwet dah?
Nah, kalo perkara ini ceritanya lumayan panjang ya. Jadi sebelum baca paragraf berikutnya, saya sarankan kalian untuk nyeduh kopi, siapin gorengan, dan setel lagu River Flows in You by Yiruma biar lebih rileks, hahaha.
Jadi semuanya tuh bermula di Tahun 2023. Tahun dimana PT. KAI sedang menghadapi sebuah polemik yang lumayan pelik. Dimana di tahun itu, terjadi pertumbuhan pengguna KRL yang cukup signifikan. Naiknya sampai 35% dari tahun sebelumnya.
Angka yang sebenarnya cukup positif, jika dilihat di atas kertas.
Namun masalahnya, di saat bersamaan armada kereta yang ada disini itu justru sudah memasuki fase sunset, alias sudah waktunya dilakukan peremajaan. Karena yaa.. Bayangin aja, mayoritas kereta yang beroperasi disini itu merupakan seri lawas JR East dan Tokyo Metro, yang diimpor bekas dari Jepang.
Kalo dirata-rata umurnya, itu sudah mencapai kisaran 35-40 tahunan. Alias kalo di-convert ke umur manusia, itu udah mendekati usia bapak-bapak puber kedua, hahaha
Melihat fakta di lapangan seperti ini, maka PT. KAI pun nggak tinggal diam ya. Mereka langsung menyusun plan pertama, untuk kembali mengimpor kereta bekas dari Jepang, seperti yang sudah-sudah di masa lampau.
Sayangnya, rencana ini terganjal restu DPR dan aturan baru dari Kementrian Perindustrian dan Kementerian Perhubungan. Sehingga rencana ini pun gagal total.
Tak mau berdiam diri, KAI pun segera move on dan beralih menuju plan kedua. Yakni, melakukan proses retrofit pada kereta lawas.

FYI : Retrofit adalah proses memperbarui atau mengganti teknologi pada kereta lama agar jadi lebih modern tanpa harus membuat kereta baru dari nol.
Jadi tu kereta-kereta yang uzur bakal naik ke ‘meja bedah’, lalu dirombak total agar nantinya bisa layak dijalankan kembali. Dan proyek ini pun tak main-main, karena KAI menargetkan bakal ada sekitar 19 trainset yang disiapkan untuk dilakukan proses retrofit ini.
Nganu, rencananya gitu…
Tapi apa daya, setahun berselang ternyata malah kenyataan pahit yang didapat. Karena proses retrofit ini ternyata tak semudah yang direncanakan. Ada banyak faktor yang menyebabkan PT. INKA kesulitan untuk memenuhi target proses retrofit sebanyak 19 trainset itu.
Alhasil, rencananya pun jadi berubah total. Indonesia memutuskan untuk mengimpor beberapa unit kereta baru dari China, sembari melakukan produksi unit kereta baru dalam negeri. Sementara untuk retrotif tadi, dipangkas total dari 19 trainset menjadi hanya sisa 2 trainset saja.
Daaan hasil akhirnya pun mulai terlihat ya. Dimana per bulan Maret ini jalur kereta Jabodetabek sudah banyak dihiasi oleh kereta-kereta baru, kombinasi kereta buatan China serta kereta buatan Indonesia yang belum lama beroperasi.
Kalau liat desainnya, bisa dibilang KRL buatan INKA ini kiblatnya jepang banget ya. Desainnya serba mengotak, mirip seperti kereta generasi baru buatan Jepang. Nampak elegan, namun bentuk moncongnya tak radikal seperti KRL buatan China.
Tapi kira-kira dalemnya kayak gimana ya?
Kuy ah, mari kita masuk…
Impresi Pertama Kala Naik

Berhubung dalam keberangkatan pagi hari tadi saya kebagian kereta lawas, seri Tokyo Metro 6000 yang masih ada kipas anginnya. Maka begitu langkah kaki saya masuk ke gerbong CLI-225 ini, suasananya langsung berbeda drastisss sekali…
Yang utamanya saya rasakan, tentu udara di dalamnyaya. Dimana pendingin udara di gerbong ini berfungsi dengan maksimal, sehingga distribusi suhunya pun sangat merata. Nggak kayak kereta lawas, yang suka ujug-ujug dingin kalo pas kena kipas, lalu terasa gerah saat kipas menjauh, hahahaha.

