Kalian senang memelihara ikan? Penasaran, pengen nyari-nyari koleksi spesies unik baru untuk ditambahkan ke dalam aquarium? Nih, sini, Mampir ke Pasar Ikan Hias Jatinegara. Karena tempat ini adalah surganya para pecinta hewan aquatik. Isinya tuh benar-benar lengkap. Dari yang kecil sampai yang besar. Dari yang murah sampe yang mahal. Dan bahkan mau cari yang eksotis macem ikan air laut sekalipun, disini ada juga!
Eh tapi bentar dulu. Gimana ceritanya kok tiba-tiba saya jadi ‘nyasar’ kesini?
Well, semua ini bermula gara-gara kamera Fujifilm XA5 andalan saya, mendadak rusak. Jujur dari situ saya agak bingung, karena posisinya pas banget ada satu event wedding pamungkas sebelum masuk bulan Puasa, dimana tentunya saya harus in charge.
Untunglah adik saya, Farid (a.k.a Asep), berbaik hati meminjamkan kameranya untuk saya pakai di event tersebut. Bukan maen dah, kamera mahal pulak yang dikasih sama dia. Kamera Nikon dengan lensa Fixed, yang biasa dia pakai untuk shooting sunmori.

Long story short, akhirnya saya pun jadi menggunakan kamera tersebut di event Grha Pertamina tanggal 14 Februari lalu. Dan karena event-nya malam, alhasil saya baru selesai dan bersiap pulang sekitar pukul 21.00.
Berhubung besok si Asep ini mau pake kameranya buat sunmori, mau nggak mau ya malem ini pu saya harus dibalikin segera.
“Janjian di Pasar Jatinegara aja. Aa pulangnya searah kesana kan?”, ucapnya melalui chat WhatsApp.
Saya pun mengiyakan, karena memang Pasar Jatinegara adalah salah satu titik yang saya lewati dalam perjalanan pulang menuju Bekasi. Hanya saja, jujur sampai sekarang saya gak pernah melipir kesana barang sekalipun.
Saking bingung pertama kali datang, bahkan pas sampe pun sempet bingung, gak tau parkiran motornya sebelah mana.

Sebenarnya saat itu kondisi tubuh saya sudah mulai lelah. Ya bayangin aja, standby event sedari siang, baru kelar jam 9 malam. Manalah arah pulang ke Bekasi pun masih jauh menjulang, sisa sekitar 20 kilometer lagi.
Tapi berhubung kala itu posisinya udah nanggung, dimana motor udah kadung masuk ke parkiran. Ngide banget deh tuh saya ngajakin adek saya ini untuk masuk ke area Pasar Ikan Hias.
Responnya Asep gimana?
Wah, ya tentu setuju lah. Orang ini emang tempat nongkrong favoritnya kok. Bahkan ikan peliharaan dia di rumah aja ya, beberapa tuh ya belinya dari pasar ini. Jadi bak gayung bersambut, kami pun segera bergegas memasuki area Pasar.
Sekilas Tentang Pasar Ikan Hias Jatinegara

Kehadiran kami langsung disambut oleh deretan ikan yang telah tersusun rapi dalam aquariumnya masing-masing. Kebetulan untuk area pasar ini terbagi menjadi dua, ada area ruko dan area lapak. Kali ini kami masuk ke area rukonya terlebih dahulu, yang tentunya terdiri dari para pedagang yang stay di rukonya masing-masing.
Namun karena hampir semuanya menjajakan produk yang serupa dalam etalase kaca, maka sekilas tercipta ilusi pemandangan akuarium raksasa.

Pasar Ikan Hias Jatinegara sendiri sejatinya telah eksis selama puluhan tahun. Bermula dari kerumunan pedagang kaki lima yang menjajakan ikan di sepanjang trotoar Jatinegara, kini posisinya telah bergeser ke lokasi resmi dan berkembang menjadi salah satu pasar ikan hias terbesar di ibu kota.
Untuk jam operasionalnya sendiri, itu baru aktif di malam hari. Dimana rata-rata para bedagang baru bersiap sekitar pukul 20.00, dan lanjut menjajakan dagangannya sampai adzan subuh berkumandang.
Ini jadi pas banget ya. Pas saya datang, pas mereka baru pada buka, hehehe.

Berkali-kali, langkah kaki saya harus terhenti karena terus terdistraksi. Melihat berbagai jenis ikan aneka bentuk, rupa dan warna yang tersaji di wadah kaca.
Untungnya adek saya ini udah beberapa kali melipir ke pasar ini. Jadi dia tau betul, ikan apa yang ada di hadapan saya, dan berapa estimasi harganya. Macem tour guide lah ya, tapi dibayarnya cuma pake tengkyu.
Ikan manfish longtail ini, info dari Asep sih harganya kisaran 50 ribuan.


