Central Store Part 2 – Yah Namanya Jualan, Kadang Sepi, Kadang Ga Rame

Mantap, akhirnya nulis Jelajah Olshop lagi! Setelah bertahun-tahun libur karena pandemi, fokus jualan, daaan emang dasar semua komunitas e-commerce pada anyep juga. Ga yang ijo, ga yang merah, oren, semuanya kompak ngadain acara Online doang tanpa Meet Up. Entah males ketemu atau males keluar duit, hehehe

Kali ini saya mampir ke salah satu Seller paling suhu, legendaris, luar biasa, core of the core (halah, kok lebay gini ya). Siapa lagi kalo bukan Om Wahyu.

Kunjungan saya kali ini sejatinya adalah kunjungan balasan, setelah beliau berkali-kali mampir mampir ke Dagingnesia tanpa sempat saya berkunjung balik. Iya, beliau memang lumayan sering mampir dan ngobrol santai ke tempat saya. Meskipun komposisi dalam setiap kunjungannya adalah 50% ghibah, 50% curhat keluh kesah. Hahaha.

Tapi gapapa, semakin banyak teman sharing, makin banyak ide baru serta point of view baru yang bisa kita dapatkan. Ya kan?

Oya, ngomong-ngomong, sobat saya yang satu ini sudah lumayan lama malang melintang di dunia judi slot jual beli online. Kurang lebih sekitar 8 tahun lamanya euy. Tulisan terakhir yang tentang beliau saja (Baca : Central Store Part 1), itu ditulis tahun 2018. Sudah 5 tahun yang lalu, berlalu tanpa terasa.

Lantas apa saja yang terjadi selama kurun waktu tersebut? Adakah hal-hal baru yang terjadi dan menginspirasi? Akankah harta karun One Piece akhirnya ditemukan? (Lho, kok kesitu)

Yaudah, lanjut scroll terus ke bawah yak! Awas, jangan di-skip. Yang nge-skip jari tangannya jempol semua.


Wahyu, Central Store dan Berbagai Eksperimen ‘Gila’

Dari sejak dahulu kala, saya memang mengenal Wahyu ini sebagai sosok yang ‘Gila’. Bukan dalam konotasi negatif ya, lebih ke ekspresi kekaguman aja.

Dari sejak awal berjualan hingga masa kini, kata eksperimen dan ujicoba hal baru sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah untuk dirinya. Entah marketplace baru, produk baru, atau tips dan teknik jualan baru. Cuma satu hal yang dia ga berani coba : gebetan baru. Soalnya takut ditampol bini, hahaha

Urusan banting setir jualan, dia mah jagonya. Saya aja dari 10 tahun terakhir, mentok di satu kategori. Dulu ngerintisnya jualan daging, sampe sekarang ya tetep weh jualan daging. Tapi kalo Wahyu, dia bisa nemuin produk baru yang jauh dari kategorinya sekarang. Lantas dia ujicoba, dan berhasil. Kemudian cari produk baru lagi, ujicoba, dan berhasil lagi. Memang agak laen suhu kita satu ini.

Saya ingat betul produk awal yang dia jual, itu adalah PowerBank Xiaomi. Produk tersebut lumayan laris kala itu. Begitu powerbank mulai meredup, dia coba-coba jual aksesoris olahraga semacam waist bag dan tas selempang. Dan wow, ternyata lumayan laku juga.

Dari elektronik, pindah ke aksesori olahraga. Mind blowing sekali kan?

Tapi ga cuma sampai disitu. Beberapa tahun kemudian, setelah waist bag dan tas selempang menurun. Dia banting setir lagi ke kategori produk yang ga ada hubungannya sama sekali. Tebak apa? Yak, Madu Baduy… (ga ketebak kan?)

Baca Juga :  Unboxing : Kado Dari Tokopedia, Dapet Apa Aja?

Dan produk madu ini pun bisa laris banget euy, total terjualnya hampir ribuan liter. Produk luar biasa yang akhirnya bisa jadi tumpuan penjualan selama berbulan-bulan setelahnya.

Namun, insting coba-mencoba masih belum redup dari isi kepalanya. Karena setelahnya, ia masih ujicoba berbagai produk baru. Seperti sepatu, wiper mobil, hingga parfum sepuluh-ribuan! Khusus produk yang disebutkan terakhir, itu laku terjualnya ratusan bungkus tiap harinya lho.




Take The Risk, Even Thought It’s Painful.

Wahyu ini memang seorang risk taker sejati. Seseorang yang berani keluar dari zona nyamannya, mencari ide-ide gila baru, dan meng-implementasikannya. Mungkin terdengar keren, tapi tentu segala sesuatu seringkali tak semulus penampakannya, ya kan?