Untuk desain gerbongnya sendiri, rasanya clean dan minimalis. Tetap nyaman, meskipun rasanya tak seluas gerbong di KRL buatan China. Mungkin efek dari desain body-nya yang serba mengotak ya, nggak meliuk-liuk.
Salah satu perbedaan yang cukup mencolok menurut saya, adalah keberadaan instrumen informasi di ujung gerbong. Di CLI-125 tuh ada… namun di CLI-225 ini, sayangnya belum ada ya..
Meski begitu, saya nggak begitu memperdulikannya sih. Karena bagi saya, sebuah logo INKA yang tersaji di ujung gerbong, justru terasa lebih membahagiakan.


Uhuk uhuk.. Tuh, kereta aja kita udah bisa bikin lho. Ini yang katanya mau bikin mobil, mana euy? Udah 2 jabatan kelar kok ga nongol-nongol, ups..
Hal-Hal yang Saya Sukai dari CLI-225
Ya, walaupun bentuknya tidak futuristis seperti di CLI-125, tapi ada beberapa hal yang saya senangi dan acungi jempol dari kereta ini. Diantaranya adalah :
Kursinya Empuk & Nyaman


Ya, setelah beberapa waktu terakhir ini sempat menjajal LRT Velodrome dan MRT Jakarta, saya langsung bersyukur kala melihat penampakan kursi kereta ini yang lebih proper dan nyaman. Terbungkus kain dan empuk, bukan kursi plastik macem 2 kereta yang saya sebutkan barusan.
Udah gitu, ada area kosong juga di bawah kursinya. yang bisa kita manfaatkan untuk ‘menyelipkan’ barang di bawah kaki. Nggak kayak di LRT yang bawah kakinya mentok, ketutup full.
Yah pokoknya mah, nyaman betuuuul dah ya.
Alarm Buka Tutup Pintu yang Lebih Baik

Ya, sama seperti kereta buatan China, di KRL CLI-225 ini pun sudah mengadopsi berbagai sistem keamanan buka tutup pintu yang mutakhir. Salah satunya, adalah suara warning yang dibunyikan kala pintu akan dibuka dan ditutup.
Tapi entah kenapa, saya lebih suka sama suara warning yang ada di gerbong CLI-225 ini. Sama-sama efektif untuk memperingatkan penumpang, tapi suaranya lebih nyaman di telinga. Tidak terdengar ‘cempreng’ dan menyakiti telinga seperti yang saya rasakan kala naik CLI-125.
Layar Informasi yang Nyaman Dipandang

Jujur. Kalau mau diadu secara ukuran, layar informasi di CLI-225 ini masih kalah besar jika dibandingkan dengan layar di CLI-125. Meski begitu, ada beberapa hal yang membuat saya justru lebih menyukai tampilan informasi di layar kereta ini.
Pertama, desainnya lebih elegan, dan animasinya terasa lebih dinamis. Yaaa ini memang subjektif yaaa, pendapat pribadi saya aja. Mungkin gak semua orang juga bakal aware, apalagi kalau belum naik kereta buatan China.

Tapiiii, ada faktor kedua yang bikin saya lebih suka. Yakniiii, informasi di layarnya itu disajikan dalam latar belakang (background) gelap. Nah, iniii.. bikin layarnya jadi sangat nyaman banget dipandang, khususnya bagi penikmat dark mode seperti saya.
Siapapun yang bikin desain dan animasi di layar Informasinya, Thumbs up for you!
Paragraf Penutup

Well, selain beberapa hal yang saya sebutkan tadi, sebenarnya masih ada banyak keunggulan dari kereta CLI-225 ini yang belum saya sebutkan. Mulai dari kabin yang lebih hening, pergerakan yang lebih stabil, serta penggunaan teknologi Train Monitoring System (TMS).
Tapi yaaaa, sudah lah. Bukankah memang semua itu merupakan hal yang wajib ada dalam sebuah kereta generasi terbaru?