Ada juga toko spesialis ikan mas koki, yang koleksinya ada bermacam-macam rupa dan spesies. Ini jenis ikan favorit Ibu saya nih, soalnya memang bentuknya unik, rupanya pun nampak anggun dan cantik. Meskipun berenangnya tuh Alamaaak ya, lemot bener.
Info dari Asep, sebagian besar ekor ikan mas koki yang bentuknya rapi.. itu bukan terbentuk secara alami lho. Melainkan, dipotong secara manual oleh penjualnya sejak dini. Hiyah, gak tega banget ya dengernya.
Tapi yah, begitulah manusia. Kadang demi sekeping estetika, rela menghalalkan segala cara.

Menariknya, sepanjang saya berkeliling mengitari area ruko ini, hampir tak ada satupun yang menyapa atau sekedar mempersilahkan bertanya. Beda jauh rasanya, dibandingkan kala kita masuk ke pusat jual beli smartphone atau pasar pada umumnya yang biasanya lebih proaktif menghampiri pelanggan.
Tak ada sekalipun terdengar bunyi suara, “Boleh kakaak.. Silahkan tanya aja dulu”.
Masing-masing pedagang hanya duduk santai, menanti pembeli yang benar-benar ingin bertanya. Dan sebenarnya jika kita ingin tau harga, hampir tiap ikan yang dipajang itu sudah tercantum harganya masing-masing.


Kalo kata Asep sih ya, tempat ini memang jadi salah satu destinasi Aquarium Date untuk kelas menengah ke bawah. Banyak muda mudi yang datang kesini bukan untuk membeli ikan, tapi hanya sekedar bersantai dan cuci mata saja. Ibarat kata macem Sea World atau Jakarta Aquarium, tapi paket hemat. Gak perlu bayar tiket masuk sama sekali, hahaha.
Dan ungkin itu lah alasannya, kenapa pedagang disini cenderung lebih pasif dan reaktif.

Banyak Koleksi Ikan Mahal & Eksotis

Semakin jauh langkah kami menyusuri area ruko, semakin unik dan eksotik juga koleksi ikan yang tersaji di hadapan kami.
Red Tail Catfish (RTC) misalnya, jenis ikan lele berbuntut merah ini bisa tumbuh hingga sepanjang 1.5 M dan berat hingga 80 Kg. Harganya kalau ukurannya sudah agak besar, lumayan mahal juga lho. Kisaran 2 sampai 3 jutaan.
Adek saya punya beberapa ekor RTC ini di rumah, dan pertumbuhannya lumayan pesat sekali lho. Mantap betul.


Ada juga ikan sturgeon, salah satu jenis ikan purba dari famili Acipenseridae yang telah ada sejak zaman dinosaurus sekitar 200 juta tahun lalu. Ikan ini terkenal di seluruh belahan dunia, karena telurnya bisa diolah menjadi kaviar, salah satu makanan mewah termahal di dunia.

Melipir ke ruko lain, saya juga menemukan aquarium berisi ikan pari. Ini spesies paru tutul, yang tutulnya itu… benar-benar terlihat unik dan eksotis. Kisaran harganya kurang lebih sekitar 5 jutaan kayaknya deh ya.
Nganu, spesies ikan pari ini yang sepenuhnya hidup di air tawar ya, jadi aman dipelihara di rumah. Asal ada uangnya mah, bebas-bebas aja.


Daaan masih banyak lagi sih koleksi ikan-ikan eksotisnya. Kalo saya sebutin satu-satu, kayaknya bisa jebol nih keyboard laptop saya, saking banyaknya.
Mau Ikan Laut? Ada Juga Disini.

Memasuki area ruko paling belakang, kita akan disambut dengan koleksi ikan hias air laut, yang bentuknya tentu lebih unik dan menawan. Tapi karena ini ikan air laut, maka tentunya butuh treatment khusus yaa. Gabisa sembarangan.
Jangan sampe dah ni ikan asal dimasukin ke air tawar. Dijamin, langsung good bye, hahaha.

Koleksi disini gak cuma ikan saja, tapi juga ada patrick si bintang laut dan beberapa jenis terumbu karang. Cuma mohon maaf nih ya, saya gak tau terumbu karang disini apakah hasil budidaya sendiri atau gimana. Saya nggak nanya lebih detil perkara ini.
Jujur, akuarium air laut itu eksotik dan menawan banget. Tapi baru melihatnya sekilas saja, saya langsung terbayang betapa ribet dan mahal biaya perawatannya. Wong filternya aja ya, itu makan space yang gede banget. Hampir sekitar setengah dari ukuran akuariumnya itu sendiri.