Berani mencoba hal baru, tentu harus berani juga untuk menerima kenyataan yang seringkali terasa pahit. Dari beberapa produk yang dia coba, tak semuanya lantas laku dan diterima di pasaran. Contohnya adalah sandal dan sepatu import, yang beberapa diantaranya berakhir sebagai barang retur hingga menumpuk.

Kalau tidak salah, dulu ia juga pernah mencoba jualan makanan kering curah gitu. Udah nyetok sekian puluh bungkus, eh ternyata ga keluar sama sekali. Akhirnya sama Wahyu, makanan itu dibagi-bagiin pas momen lebaran. Lah ya rugi dong? Tentu saja itu mah, jangan ditanya lagi.

Tapi dari sekian banyak problema yang dihadapi Wahyu, yang paling saya inget adalah di pertengahan tahun 2021 kemarin. Dalam salah satu kunjungan silaturahmi di kantor saya, Wahyu bercerita kalau dia baru aja menginap selama satu malam… di hotel prodeo.

Ebusettt… Begimana ceritanya itu?

Jadi, di suatu hari yang cerah, kala itu wahyu sedang duduk dengan santai. Tiba-tiba datanglah dua orang bertubuh kekar yang datang mencari dirinya, memberi surat penangkapan, lalu menggiringnya ke kantor polisi. Alamak, kebayang kan gimana ekspresi anak istrinya? gausah dibayangin, isinya bawang semua…

Sesampainya di kantor polisi, dijelaskanlah bahwa kesalahan beliau, adalah menjual produk madu tanpa label yang ternyata dianggap sebagai sebuah pelanggaran hukum. Namun, bukan berarti Wahyu menjual produk madu ilegal ya. Madu yang dijual olehnya itu sejatinya legal dan juga berizin lengkap.

Yang tidak Wahyu ketahui, mengganti madu menjadi kemasan botol polos lalu menjualnya sebagai produk madu baduy (tanpa merek), itu ternyata dianggap melanggar hukum. Ya, ini murni ketidaktahuannya.

Tapi apa kata Pak Polisi? “Kamu itu bukannya ngga tahu, tapi ngga mau tahu..”

Satu hal yang sangat saya sayangkan, karena aparat yang harusnya meng-edukasi, justru lebih suka menghukum sana-sini. Hingga akhirnya, beberapa waktu kemudian kasus serupa pun viral.

Beberapa petinggi negara seperti Teten Masduki pun turun tangan dan memberi komentar, “Aparat berwenang harusnya mengutamakan pembinaan, bukan penindakan kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang masih belum memenuhi perizinan usaha yang dibutuhkan”

Seiring berjalannya waktu, kasus perizinan seperti ini pun mereda. Namun bagi Wahyu, ini adalah pembelajaran besar. Menginap di bui, keluar uang lumayan besar, kini ia pun berbenah total. Perlahan ia mulai memperbaiki dan merapihkan perizinan produknya.

Baca Juga :  Rekap Materi SIShopee : Marketing Tanpa Tatap Muka.

Yap, kadang resiko yang kita ambil membawa kita pada keterpurukan, namun dari situlah akhirnya kita bisa belajar.

Ketika kita pertama kali berjuang untuk impian kita, kita tidak memiliki pengalaman dan membuat banyak kesalahan. Namun, rahasia hidup adalah jatuh tujuh kali dan bangkit delapan kali.”

Paulo Coelho




Naik Turun Mah Biasa, Yang Penting Terus Usaha

Dalam kunjungan terakhir Wahyu ke Dagingnesia, saya mengajaknya makan siang di Ayam Gepuk Pak Gembus. Kini, dia membalas kunjungan saya dengan melakukan hal yang serupa, alias pak gembus juga.

Sambil ditemani es teh manis yang segar di tengah hari yang terik, kami berdua bertukar cerita tentang lika-liku penjualan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Wahyu, penjualan dalam beberapa bulan terakhir sedang tidak baik-baik saja. Dan hal itu tidak dirasakan hanya olehnya, tapi juga berbagai seller besar yang kami kenal.

Ketika menulis tentang Wahyu sekitar 5 tahun lalu, ia masih mengurus usahanya seorang diri. Upload sendiri, packing sendiri, kirim ekspedisi juga sendiri. Dalam dua tahun, ia berkembang pesat, meningkatkan omset dan mempekerjakan beberapa orang karyawan.

Sayangnya, kurva yang dihadapinya kali ini sedang melandai ke bawah. Omset dan penjualan yang tak menentu, membuatnya harus memangkas karyawan menjadi hanya tersisa 2 orang saja. Tapi gapapa, lebih baik dikurangi daripada dipaksakan.. betul, tidak?