Yang terpenting menurut saya adalah, ada sebuah rasa senang dan bangga kala melihat logo perusahaan pelat merah dalam objek mahakarya anak bangsa. Pertanda masih ada secercah harapan, perusahaan pemerintah yang baik.. diantara sekian perusahaan yang.. mohon maaf, ‘bobrok‘.
Semoga kelak, apa yang telah dicapai PT. KAI ini bisa di-copy paste oleh seluruh insan yang bekerja di lingkar pemerintahan. Dan semoga, akan semakin banyak bermunculan pula karya anak bangsa yang mengudara di luar sana. Amiiiin…
Kalau kalian, udah pernah nyobain KRL buatan Indonesia ini juga ga? Gimana impresi dan perasaannya? Atau malah, sampe sekarang belum kesampean buat nyobain?
Coba ceritain di kolom komentar yaaaa…
Bekasi, 03 April 2026
Ditulis sambil ditemani 2 ekor kucing yang sudah pulas sedari tadi.




Ikutaaan banggaaa..
Kereenn Indonesiaakuu.. Semakin maju dan anak bangsa termotivasi untuk bisa membuat produk yang disesuaikan dengan kalcer dan kondisi masyarakat kita yaa..
Aku sebagai pendatang, memang sangat membutuhkan sekali layar yang informasi kita uda ada di mana dan akan kemana..
Karena secara yaa… Jekarda ini super sibuk dan peta di otakku belum ada selain tempat awal dan akhir.. jadi beneran gak kebayang tuuh..
Kalau layarnya mudah dilihat, buat orang miopia seperti aku jadi kebantuuu sekaliih…
Yuhuuu, makanya senenggg mbak kalo masih ada kereta2 bagus buatan INKA, hihihi.
Eh mbak Lendy rabun jauh? Tp kok gak pake kacamata mbak pas kemaren kita ketemu
Banggaaaaa…. ah semakin banyak karya bangsa ini.. semoga semakin banyak dan mampu mendunia.. btw salfok sama lapisan kursinya bludru kah? Semoga ga ada yang bandel makan minum di dalem rangkaian ya ..
Sekarang mah kayaknya udah jarang mbak. Apalagi di KRL, penumpangnya pada bar-bar. Kalo ada yg makan minum di kereta, yang negornya bukan petugas lagi, tapi sesama penumpang. hihihi
Bennnerrrr…..Aslinya penumpang KRL sama TJ sekarang lebih galak-galak banget dibanding dulu wkwkwk.. sering seliweran kan berita viralnya… tapi ya namanya juga buat kenyamanan sesama ya..
Iyessss.. Kudu gitu memang. Ga boleh yaa sampe ada yg namanya orang dzalim, didiemin. LAWAN, hehehehe
the train looks so new, and cozy ride sgt! teringin saya ingin mencuba nya kalau saya ke sana 🙂
Ayooo mampir ke Indonesia mbak. Banyak moda transportasi baru tuk dicoba, hehehe
Ehh kereta buatan PT INKA emng kereen looh, kita wajib bangga punya kereta karya anak bangsa, tapi sayang belom pernah cobain huhu.. Nti di siapa tau ada rejeki bisa nyobain kereta ini, perasaan dulu pernah ada yak mobil yg buatan esemka yg sempet heboh, tapi mbuuh kemana menghilangnya…
Iyesss, saya merasa bangga betoool mbak. malah kalo bisa INKA tuh bikin cabang baru gitu lho.. INMO, alias Industri Mobil, hehehe.
Daripada nungguin esemka yang gimmick doang ampe sekarang euy. Malah datengin mobil utuh dari china, heuheu
kempen menggalakkan penggunaan pengangkutan awam seperti keretapi, LRT, MRT dan Komuter patut selalu diadakan agar penduduk2 warga kota Jakarta lebih selesa menggunakannya..
Betul uncle. Kebetulan pengguna kereta memang selalu naik tiap tahunnya.
Tinggal perkara jumlah kendaraan aja sih yang harusnya dibatasi. Agar kemacetan bisa dikurangi.
Uncle tumpang bangga!
Reka bentuk hadapannya pun mirip kereta di Japan. Tempat duduknya nampak lebih lembut dan selesa. Tapi yang paling penting, pengguna KRL mesti tanam sifat sayang terhadap kereta baru ni… supaya vandalisme tidak dilakukan di sini.