Oya, info dari asep, di ruko ini juga biasanya ada ikan hiu yang dipajang dan dijajakan. Tapi sayangnya, pas saya kesini sih aquariumnya udah kosong.
Mungkin udah sold out kali ya.
Keluar Menuju Ke Area Lapak


Puas berkeliling area ruko, kami pun mencoba singgah ke area lapak. Tapi baru beberapa langkah, kami langsung disambut oleh gemuruh lautan manusia. Buseeet.. Beneran padet bangetttt!
Berbeda seperti di area ruko, pedagang di area lapak ini rata-rata hanya menjajakan dagangannya dengan menggunakan plastik polos saja.
Ada siiih yang pake aquarium, tapi ukurannya lebih kecil. Gak sebesar di area ruko tadi.

Dan menariknya, yang dijajakan di area lapak ini justru tak kalah lengkap dan menarik dibandingkan dengan apa yang tersaji di area ruko. Malahan, disini kita bisa lebih leluasa untuk melihat dan memegang. Karena tiap hewan sudah dibungkus dalam wadahnya masing-masing.







Pengunjung kala itu benar-benar ramai, dan memenuhi hampir setiap sudut. Membuatnya terasa seperti gang senggol. Lewat aja kudu miring-miring, saking padatnya. Mungkin karena kami datang kesini di akhir pekan kali ya, jadinya seramai ini.
Soalnya info dari Asep, hari-hari biasa sih biasanya gak seramai ini.

Saking banyak dan random-nya pedagang yang menggelar lapaknya disini, saya pun sampai bingung sendiri. Ada lho ya satu pedagang yang saya kirain tuh jualan sayur, nyempil disini.
Eeeeh.. pas dilihat lebih deket, ternyata itu tuh jualan tanaman ornamen buat di air, hahaha.

Untung itu saya cek ulang lagi ya. Kebayang kalo saya maen ucluk-ucluk nyamperin terus bilang, “Bang.. beli bayem sekilo“.
Apa abangnya gak bingung tuh.. Hahaha
Tebak, Apa yang Saya Beli Disini?
Tak ingin pulang dengan tangan hampa, saya pun memutuskan untuk meminang salah satu ikan yang dijajakan di salah satu sudut lapak pasar ini.
Ada yang bisa nebak, ikan apa yang saya beli?

Yak, Bibit Ikan Lele. Hahahaha.
Harganya murah benerrrr, 25 ekor cuma 20 rebu aja. Itupun ukurannya udah lumayan besar, gak cimit-cimit seperti bibit ikan lele yang saya beli sebelumnya.
Untuk apa saya beli ikan lele? Yaa tentu untuk melanjutkan proyek beternak ikan dalam media galon, yang sejauh ini hasilnya belum memuaskan. Doain aja yaa, moga setelah ini hasilnya bisa lebih baik dan berhasil dipanen.
Nganu, kalo dipikir-pikir kok jomplang banget ya. Adik saya melihara ikan lele premium, yang harganya bisa jutaan. Saya malah beli ikan lele biasa, yang dua puluh rebu aja udah dapet puluhan ekor, hahaha.
Biarin dah, yang penting tetep waras.
——
Yak, kurang lebih itulah cerita kami di Pasar Ikan Hias Jatinegara. Kalian ada yang pernah beli ikan disini juga ga nih?
Atau justru pernah nyobain aquarium date edisi murah meriah, alias cuma keliling tanpa beli apa-apa? hahaha
Coba ceritain di kolom komentar ya!
Bekasi, 20 Februari 2026
Dipublish setelah mendengar suara anak komplek bangunin sahur.