Lagipula, Wahyu adalah Wahyu. Dia sudah menghadapi kondisi ini tidak cuma sekali. Saya percaya bahwa kelak akhirnya ia akan menemukan celah baru yang membawanya ke anak tangga yang lebih tinggi lagi. Seperti yang sudah ia lakukan beberapa waktu ke belakang.

Dari sekian banyak curhatan yang dia tuangkan, saya tidak begitu banyak memberi masukan. Hanya sedikit reminder untuk tetap membumi saat omset meninggi, jangan terlampau mempercayakan usaha pada karyawan, dan tetaplah pantau bisnis dengan baik. Perbaiki yang bisa kita kejar untuk jangka pendek, dan persiapkanlah apa yang bisa kita bangun untuk jangka panjang.

Lhaaa, ini kenapa jadi saya yang ngasih nasehat yak? Kan, saya juga lagi nasibnya ga beda-beda amat woy. hiks hiks



Beberapa Pelajaran yang Saya Ambil

  1. Jangan alergi dengan hal-hal baru. Terkadang, kita terlalu nyaman dengan apa yang kita jalani sekarang, hingga terlalu resisten dengan hal-hal baru.
  2. Jangan takut untuk ambil resiko. Mungkin akan ada hal yang membuat kita jatuh, tapi justru itulah yang kelak akan menguatkan kita. Ingat, everything that doesn’t kill you, make you stronger.
  3. Perbanyak silaturahmi. Seringkali kita terjebak dalam ruang dan kesibukan yang kita ciptakan sendiri. Keluarlah sejenak, bertukar pikiran dan cerita dengan orang yang tepat.



Link Toko Om Wahyu

Buat yang mau mampir dan belanja, silahkan klik beberapa link di bawah ya :

  1. Central Store (Tokopedia) : https://tokopedia.link/UaJEuofGvAb
  2. Central Store (Shopee) : https://shp.ee/nwrnr84
  3. Q-Blat Store (Tokopedia) : https://tokopedia.link/hd4NBNgGvAb
  4. Central Otomotif (Shopee) : https://shp.ee/xuyqeb5



Baiklah, berhubung saya perhatiin ayam geprek di piring udah ludes. Saya izin pamit pulang dulu. Semoga bang Wahyu naik terus yak ke depannya, biar nanti tulisan ini juga ada part 3 nya, hahaha


Depok, 10 Juni 2023
Ditulis sambil memantau jarak dari Depok ke Bekasi



Merasa tulisan ini bermanfaat? Yuk kasih uang jajan ke admin biar makin semangat bikin tulisan baru.
Ga wajib sih, dan ga ada pemaksaan juga. Tapi kalo bisa ya 100 ribu, hahaha.

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

8 Comments

  • Wah, pembelajaran kece nih buat orang-orang yang ingin berbisnis. Konsistensi dan ikhtiar terus tanpa batas adalah koentji. Soal jualan madu tanpa label itu, iya sih…walaupun sejatinya mau legal yang oke, sebagai konsumen kita juga ingin lihat kehalalannya dan ada BPOM juga. TFS mas Fajar.

    • Terima kasih udah mampir kaaak.
      Iya nih, konsistensi adalah kunci. Tapi yang paling penting, saat sudah berhasil tetaplah membumi.

  • Aku kagum dengan para penjual online seperti om wahyu ini. Mereka terus semangat berjualan meskipun kondisi masyarakat sering tidak kondusif. Mereka sampai bisa menyesuaikan diri dengan barang dagangan yang sedang ramai di masyarakat.

    Luar biasa mas!!

    • Iya, aku sebagai teman dekatnya pun sering terpukau. Meski begitu, sering aku kasih masukan untuk agak ngerem juga. Soalnya tipikal risk taker seperti ini, seringkali terlalu pede tanpa kalkulasi yang baik.

  • Dagingnesia itu usaha mas fajar? Tadi aku cek websitenya, harganya bersaing BANGETTTT mas. Ntar kalo aku belanja daging atau ayam dari situ aja deh. Delivery nya dari mana mas? Biasa pengantaran pake gosend atau paxel?

    Jadi oot nih

    Saluuut lah Ama temrn2 yang ga nyerah utk jualan online. Aku tau tantangannya banyak banget. Semoga aja dibalik semua rintangannya, ttp bisa diambil pembelajaran dan jadi lebih baik

    • Iyaaa, yuk kalo lagi di bekasi, depok atau bogor mampir ya kaak. Untuk pengiriman bisa pakai gosend, paxel dan apapun itu. Kalau mau murah bisa pakai ondelivery ongkirnya 20rb untuk sameday maksimal 5kg

      Gapapa dah oot nya dagangan mah aku semangat, hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *