Kulineran Plus Edukasi di Arunika Eatery & Sato Land

Pernah ga sih, saking lamanya kalian ga pulang kampung.. Begitu balik, eh malah pangling banget. Kurang lebih itulah yang saya rasakan setelah hampir setahun ngga mudik ke kampung halaman saya di Kuningan, Jawa Barat.

Memang sih, sebenarnya ga begitu banyak bangunan atau gedung baru yang saya temukan di kota ini. Tapi nganu, kalo urusan jalan raya mah.. Kuningan itu macem ga ada tandingannya. Biar kata kampung yang nyempil diantara kaki gunung, tapi jalanan di Kuningan tuh mulus-mulus, bagus dan seringkali ga keliatan progress-nya.

Meleng dikit, eh tau-tau udah ada jalan baru aja.

Dan rasa pangling dan bingung itulah yang kami rasakan ketika berkelana menuju ke Arunika Resto yang kala itu lagi viral. Setelah melewati jalan raya Gunungkeling yang penuh dengan kenangan nostalgia, mendadak saya dibuat terkejut oleh pertigaan besar yang membentang di depan mata.

“Buset, ini jalan baru kapan dibikinnya? Kok tau-tau udah ada aja?”

Thina yang denger saya, jadi ikutan bingung. “Lho emang tadinya ga ada jalan?”

Asli deh, sepengetahuan saya untuk jalan ke arah Palutungan itu harus melewati Desa Cigugur dan Cisantana terlebih dahulu. Yang mana jalannya lumayan ruwet dan meliuk-liuk. Tapi karena ada jalan baru ini, sekarang kita bisa langsung motong nembus ke Jalan Raya Cigugur – Palutungan, yang tentunya lebih cepat dan efisien.

Jalan baru ini mulus banget, meski sudut kemiringannya bikin mesin motor jadi meronta-ronta. Sepanjang perjalanan, motor Honda Revo yang saya kendarai hanya bisa bertahan di gigi 2 saja. Itu pun deru mesinnya terdengar sangat berat, macem orang disuruh lari sprint tapi nanjak.

Setelah melewati jalanan yang ekstrik tersebut, akhirnya kami pun tiba di pintu gerbang Arunika Eatery. Kami langsung disambut oleh angin semilir yang bergerak perlahan, pemandangan hijau yang menyejukkan mata, serta sebuah tulisan besar dengan huruf kapital, “WAITING LIST ARUNIKA : 3.5 JAM”

BUSET… INI GA SALAH?
Manusia gabut level berapa pulak yang segitu niatnya pengen waiting list hampir 4 jam lamanya???

Merasa bingung dan bimbang, kami pun memutuskan untuk langsung saja meluncur ke dalam dan memastikan ke abang tukang parkirnya. Untungnya jawaban yang kami dapatkan bisa bikin hati langsung nge-plong.

“Oh engga mas. Itu mah kemaren malem… Bukan pagi ini”

Yah, meski merasa lebih tenang, tapi saya tetap ga habis pikir. Pengangguran cabang mana pulak yang mau ngehabisin 15% dari satu harinya untuk nunggu waiting list macem begini. Bener-bener ga habis fikri.

Semilir angin yang berhembus tak menghalangi air keringat untuk keluar dari sela-sela kulit kami. Sepertinya matahari memang sedang terik-teriknya. Kami pun bergegas berjalan kaki menuju ke area dalam restoran ini.


Jangan Salah Pilih Arunika!

Iya, jangan salah ambil pilihan ya. Soalnya Arunika ini memang terbagi menjadi dua area yang berbeda, ada Arunika Atas dan Arunika Bawah.

Arunika yang ada di atas, itu konsepnya macem jejepangan gitu. Ada bangunan Joglo besar dengan arsitektur ala negeri sakura, serta ada jembatan kaca untuk jadi media untuk ber-selfie ria.

Baca Juga :  Eksplorasi Kubah Aviari di Taman Burung TMII

Sementara untuk arunika yang ada di bawah, itu konsepnya lebih ke nature gitu. Ada banyak meja dan kursi yang disebar di beberapa titik, yang tentunya berhadapan langsung dengan view alam yang memanjakan mata.