maaf. saya tak suka memelihara ikan sebab malas nak menjaganya di dalam akuarium. sy lebih suka membela kucing yg sangat mudah penjagaannya.
Saya juga sama kok Uncle. Di rumah ada pelihara kucing, tapi ada budidaya ikan juga.
Kalo yang suka ikan itu adik saya. banyak betul koleksi ikannya di rumah.
Banyak sekali jenis ikan ya
Aku sekitar rumah juga ada penjual ikan hias begini
Tapi ga tahu selengkap ini atau gak
Ini jenis ikannya bikin aku wow
Apalagi si ikan badut itu, sungguh menarik mata kalau dipelihara dan diajak ngomong kalau pas lagi bete
Paling geli lihat kotak maggot
Aku ga pernah ngajak ngobrol ikan kalo lagi bete mbak. Soalnya liat mulutnya kan mangap2 mulu ya, berasa lagi nyahut mulu hahaha.
Enakan ngobrol ama kucing, soalnya dia kalo gitu suka pouring.
wahhh banyaknyaaaa pilihan ikan-ikan kat sini… cantik-cantik belaka… peminat ikan tentu pening kepala masa membeli hehehe
Betul sekali mbak Anies. Apalagi yang punya anak, walah.. bisa kalap kalo disini.
Pilihannya banyak, harganya pun murah-murah.
Pasar Ikan Hias Jatinegara menarik banget koleksinya. Pantes sampai ada yang ngedate di sana. Koleksinya nggak kalah sama tempat wisata hahahaha…
Kalau saya sih tertarik ngajak anak ke sini. Seru kayanya lihat aneka macam ikan. Tapi buat beli ragu-ragu. Pernah beberapa kali nyoba pelihara ikan hias, mati melulu. Nggak jodoh sama hewan kali ya. Beda sama adik iparku yang pelihara hewan apapun selalu sehat. Bahkan sampai berkembang biak dan dijual-jual.
Baru tahu bibit ikan lele semurah itu. Semoga lancar ya budidaya ikan lelenya.
Iya mbak, ini kalo lagi gabut dan tanggal tua, bisa kesini aja. Murah meriah cuma bayar parkir doang.
Sayang sekali, budidaya lelenya masih gagal euy. Banyak yang metong, hiks
Bisaaaa banget kamuuu Fajarrrr.
Dari ngembaliin kamera sampai melihat dekat pasar ikan. Thank you sudah menulis. Aku jadi lebih tahu dan ingat, aduuh sampai saat ini mau main ke aquarium Jakarta belum kesampaian terus.
Hik, aku tuh sedih kalau lihat semua mahluk laut di jual belikan. Entah kenapa aku kurang suka dengan itu. Mungkin aku mencintai laut dengan segala isinya segitunya. Kebayang mereka bebas hidup di laut sekarang kekukung di satu plastik atau kaca.
Tapi ya udahlah yak, namanya juga manusia. Selalu saja ada celah mengorbankan dengan mengatasnamakan kesenangan. Anw, aku ga kebayang kalau kau bilang, beli bayam. Aku ngakak wkwwk, sempat-sempatnya kepikiran gitu.
Saya pun mauuu ke jakarta Aquarium mbak. Tapi denger-denger, sekarang biaya masuknya lebih mahal yaa.. dan areanya pun lebih kecil.
Yha, namanya hobi mbak, mau gimana hehehe. Adikku melihara lele RTC dari kecil, sekarang udah segede tangan. Hahaha
tadi awal saya baca tentang kamera, tiba2 ke aquarium mencari ikan ya mas fajar :p
dulu adik saya pernah bela ikan, tapi sering mati. kami kurang arif bab2 penjagaan ikan ni
Ahahaha, agak random memang ya mbak..
Saya pun sama mbak. Seringnya gagal, apalagi kalo lupa ngasih makan. Hadeuuuh
Dulu saya sering kesana mas waktu masih hobi ikan lohan. Tapi sekarang dah nggak lagi.
Emang pasar Jati Negara selain ikan hias banyak juga yang jual hewan2 langkah, Bahkan hewan yang dilindungi terkadang ada disana.
Eh tapi ikan lohan mah masih ada loh mas. Jenonngggg banget, kayak abis digetok. Hahaha
Nah kalo hewan yang dilindungi, jujur aku kurang tau. Makanya gak banyak komen.
Soalnya ada ikan hiu sama pari aja, itu aku udah tanda tanya.
Betul banget mas dulu juga waktu kesana aku pernah ditawari anak ikan Hiu… Lhaa gue bilang gimana meliharanya kalau udah gede.
Iya memang dipasar ikan hias Jati Negara masih ada yang jual ikan Lohan, meski nggak seramai waktu dulu. Mungkin buat sekedar pajangan doang Lohan juga masih enak untuk dipelihara.
Ahahaha, mungkin spesiesnya beda kali ya. Jadi yang ukuran maksimalnya pun gak sampe gede banget. *Mungkin.
Saya gak sempet nanya harga si. Tp kayanya masih ada aja peminatnya kok mas
Ya Allah itu bibit ikan lele murah meriah, cuma IDR 20rb. Saya juga mau.
Sepakat sama Kang Fajar, tak apa murah, yang penting kita tetep waras.. dompetnya.. hehe.
Pas awal-awal baca bagian masuk ruko, saya kira Kang Fajar bakal banyak ditanya setiap lewat toko mereka: “silakan Kak, perlu ikan apa, ya?” .. Ternyata tidak, ya. Meleset banget perkiraannya
Wah, kalo ditanyain mulu gitu mah.. saya pun lemes kang. Capek lho nimpalin bolekakak bolekakak gitu.
Dah kita mah budidayanya juga bukan hias. Tapi pengen digedein, buat ntar kapan2 dimakan hehehe
my husband ada bela beberapa jenis ikan dalam akuarium kecil kat rumah kami. tempat mcm ni sure jadi his favourite lah. menarik sangat!
Wah, coba ajak husbandnya kesini mbak. Pastilah akan senang sekali beliau
Saya baca endingnya kok pengen ngikik ya mas. Nggak apa² lah itu bawa ikan lele. Kan bisa diternak, terus bisa dijual mas. Lumayan kan.. #yampun opportunis ya..
Aku nggak kebayang kalau putri ikut, pasti minta bungkus ikan yang bilang “bungkus daku kakak”
Tapi pasar ikan Jatinegara ini ngingetin salah satu pasar ikan di SBY mas. Alm.bapakku suka ke pasar ikan, sering cari kawan buat mantan ikan arwana di rumah.
Ahahaha, saya pun oportunis begitu pada awalnya mbak. Tapi begitu sudah dijalani, mbok ya capek jugaaaaa. mesti sering ganti aer sama rajin ngasih makan. Kalo nggak, ya bisa banyak yang mati euy.
Aku tuh dulu banget pernah punya akuarium kecil, dulu mah ikutan lagi jamannya ikan yang kepalanya jenong ituloh, ikan apa ya, udah lupa wkkwkk, tapi enggk bertahan lama soalnya kudu rajin bebersih airnya, ngurasnya, itu kadang yg bikin males, , asiik banget kalo liat penyuka ikan sampe rame gini, banyak jenisnya, tinggal duitnya aja, mau yang mahal atau yang murah tinggal pilih, Waduuh itu ntr lelenya kalo gede bisa di goreng gak yak
Louhan? Hehehehe.
Sebenernya kalo filtrasi airnya bagus, gak mesti sering-sering ganti air mbak. Wong Aquarium peliharaan adikku pun jarang banget kok ganti air. Bersih terus airnya.
Wow! Ini kira macam syurga pencinta ikan hiasan… Kalau peminat tegar mesti 24jam tak cukup untuk habiskan masa di sini…
Pertama kali uncle tengok clown fish tu berenang jauh dari tumbuhannya… Selalunya clown fish hanya akan berada dekat dengan tumbuhannya dan tak akan terpisah.
Pastinya uncle! Adik saya pun sudah berkali-kali lho bolak balik kesini.
Kebetulan clown fish itu gada ademonnya. Anemonnya ada di aquarium lain uncle
Ya Allah aku ngakak yg part jalan2 kayak SeaWorld versi ekonomis . Bener juga sih .
Eh kok jomplang banget antara yg di ruko Ama yg dj luar jumlah pengunjungnya yaaaa. Emang jauh harganya mas? Jadi kasian Ama seller yg di ruko. Itu untung ga sih, kalau pembeli antara ada dan tiada .
Melihat ikan ini bukan fav ku. Aku lebih suka hewan yg bisa dipeluk, ada bulu, bisa diajak main dan lari2. Sementara ikan ga bisa. Dan lagi aku tahu cara perawatan ikan ini ga segampang tinggal masukin air . Ribet banget. Belum lagi mati lampu lama, bisa tewas kayak kejadian arwana yg mati gara2 mati lampu beberapa jam .
Temenku ada sih yg suka pelihara ikan. Makanya dari dia aku tahu ada pasar ikan hias dh Jatinegara .
Eh, ikan2 yg dimasukin dlm plastik gitu, berapa lama ditaro di situ mas? Itu ga ada udara lama2 kan?
Nah, kapan2 kesini mbak kalo lagi bokek. Hahahaha.
Kalo kata adikku sih, yang diluar-luar itu justru banyak bawa barang jualan dari ruko. Jadi ya sebenernya mah podo-podo wae mbak.
Tergantung jenis ikannya juga mbak kalo perkara perawatan. Kalo macem ikan lele RTC yang dirawat adikku, itu dia kayaknya lebih tahan si. Gak yang langsung mabok kalo misalkan mati lampu.
Ubur ubur ikan lele, semoga sukses beternak ikannya le. Mas Fajar, di pasar ikan ini beratti hanya khusus menjual ikan aja yaa, ikan berbagai jenis dengan vatiasi harga dari yang murah sampai yang mahal. Saya penasaran, apa ada yg jual aquariumnya gak?
Saya suka itu yang pas mas Fajar muterin area ruko gak rame kaya di area luar. Jadi serasa mengelilingi seaword…melihat berbagai jenis ikan. Banyak banget yaaa ternyata jenis ikan hias tuh, beragam rupa.
Adaa kok yang jual aquariumnya mbak. Malahan, disini bisa request bentuk dan ukuran. Terus harganya pun lebih murah dibandingkan beli Online. Mantap kan?
Tempat yang pertama itu lengkap ya, ikannya, sampai jenis ikan laut juga ada. Menarik, dan suka juga tengok ikan-ikan ini. Dulu, suami saya ada bela ikan hiasan. Tapi seekor demi seekor mati. Tinggal ikan suckermouth catfish atau orang Malaysia panggil ikan bandaraya, yang suka menempel di dinding akuarium dan memakan lumut. Sudah berhenti membela ikan kerana kekangan masa, suami malas mencuci akuarium. Hehe… Semoga berjaya ya Mas, menternak ikan lele atau catfish ya, atau orang Malaysia panggil ikan keli. Senang la nak makan, boleh tangkap saja. Goreng pun sedap.
Kalau ikan suckermouth atau disini biasa dipanggil sapu-sapu, memang sangat bandel mbak. Daya tahannya luar biasa, makanya kan dilarang untuk dilepasliarkan begitu saja. Bisa jadi invasif.
Buktinya di Indonesia, kalo cek kali ciliwung.. itu sekarang isinya ikan sapu-sapu semua. Ikan aslinya udah punah perlahan, hiks
Pasar ikan memang selalu menarik untuk dikunjungi
Di Surabaya, pasar ikannya ada di daerah Gunung Sari
Kirain mas fajar mau beli ikan buat aquarium eh ternyata buat beternak ya
Kreatif banget, ternak lele di galon
Korban istri ini juga mbak. Dia yang pengen gara-gara liat tiktok. Saya yang disuruh gedebak gedebuk, hahahaha
karena dulu rumah saya di Buaran, maka saya tau pasar ikan Jatinegara ini, Mas. Hanya duli tidak seramai dan selengkap ini. Saya sih, kalau naik busway pengin mampir, tapi ternyata ramainya malah mulai malam bahkan jualan ikannya sampai subuh ya. Saya kira Mas Fajar mau beliin Putri ikan hias yang imut. eh.. ujung-ujungnya beli bibit lele hahaha. sukses ternak lelenya Mas.
Aduh, ga ada deh pak beli-beli ikan imut. Yang ada entar malah diunyeng-unyeng doang sama putri, hahahaha.
Siap, makasih paaak. Sejauh ini, tingkat kegagalannya masih tinggi nih, hiks
Tahun 2002-an, saat masih tinggal di Bukit Duri, Jatinegara tuh tempat favorit untujk jalan-jalan keluarga (aku, suami, dan baru 1 anak). Selain ke Pasar Jatinegaranya, ya ke Pasar Ikan Hias, ke Pasar Batu akik, juga tempat buat beli elektronik.
Setelah anak puas lihat ikan, trus kulineran deh, di sepanjang jalan dekat rumah sakit mitra keluarga, yang sekarang jadi RS Premier.
Enggak pernah beli ikannya, tapi senang aja ke sana, ibaratnya cuci mata.
nah aku belum pernah ke semua itu mbak. Sesekali pernah lewatin pasar hewannya, tapi kayak ga tega aja gitu. Terlalu random, dan denger2 banyak yang penyakitan kalo disana.
Baru tahu kalau di dalamnya itu segede itu yak, dulu sering lewat sana karena pacar arah rumahnya ke Cipinang, bukan ke LP Cipinang yak tapi, sering perhatiin kalau lewat emang banyak yang dagang aneka hewan, tapi nggak pernah masuk ke dalam, di dalam ternyata se padet dan sewarna warni itu ya. Kayaknya kalo yang nggak cocok sama atmosfernya bisa mual deh itu, gue liat aja udah kaya pusing soalnya mas hahaha.
Tapi dari sekian banyak ikan hias yang bisa dipeliharam kenapa Anda beli lelel hey wkwkwkw. Unpredictable sekali, sangat bapack-bapack choice yak.
Hahahahaha, kebetulan lagi ada project per-lele-an di rumah mas. Jadi yaudah kepikiranny abeli itu aja. Daripada ikan hias laen gitu, bingung ngurusnya gimana
Anakku suka banget ikan, pasti seneng banget kaau diJk ke pasar ikan hias Jatinegara ini. Lengkap banget koleksi ikannya ya, saya baru tahu ada RTC dan ikan Patin Albino yang harganya bisa jutaan. Menarik banget. Mau budidaya ikan lele ya kak, saya malahan inget ayah saya yang memelihara ikan lelenya di bak mandi rumah, hehe …
Hah? Gimana tuh mbak, hahaha. Kebayaaaang..
Orang aku ngurusin di galon aja capeknya bukan maen. Kudu sering-sering dikuras biar gak bauuu
Aduh!! Cantik-cantik corak ikannya.. Pelbagai jenis..
Sha dulu pernahlah bela kura-kura tapi lepas mati, memang tak bela apa dah..
Saya pun pernah rawat kura-kura mbak. Tapi capek rawatnya, harus cuci air terus karena baunya bukan main. kebetulan waktu itu rawat kura-kura ambon
Baca cerita ini jadi keinget, tahun 2019-2020 an sering bulak balik pasar ikan hias Jatinegara, secara Deket sama rumah dan maklum ada yang hobi melihat Nemo dan kawan-kawannya. Sering beli air laut juga di sana. Memang nggak salah kalau di sebut kawasan date para pencinta ikan atau cuma sekadar cuci mata tanpa kena HTM dan serunya pedagang di sana nggak berisik nawarin. Jadi yang mau lihat-lihat nggak keganggu.
Cumaaa, emang kelam banget ya. Ekor mas koi yang cakep itu rupanya di potong manual, aikh sakit kali jadi si ikan.
Nggak heran kalau Asep demen ke sana. Banyak yang bisa dibeli dan dilihat. Bikin enjoy dan fresh mata memandang setiap aquarium yang terpajang.
Eh, mbak lala dulu pernah tinggal di Jatinegara sebelum di Bogor? Saya malah baru tauuu..
Iya, yang mas koki itu agak sedih si dengernya. Demi estetika, akhirnya jadi semacem dipaksa ya.
Eh aku pikir di pasar ikan kayak gini tuh yang dijual ikan-ikan air tawar aja lho, ternyata ada ikan laut juga ya. Yaampun, ini sih pilihannya beragam banget banget. Beneran kalau hobinya melihara ikan dan punya akuarium sih puas milih-milih gak sih?
Sampai saat ini aku pun gak melihara ikan, karena takut gak bisa ngurusnya euy. Tapi Nara pernah bawa ikan pas pulang outbound, biasa dapet jatah satu satu gitu. Sorenya kami ke pasar ikan deket rumah. Mirip2 banget lorongnya, cuma memang lebih kecil aja dan gak sevariatif ini pilihan ikannya.
Aamiin, semoga usaha Lele-nya pelan-pelan berbuah manis ya mas. Sukses teruuss.
Bukan maeeen mbak. Makanya disini rame terusss kalo weekend, peminatnya gak pernah surut sampe pagi, wkwkwk
Lelenya belom apa2 udah mati 5 hiks
Baru tahu ikan maskoki bisa dipotong Siripnya biar kelihatan indah. Tapi aku juga baru tahu ada pusat penjualan ikan hias ini yang pastinya surga banget ya buat pecinta ikan hias. Dan iya ini bisaa juga jadi tempat wisata ikan yang lebih murah dibanding ke sea world. Hihi
Nah itu yang sedih si. Kayaknya sedari kecil udah digituin mbak, biar keliatannya lebih bagus. gatau ya itu menyakiti si ikan apa nggak
wihhhh seru explorenya, ku jadi inget dulu gearku pake nikon juga awal awal suka foto, cumaaan ilaaang dijambret pas lagi dikamboja, sedihhhh… Bagus kalau buat foto foto outdoor dan alam… ehhh malah ngelantur
BTW ini semua hewan hias kan ya, jangan dikonsumsi hehehe… macem ragamnya banyak dan jenisnya hampir semua ada. pasti bisa bikin akuarium dirumah jadi cakep. bagi diriku ini sebuah hobi yang butuh ketelatenan dan waktu yang cukup dan diriku ngga cocok huhuhu… aku penikmat aja dehhh
Terima kasih mas Dodon Jerry..
Ternyata dalamnya kek gitu ya?
Penuh warna yang membuat suka cita.
Daku belum pernah sampai ke dalamnya.
Palingan baru sampai depannya aja yang pinggir trotoarnya.
Padahal terbilang familiar lewat situ.
Sekalinya ponakan beli ikan pun juga kan daku nggak ngikut, cuma terima beres udah dapat ikannya dia haha
Coba sesekali muter-muter ke dalem mbak. Apalagi kalo pas yang jual ikan laut itu ada stock hiu, kayaknya bakal mantepp banget si ya
KSarie dan anak-anak kalau ke kedai aquarium menjual ikan memang bisa berlama-lamaan tengok pelbagai spesies ikan yang berwarna-warni. Satu ketenangan tengok ikan berenang ke hulu ke hilir. Walaupun selalunya berakhir dengan tiada ikan dibeli dan kami hanya makan aiskrim tetapi kegembiraan bersama anak-anak adalah satu benda yang memang awesome.
Berarti cocok kesini mbak. Disini mau nongkrong berapa lama pun, tidak akan ditegur, hehehe. Yang jualnya mah cuek-cuek saja.
Aslinya baru tau kalau ikan hias jenisnya banyak banget begitu. Unik unik pula bentuknya. Konsep pasar yang buka malam sampai dini hari ini jadi pengalaman berbeda banget buat pecinta akuarium, apalagi banyak pedagang yang paham betul soal ikan sehingga bisa kasih tips perawatan juga. Kayanya emang cocok banget buat siapa aja yang lagi cari koleksi ikan baru atau sekadar cuci mata sambil jalan-jalan.. Jadi penasaran juga sama bibit lele yang Mas Fajar beli nantinya jadi gimana
Jangan ditanya dulu mbak. Aku aja gak yakin ini bakalan berhasil apa nggak.. hiks
pasar ikan hiasnya ibarat seaworld versi mini ya, kkoleksi ikannya pun lumayan banyak tuh, dari ikan air tawar sampai ikan air laut juga ada
btw ternyata ternak lelenya tetap berlanjut ya mas, masih ingat saya postingan ternak ikan dengan media galon yang diletakkan di balkon kan ya. Wah sudah berapa kali panen nih? lebih sehat pastinya kan karena kan ternak sendiri
Boro-boro panen mbak. Itu ikan lelenya segitu2 aja ukurannya, kagak gede-gede, hiks
Kalau mudik ke Surabaya tu biasanya anak2ku diajakin bapakku ke pasar ikan juga haha. Walau liat2 doank gak beli tetep hepi =)) Soalnya aku bukan penggemar ikan hias jd kuwanti2 gak beli, liat2 aja 😀
Wkwkwk “akuarium date”, jangan2 adeknya pernah tu mas nglakuin *uhuks 😀
Ternyata pasar ikan hias Jatinegara ini udah mayan terkenal yaa, aku baru tahu lho. Jujur aku lebih suka ke pasar ikan buat makan ketimbang ikan hias wkwkwk 😀
Owalah ternyata di sana dijual bibit ikan lele juga yaa. Mayan banget sih itu buat beternak lele.
Di rumah ortuku juga adikku ternak beberapa ikan, lumayan buat ketahanan pangan di era kek sekarang ini.
Lebih bermanfaat soalnya haha 😀
Kayaknya si gitu mbak, mungkin pernah bawa pacar’e kesini. Biarin lah anak muda, hahahaha
Nah coba tolong ajarin saya dooong mbak. Saya di galon seringnya gagal meleeee wkwkwk
Menyenangkan banget lhoo berkunjung ke sana dan berkeliling dapat pengetahuan banyak tentang ikan tawar dan ikan laut.. mana cantik-vantik yaa.. peminatnya juga ternyata luar biasa banyak.. semoga sukses Jar beternak lelenya..
Siaap, terima kasih mbak Dedew
Wah boleh lama kalau ke sini. Bahagian aquarium air laut, cantik sangat tapi betul kos nya mesti sangat mahal kan.
Saya suka makan ikan dan kurang ada masa untuk peliharanya hehehe
eh Fajar, jadi kameranya yang rusak akhirnya dibenerin di mana? Halah, out of the topic bener pertanyaannya. Terus tau gak tempat yang mau beli kamera lawas? Tambah jauh aja ngobrolnya…
But let’s get back to pasar ikan hias Jatinegara. It has been ages since I went there with my late dad. Beliau dulu spesial beli akuarium trus diisi ikan2 hias. Beliau juga yang rajin membersihkan, kalau saya sm ibu mah males banget. Paling kami kuras doang. Dan dulu gak pernah jalan sampai jauh ke dalam, karena mungkin saat itu juga dagangannya gak sevariatif sekarang. Plus, yang diincer memang cm ikan hias aja sih. Sukses yaaa ternak lele-nya!
Wah wah pasar ikan , tapi jauh ah jati negara mah hehe aku kalau di Bandung mah di Muara jalan Peta Bandung ya mas fajar catet bisi mau belanja ikan disini
Pasar ikan nya juga lumyan besar dulu sering beli ikan buat akuarium mamah , beli 30 rebu udh dpt ikan2 hias cantik
Pas punya kolam dirumah aku punya Koi tapi biasih dari awal punya kolam thun 2021 ada 6 koi , sisa 4 karena mati diubek tetangga