Terima kasih uncleeee!
Alhamdulillah, kalau vandalisme sudah hampir tak ada ya disini. Sebab, setiap harinya selalu ada staff pengamanan yang berkeliling. Jadi kalau sampai ada yang berani macam-macam, hukumannya tak main-main.
Kadang-kadang kebahagiaan tu datang dari perkara kecil yang tak dirancang…
satu percubaan yg bgs sy kira bila guna kerusi kusyen berbanding kerusi plastik…
Betul mbak Anies, kita mah sekedar nyobain kereta baru aja, senangnya bukan kepalang, hehehe.
Syukurnya KRL ini kursinya masih nyaman, empuk semuanya.
harap-harapnya kekal begitu dan bebas vandalisme…
Yups, Amiiin mbak Anieees 😀
Sebagai seorang adik yang mempunyai kakak yang bekerja di INKA sudah sepantasnya saya juga merasa bangga…uhukkkk sombong mode on wkwkwk lahhh apa hubungannya yaakkk wkwkwk…
Tapi katanya INKA juga mengekspor kereta ke negara2 lain kayak bangladesh pakistan gitu mas,,bener gak sie???
Kalo krl solo-jogja ini buatan mana yaa???kereta bekas jepang juga apa yakkk..kurang tauu aku niee…
Dan menurutku PT KAI ini yang paling menunjukkan perkembangannya ya mas…dari kereta jaman dulu yang suruh sekarang dengan pasti kereta memberikan pelayan terbaiknya dengan berbagai macam jenis kereta baik KRL ataupun kereta jarak jauh yang memberikan kenyamananan bagi para penumpangnya…bangga sie aku apalagi kalo keretanya ternyata juga buatan anak negeri sendiri 🙂
Ahahaha, saya pun kalo ada anggota keluarga yang kerja di INKA, rasanya bakal merasa bangga sekali mbak. Sebab memang INKA itu salah satu wajah inovasinya Indonesia.
Betulll.. mereka memang ada ekspor ke luar negeri mbak. Dan kereta buatan Indonesia, itu dipuji lhoo kualitasnya dibandingkan negara lain.
Nah Alhamdulillah makanya mbak. Sebenarnya KAI tuh luar biasa kerennya. Sayangnya agak tercoreng aja nih sama proyek kereta cepat, yang bikin KAI boncos terus. Sebel banget ama tu proyek mercusuar -_-
udah puluhan tahun semenjak kembali ke kampung belum nyobain lagi naik KRL, pasti sangat beda sensasinya dulu sewaktu masih Livery Rheostatik Mild Steel dimana pintunya ga bisa nutup dan menikmati AC alami, nanti kalo berkesempatan ke Jakarta harus nyoba nih
Waduh, jadul betul kanggg.. Itu saya umur segitu, masih dimomong sama Bapak ibu saya kayaknya si, hahahaha.
Pernah ngalami si kereta yang pintunya kebuka, tp ga inget itu udah seri apa keretanya.
pastinya aku ikut seneng sama karya Anak Bangsa, pokoknya seneng dah
terus ngeliat bagian depan lokonya yang mengotak gitu, jadinya beneran kiyut, soalnya “tampang” depan kereta Indo kebanyakan ya gitu gitu aja
terus kereta baru CLI 225 ini bagusss, sayangnya aku belum cobain nih. Ngeliat kursinya aja yang empuk,nyaman bener tuh buat duduk pastinya
Ahahaha, iyaa mbak. menurutku pun ini tampangnya malah cakeppp lho, walaupun gak yang futuristis, tapi tetap terasa keren dan elegan.
Ayooo kapan2 kesini mbak, cobain satu-satu keretanya, hihihi
wah ngledek nih dari awal ku mengiri aku hampir gk pernah naik krl hiks di bdg kan ga ada mas faj, oh ini generasi ke 2 ya cli 125 yg pertama dan cli 225 yg kedua oh yg bedain depan nya. aku yg baru baca first impresion nya keren lho dan ini made in Indonesia semoga lahir bnyak produk dari INKA yaa aku cuma bisa support llewat doa
Ngeledek gimana euy mbak nuyyyy.. Hehehe. Kan memang daku mah kemana-mananya naik KRL ajaaa.