So, lebih baik pilih yang mana?

Yaa bebas-bebas aja sih. Kalo kalian demen koleksi foto buat di Feeds, kayaknya area Joglo bisa jadi pilihan terbaik.

Tapi kalo saya sih, lebih prefer buat ke Arunika di area bawah. Soalnya kebetulan di area bawah juga ada sebuah Mini Zoo, yang bisa jadi wahana edukasi dan main bersama si Putri. Mungkin next time kalau saya mau foto di jembatan kaca, baru deh saya akan mampir ke Arunika bagian atas.


Mencicipi Katsu & Mie Tek-tek

Karena kami tiba sekitar hampir pukul sebelas, maka kami pun memutuskan untuk duduk santai sejenak dan memesan makan siang. Diantara beberapa baris meja yang tersaji, kami menjatuhkan pilihan pada sebuah meja bundar dengan payung besar di tengahnya. Nganu, biar adem.

Cara memesan di restoran ini lumayan unik juga. Ga perlu panggil waiter, melainkan cukup ambil kertas menu dan tandai langsung pesanannya. Sama persis kayak di Solaria. Pun begitu juga dengan harganya, yang kurang lebih mirip-mirip lah di kisaran 30 – 40 ribuan di tiap menunya.

Thina menjatuhkan pilihannya kepada Mie Tek-tek, sementara saya menginginkan Mie Ramen. Tapi sejurus kemudian pilihan tersebut pun saya urungkan. Saya akhinya beralih ke pilihan menu Nasi + Chicken katsu. Nganu, biar ada nasinya, jadi bisa sekalian dibagi ke Putri.

Uhuk, ini saya udah berasa jadi bapack idaman ya.

Proses pembuatan pesanan kami memakan waktu cukup lama, kurang lebih hampir 20 menit. Ketika mie tek-tek tiba di atas meja, kami berdua langsung kaget. Soalnya mie-nya warnanya merah banget. Manalah cabe rawitnya juga bertebaran di semua sisi. Asli deh, saya ngeliatnya sampe ngeri sendiri.

Begitu saya nyicipin, keringet saya langsung bercucuran. Langsung pontang panting cari minuman. Bener-bener dah ini mah pedesnya ga ketulungan. Thina kayaknya agak nyesel karena ga ngasih catetan, ‘minta ga pedes’ pas mesennya. Kata saya, “Mungkin karena di kampung sini ga susah buat nyari cabe. Jadi berlebihan naburinnya.”

Sementara kalau untuk chicken katsunya, Alhamdulillah porsinya pas untuk saya dan Putri. Sayurannya juga ga pelit, terus juga ada tambahan sausnya. Ketika digigit, daging ayamnya empuk, dan kulit katsunya ga alot. Putri pun lumayan suka makan katsu ini, ada lah dapet masuk beberapa suap.

Overall, untuk harga 35K sih ini itungannya lumayan ya. Cukup mengenyangkan dan dari sisi rasa juga lumayan oke. Apalagi suasananya juga lumayan asyik.



Sato Land, Tempat Edukasi yang Asyik

Nah, setelah beberapa saat berjibaku menghabiskan makanan sembari nyuapin Putri, akhirnya kami pun beranjak dari kursi untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan utama kami : Mini Zoo yang bernama Sato Land ini.

Baca Juga :  Piknik Seru ke Seaworld & Gelanggang Samudera - Part 2

For those who don’t knows, nama ‘Sato-land’ ini bukan berasal dari kosakata Jepang yaa. Melainkan dari bahasa sunda, Sato yang artinya adalah hewan.

Untuk masuk ke area Sato-land ini, kita perlu membayar tiket masuk tambahan sebesar Rp. 25.000,- per orang. Sementara untuk putri, karena tingginya belum memenuhi syarat, maka tidak dikenakan biaya tambahan.