Amiiin mbak, moga kelak makin banyak lagi yaa produk2 buatan dalam negeri yang mendunia.
Daku beluman Mas naik KRL yang INKA ini. Sering ya ketemu kalau gak yang dari CRRC itu, sama yang versi sebelumnya.
Keknya belum pas waktunya daku nunggu kereta sama si CLI INKA ini melintas.
Dari bagian dalamnya lebih kinclong ya warna kursinya, begitu juga handgripnya.
Semoga pankapan pas rejekinya dah bisa naik.
Kalo yang buatan CRRC itu emang udah lumayan banyak ya mbak unitnya. Tapi jujur, aku pribadi sih masih lebih seneng sama KA buatan INKA ini. Lebih ada rasa bangga-bangganya aja gitu, wkwkwk.
Cusss.. nanti juga ketemu deh mbak.
Yuni ikut bangga juga dengan keberhasilan INKA bikin kereta sendiri. Seenggaknya, mengurangi import. Andai peremajaan kereta di Indonesia bisa berjalan dengan baik ya. Maksudku, nggak usah dipangkas. Hehehe
Susah mbak, emang kompleks banget buat retrofit tu. Malah lebih cepet bikin baru malahan.
Biasanya, kereta api yang ada di Indonesia ini beli dari Jepang or Cina ya
Sekarang, alhamdulillah sudah ada yang made in Indonesia
Keren sekali PT INKA
Terima kasih mbak Dian
Yang aku rasakan setelah membaca cerita panjang ini adalah turut bangga. Walaupun belum mencoba sendiri, tapi narasi dari Mas Fajar mau nggak mau bikin aku ikutan bangga pada hasil karya anak bangsa ini.
Waktu baca, aku sempet mikir yang dimaksud kereta buatan INKA ini adalah hasil retrofit. Ternyata bukan ya. CLI 225 bener-bener dibuat dari 0 gitu ya? Ah hebatnya…
Btw soal layar informasi aku juga suka desainnya. Kaya simpel tapi mudah terbaca. Nggak ribet. Selamat sudah beruntung bisa ketemu dan naik kereta ini.
Iyaa doongsss harus bangga mbak. Kalo bukan kita yang bangga, siapa lagi? hehehe.
bener mbak, dan sepertinya satu per satu kereta baru akan berdatangan. Sementara untuk kereta retrofit… entahlah, kapan akan datangnya euy.
Mantep jiwa ya Mas Fajar, diriku ikut ngerasa bangga karena ini Made in Madiun. Sebagai sesama penikmat dark mode, fitur layar informasi dengan background gelap di CLI-225 ini emang juara sih, kelihatan lebih berkelas dan nggak bikin mata sepet.
Salut juga sama PT. INKA yang akhirnya berhasil rilis unit ini setelah drama retrofit yang panjang. Memang beda ya rasanya duduk di kursi empuk buatan lokal sambil dengerin alarm pintu yang lebih “ramah” di telinga.
Terima kasih Mas Doni
Kayaknya, rasa bahagia ketemu kereta macam CLI-225 Made in Indonesia bukan soal siapa kita dan kelas berapa deh haha. Aku yakin orang-orang yang suka eksplore dan mencoba hal-hal baru, pasti akan merasakan hal yang sama.
Yang bikin aku seneng baca tulisan Fajar kali ini, buat aku pribadi jadi tahu sejarah CLI-125 buatan China, sedangkan kereta terbaru seri CLI-225 ini produksi dari PT. INKA di Madiun. Aku yang baca aja jadi terharu dan bangga lho akhirnya punya kereta buatan sendiri, gimana Fajar yang nyobain langsung ya kan?
Fajar beruntung. Rejeki. Bisa nyobain langsung. Makasih ulasan dan foto-fotonya ya. Jadi tahu dalamnya kereta. Bagus dan bersih.
Ahahaha, benerrr banget mbak. Aku asalkan nemuin sesuatu yang belum pernah kucoba, pasti aku bakal semangat untuk ceritainnya. walaupun mungkin, apa yang baru bagiku itu cuma hal biasa bagi sebagian orang.
betulll mbak… Tentu ada rasa bangga yang tak terkira, meski semuanya masih bertumpu hanya pada INKA saja. Makasih yaaa sudah mampiiiir.
memang selama beberapa tahun terakhir pengguna kereta api terutama di Jakarta itu semakin banyak yaa dan pastilah perlu armada baru. Aku salfok nih sama bagian depannya yang kayak pakai kumis gitu keretanya. hihi. Kalau ini masuknya KRL ya mas bukan MRT atau LRT?
Mbak Antung nggak baca yaaa
Dari awal aku udah jelasin dan sebut berkali2 kalo ini kereta KRL mbak
Rasanya saat pertama ketemu sama KRL CLI-225 buatan INKA ini aku pun seneng bukan kepalang. Sampe ku buat video dan ku tulis di Kompasiana serta headline pulak hehehehe, bangga betul memang saat melihat KRL yang satu ini, Alhamdulillah yaaa akhirnya Indonesia punya kereta buatan anak bangsa.
Nah, sempat jadi bahasan kenapa bagian depannya kok Jepang banget? Cielaah. Kata aku sih biarin aja gapapa cakep ini. Terpenting adem, sensor pintunya oke, bangkunya empuk pula.
Sekarang ini dari St Bogor lumayan sering ku naik unit KRL CLI-225. So far so good lah ya. Semoga setelah ini ada lagi KRL buatan INKA. Biar semua produk dalam negeri syukur-syukur kedepannya Indonesia bisa menjual kereta ke Negara lain juga ya, aamiin.
Thanks sudah berbagi informasi detail terkait pengalaman menarik menaiki KRL buatan PT INKA, semoga next perjalanan lebih sering naik ini kereta ya.
Alhamdulillaaah mbak, mantep euy sampe jadi AU langsung. Aku mah udah lumayan telattttt jadi yaudah lah ya, sekedar bisa berbagi rasa aja udah happy kita mah.
Menurutku gapapa banget yaaa, karena toh kan memang selama ini KRL kita kiblatnya jepang, beberapa kali juga impor KRL nya bekasan jepang. Mungkin transfer teknologinya pun mayoritas yaa dari jepang juga. Dan so far menurutku malah lebih nyaman KA buatan INKA koook, hehehe. Gak kalah lah, dari made in china itu.
Amiiin mbak. next aku malah kepikiran pengen bahas seri lawas Tokyo Metro 6000
andai di surabaya komuter linenya kayak disono
pasti enak hehe
Amiiin mas, saya bantu doain yaa biar makin maju dan merata nih per KRL-an duniawi, hihihi
wuih ada bagian gerbong yang sepi humannya? Wah serasa milik pribadi nih yah mas Fajar. heehehe. Enaknya jalan-jalan mulu nih mas Fajar
Apanya jalan-jalan mas. Orang ini lagi arah pulang kok, hehehe
Cakep banget kan kereta dari PT INKA ini beneran hebat produksi dari anak negeri bisa melayani jalur komuter dari jutaan orang yang bepergian setiap harinya tidak sempurna tapi bisa dibanggakan karena masih banyak ruang untuk diperbaharui dan juga dikembangkan untuk menjadi lebih baik lagi
Betul mas Arief. Terima kasih yaaa
Nah gitu dong KAI. Nggak melulu impor mulu kereta dari Jepang meski masih bagus sih. Tapi dgn bikin sendiri gini, smg ada industri lokal yang mampu bergerak dan tumbuh.
Boleh impor tapi bisa dioprek utk dipelajari isi dalamnya ya mas Fajar. Biar kita bs belajar bikin kereta keren. Contohnya ya CLI-225 buatan INKA ini. Bagus kok meski msh berkiblat ke Jepang.
Yang penting perawatan rutin jgn lupa dong ya. Ini menyangkut keselamatan org soalnya. Smg dgn kereta baru ini nggak bikin penumpang KRL Jabodetabek desak2an lagi. Jadwalnya bs ditambah biar penumpang terangkut mkn bnyk ya mas.
Nah, nantinya mungkin Transfer Teknologi pun mulai dari China ya. Karena teknologi mereka pun makin kesini makin ajibbb..
Kalo masalah perawatan dan penambahan jadwal, kita serahkan semua ke KAI ya mas Didik 😀
Hmmm, kalau dilihat dari foto kursi dan gerbong lokomotifnya keknta aku belum pernah nih naik KRL Inka ini.
Di jalurku soalnya juga belum ada hehe *melas.
Kalau naik jalur Bogor-jkt Kota seringnya ketemu yang kereta barunya yang dari Cina aja.
Owalah jadi sebelumnya ada rencana mau merombak kereta2 lawas juga to. Wah terus gimana nasibnya kereta2 ini, apakah rencana ini berlanjut atau karena keburu beli kereta baru dari Cina malah gak jadi atau gimana ya, mas?
Kereta Inka dengan segala kekurangannya (menurut berita) di awal2 kyk kebocoran AC, pintu yang nggak nutup2 dll, tetep sih membanggakan hehe. Semoga nanti seiring waktu teknologinya bisa diperbaiki dan keretanya diperbanyak, sehingga nanti jalurku juga kebagian. Capek beut naik kereta tua 10 gerbong dah jd pepes tiap hari haha 😀
Nanti juga masuk ke Green line mbak, hehehehe. Tinggal menunggu waktu ajaa.
eh tp di Bekasi pun seringnya masih pakai seri lama kok, yang Tokyo Metro 6000 itu. Yang masih ada kipasnya wkwkwk.
Aaku so far oke sih sama kualitasnya mbak. Belum pernah ngalami masalah selama naik KA hasil karya INKA sejauh ini, hehehe
Sedih sebenernya, aku malah merasakan naik KRL pertama kali tuh bukan di Indonesia, hhuhuhu. Semoga di Bandung segera ada transportasi gini ya jadi bisa merasakan juga nih naik buatan PT INKA ini , meski belum mencoba naik, tapi bangga banget sih
Ayooo cobain mbaaak. Minimal kalo nggak sempet cobain KRL, bisa nyobain KA Lokal, hehehe
Saya juga ikutan bangga lho mas, kereta buatan anak negeri ini cakep, tak mengapa desainnya kiblat ke Jepang setidaknya awalnya meniru dulu selanjutnya desain sendiri
Suka dengan interiornya, rapi dan bersih, kursinya ada yang bisa dilipat saat tidak dipakai juga, layarnya juga suka,
background hitam membuat nya tampak bersih dan jadi lebih mudah dibaca
Baguss kook ini desainnya, malah lebih suka ini dibanding yang terlalu drastis kayak kereta CRRC.
Nah, layarnya ini memang lebih nyaman di mata sih. Pas dipandang, apalagi pas lagi capek pulang kerja wkwkwk
Design nya cantik, kemas, kerusinya bagus, juga layarnya memang pasti lebih ramai akan menggunakan train dengan lebih selesa.
Terima kasih Mbak Mulaaan 😀
Yuk, kapan2 cobain kereta ini kalau ada waktu ke Indonesia, hehehe
Wahh made in indonesia! Saya tumpang bangga saya suka interiornya yg sangat kemas. Semoga dapat dimanfaatkan dgn sebaik mungkin oleh pengguna dan tiada berlaku vandalisme
Terima kasih Mbak Mazniii. Saya pun senang bukan main begitu tau ini buatan lokal.
Rasanya berharap suatu saat nanti industri disini bisa lebih maju lagi.
Di Malaysia LRT namanya, memang ramai menggunakan nya..kos tiket murah..di Indonesia juga ada..selesa..gambar menarik kelihatannya..selamat ya
LRT juga ada disini uncle, kalo disini beda lagi 😀
Terima kasih sudha mampir yaa
Nampak luas ruang di dalam tren. Pasti bangga, kerana buatan negara sendiri, ya.
Saya berharap di negara saya, pengangkutan awam begini dapat diperluaskan, bukan saja di bandar. Malah, menghubungkan kampung-kampung dan luar bandar. Barulah penggunaan lebih meluas, lagi sekarang perlu jimat penggunaan minyak, kan, kerana perang di Asia Barat.
Ada rasa bangga mbak Tot. namun akhir-akhir ini malah sebaliknya, sebab ternyata KA ini masih sering trouble, heuheu.
Amiiin.. moga baik Indonesia maupun Malaysia, bisa berkembang terus ya