Yah, sesuai judulnya ‘Mini Zoo’, jadi area wisatanya ga terlalu besar ya. Koleksi hewan-hewannya juga ga begitu banyak. Tapi masih cukup menyenangkan untuk ditelusuri dan dikelilingi, karena tata letak antar areanya tersusun dengan baik dan rapi. Kalau mau disebutin, disini ada kambing, rusa, kelinci, ayam dan burung yang unik, ular, musang dan lainnya.

Yang paling unik tuh ada ayam brahma sama Ayam Polandia. Ayam Brahma kakinya kekar banget, macem ngegymnya footwork terus-terusan. Sementara Ayam Polandia, itu malah bulu di kepalanya tebel banget kayak mahkota. Kami semua senantiasa ngakak banget liat kedua ayam unik ini.

Oya, di depan setiap kandang atau area hewan itu selalu ada sebuah papan informasi yang menyajikan penjelasan singkat yang informatif dan mudah dibaca. Saya cukup kagum sih, karena estetika sepertinya menjadi salah satu prioritas di Sato-land. Udah mah kandangnya rapih, desainnya unik, didukung dengan papan informasi yang easy to read juga.

Untuk ular, iguana dan musang itu ada spot khusus yang terpisah dari hewan-hewan yang lain. Disana, ada seorang staff juga yang berjaga dan siap membantu kita untuk berfoto bersama hewan yang ada. Dan ini tuh GRATIS, gausah bayar tambahan apa-apa lagi.

Tentu saya sangatlah excited mendengar hal-hal berbau gratis macem begini. So, we spent some minutes on the booth. Dan jujur, ternyata nongkrong disini tuh nyaman dan seru banget ya. Selain hewan-hewannya unik, mas-masnya juga sabar banget untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari kita.

Otw ngasih Bintang 5 di Google Maps daaaaah..

Asli deh, HTM 25 ribu seorang, jadi kerasa murah begitu kita masuk ke dalem. Selain staffnya ramah dan helpful, koleksi hewannya juga cukup asyik untuk dieksplorasi meski kalau dibanding dari sisi jumlah memang tidak begitu banyak.


Kesimpulan Akhir

Menurut kami, asalkan tidak terjebak dalam waiting list yang tidak masuk akal, Arunika adalah salah satu tempat nongkrong terbaik di Kuningan. Selain tempatnya yang rapi dan estetik, makanannya juga enak dengan harga yang reasonable.

Sato Land juga recommended banget untuk jadi wahana edukasi anak serta hiburan keluarga. Meskipun bayarnya terpisah lagi, tapi untuk sekedar 25K sih ini masih woth it. Apalagi dari sisi dekorasi serta informasi disusun dengan rapi dan baik.

Oke deh, segitu aja cerita perjalanan kita hari ini.
Kalian pernah main ke Kuningan belum? Kalo udah, pernah main kemana aja? Coba ketik di kolom komentar ya….

Jakarta, 17 Mei 2024
Ditulis sambil ngikutin materi seminar di Ritz-Carlton


Semangat penulis kadang naik turun, jadi boleh lah support biar update terus.

Silahkan klik link dibawah
Atau bisa juga dengan cara transfer ke :

BCA : 6871338300 | DANA : 081311510225 | ShopeePay : 082110325124

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

26 Comments

  • Kerennnnn ngikutin seminar bisa disambi nulis satu artikel langsung kelarrr hehehe….
    Aku pikir ini pertamanya semacam cafe gitu mas trus waiting list nya sampe hampir 4 jam itu emang jualan apa ajaa heheh…tapi ternyata tempat bermain yaa…yaa wajar sie klo lama tapi kok ya sampe segitunya lamanya yaa tetep gak habis pikir jugaa…
    Kalo abg emak2 pasti pilihnya yg atas biar bisa selfie2 tp klo ajak keluarga anak2 emang lebih baik yg bawah sie jadi anak nya hepi gak cm nungguin emaknya selfie aja wkwkwkwk

  • Mas aku bingung nyari tempat komen dimana maafkan nggak keliatan soalnya. Tersembunyii.

    Wahhh, btw Revo mas tahun berapa? Kalau 2007 kita samaan.. wkwk

    Baguss asli tempatnyaaa… Arunika yaa.. noted mas. Aku ada saudara di Kuningan, mungkin kalau suatu saat kesana, mampir sana.. tapi kalau mesti nunggu berjam2 agak ogahh sih ..

    Mini zoo nya juga ciamikk. Htmnya 25 ribu lagii… Binatangnya Friendly semuaa foto burung parkit(?) ramah banget mau handfeeding..

  • Ajigileeeeee 3.5 jam . Aku pulang dulu ke rumah kayaknya, ntr balik lagi hahahahah. Tapi jadi penasaran sih seenak apa sampe rame begituuu.

    Duuuh sayang jauh aja mas. Kalo Deket aku samperin.

    Kuningan cuma sekali , pas nginep yg di desa alammanis itu. Tapi saking reportnya nyaman, yg ada kami males kemana2 .

    Sato landnya juga cakep. Jadi penasaran bentuk ayam Poland dan brahma .

    Aku Googling dan LGS ketawa . Ya allaaaah kiyowooooo sekali merekaaaaa

    • Peninggalan lebaran sama ramadhan itu mbak, memang luar biasa antusiasme warga ya, hahaha.

      Mungkin kapan-kapan boleh mampir lagi mba ke Kuningan. Ada banyak lhoo tempat wisata lain yang bisa dikunjungi disini.
      Atau, mungkin bisa sekalian beli ayam poland ama brahmanya, hahaha

  • Wah walau perjalanan bikin deg-degan ternyata tidak mengecewakan ya tempatnya untuk kulineran dan piknik keluarga ada mini zoo juga..

  • Arunika, namanya romantis sekali yaa. Jadi kalau ke sana fix daku milih yg bawah aja soalnya bawa bocil kan, sekalian main ke mini zoo-nya.

    Kalo pesen makanan emang kudu ditegesin ya, gak pedes / gak pake cabe, Teh. Kalo daku gak kuat pedes soalnya.

    • Kayaknya kalo mie tek-tek tuh defaultnya emang pedes deh. Soalnya beberapa kali beli di tempat lain juga gitu.
      Aku akhirnya bantu abisin bu, weleh-weleh sampe keringetan. ahahaha

  • aduhhh pengen banget kulineran di sana, btw admin pernah ke kalimantan barat gak? disini juga banyak kuliner yang enak loh hehe. ditunggu artikel tentang kuliner di kalbar min.

    • Waduuh, saya seumur hidup belum pernah keluar dari pulau jawa euy, hiks.
      Doain yaa, semoga kapan-kapan bisa melancong jauh.

  • Arunika ini cakep ya, panamaannya juga puitis sekali hehehehe. Terpenting jalan menuju Arunika ini tuh mulus, untung enggak kejebak waiting list yang hampir 4 jam. Kebayang kalau mesti waiting list selama itu . Memang sudah rezeki mas Fajar dan keluarga yaa, bisa langsung menikmati Arunika bawah dan ada Sato Land, sudah ketebak sama daku kalau Sato ini diambil dari bahas Sunda dan emang bener ya
    Seru, bisa wisata edukasi sambil makan juga.

    • Iya, kalo orang sunda mah udah pasti paham. Kecuali kalo orang Tokyo atau Yokohama, kayaknya bakal mikirnya beda, hahaha

  • Namanya unik ya..Arunika…saya pernah ke Kuningan tapi entah jaman kapan,so pasti semua udah berubah,padahal baru setahun ya mas,gimana kalau bertahun”ga balik hehe..tertarik Ama mie tek-teknya,kayaknya walopun pedes tapi nikmat,tempatnya keliatan adem gitu, cakep buat yg demen berfoto-foto, bisa cuci mata dan anak-anak pasti suka yang ada wahana kebun binatangnya.

    • Arunika tuh kata puitis yang mulai over-used kak hahaha

      Yups, enak nih tempat gini jadi ga cuma cafe. Tapi ada makanan berat plus hiburan buat bocil juga.

  • Wah keren nih tempatnya. Aku kayaknya bakalan suka yang Joglo itu deh. Wow banget itu pemandangannya. Manjain mata dan adem. Makanannya juga kayaknya enak. Mau ih main ke Kuningan, ke Arunika ini. BAwa anak-anak kayaknya wajib banget masuk Sato Land, ya. 🙂

    • Aku juga penasaran sama joglonya mbak. Nanti kalo pulkam lagi kayaknya mau nyobain deh yg versi atasnya.

  • aku suka yang berbau alam kayak gini, nggak cuman makan aja, tapi pengunjung juga bisa ke Sato land-nya, pas banget kalau ajak anak-anak atau keponakan
    Waduhhh kalau sehari sebelumnya ada antrian hampir 4 jam, yaampunn kalau aku kayaknya mending ga jadi masuk. Waktu segitu bisa dipake buat explore tempat lain, apalagi kalau waktunya terbatas

    kayaknya di Arunika ini, tiap weekend ga bakalan pernah sepi pengunjung nih. Karena dia juga menjual tempat yang asik sih

    • Iyaa, sisa peninggalan ramadhan dan lebaran, trus karena viral juga jadi yaa sejuta umat bejibun pengen nyobain.
      Untungnya ini worth it si, ga mengecewakan tempatnya.

  • Pernah doonk.. ke Kuningan.
    Tapi gak main ke Arunika, malah ke Waterboomnya. Kuningan ternyata lumayan dingin yaa..
    Dan asik banget konsepnya nih… istirahat, main, makan dan menciptakan momen seru bersama keluarga. Bener.. ka Fajar Bapak idola.
    Hihihi…

    • Aku malah belom pernah ke waterboom sampe sekarang, hahaha.
      Soalnya air di kuningan mayoritas dingin dan bikin menggigil. Jadi aku males mandi kalo di kampung wkwkwk

  • kalau aku belum pernah ke kuningan mas. Jadi penasaran jalan di kuningan semulus apa. Kalau jalan mulus dan kondisi baik tentu saja bikin masyarakatnya senang dan bangga terhadap pemkab.

    Arunika, namanya bagus. Artinya pemandangan saat matahari terbit. Kata itu juga sudah masuk dalam kbbi.
    Mie tekteknya sungguh menggoda. Warnanya menarik, walaupun bakal bertarung dengan pedasnya..hahaha
    Tempat seperti ini memang cocok untuk anak-anak. Mereka bisa belajar dan berinteraksi dengan hewan. Ini ga ada foto ayam polandia mas…?aku menantikannya 😀

    • Betul mas, Alhamdulillah meski secara infrastruktur masih agak kalah dari kota maju, tapi kalo jalanan di Kuningan mayoritas bagus dan mulus.

      Menurutku kosakata Arunika sekarang udah mulai berkurang tingkat puitisnya. Mungkin karena keseringan dipake kali ya, entah buat lokasi, puisi hingga nama anak-anak. Over used!

  • sama mas, lama ngerantau di kota orang, pulang-pulang ke kampung halaman, lha kok banyak yang berubah, jadi makin keren aja hehe

    btw tempat wisatanya keliatan sejuk ya mas, jadi pengen ke sana juga kalau lagi mampir di kuningan 😀

  • Waaahh menarik niihh wisata Arunika di Kuningan. Mau direkomendasiin ke sobat saya juga yang asli Kuningan, soalnya dia blm pernah bahas bisa jadi belum tau, ahahaha.

    Sama saya juga pasti milih Arunika bawah, begitulah kalau emak emak dan bapak bapak yaaa pilihannya yang aman untuk semua anggota keluarga (baca: bocah). Btw itu mie tektek kok menggiurkaaann…aaaaa ngileeerrrr

    • Wah kuningannya dimana tuh? Apa jangan-jangan deket, hehehe

      Arunika atas malah pilihan emak-emak mbak. Soalnya bisa buat putu putu estetik ke instagram sama tiktok hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *