Akhirnyaaaa, setelah hampir setahun mendekam doang di hard disk, mulai hari ini cerita perjalanan saya ke Yogyakarta akan saya keluarin satu per satu! Siapa aja yang udah nungguin? Ayooo angkat tangaaan!
Yap, buat kalian yang belum tau, saya tuh sempet liburan ke Yogya di periode Februari 2025 silam. Lumayan lama pula disana, hampir seminggu lah. Sayangnya, sepulangnya dari Yogya saya malah terkena writers block yang cukup parah, sampai-sampai blog ini sempat saya anggurkan selama beberapa minggu.
Dan setelah mood untuk nulis sudah balik lagi, yang terjadi adalah.. saya malah ngeluarin draft tulisan-tulisan terbaru dulu. Tulisan ke Yogyanya terpaksa ditunda. Dan selanjutnya, ada ajaaa trip yang berbuah bahan tulisan baru. Mau gamau, akhirnya tulisan Yogya pun ditunda lagi.
Begituuu aja terus, sampe cipung masuk akhil baligh. hahaha
Makanya, mumpung beberapa terakhir ini lagi ga banyak trip, kesempatan nih buat saya ngeluarin bahan-bahan lawas lagi. Karena sesungguhnya trip saya ke Yogya sangatlah panjang dan menarik untuk diulas. Bisa dipecah jadi beberapa seri tulisan.
Nganu, kalau saya hitung-hitung sih, bisa lah jadi 8 seri tulisan. Banyak kaaan.
Yuk ah, gausah berlama-lama. Mari kita mulai perjalanan ini dengan cerita awal perjalanan ke Yogya, kala kami semua naik Kereta Gaya Baru Malam.
———————–
Stasiun Pasar Senen nampak sibuk seperti biasanya. Riuh hiruk pikuk manusia yang berlalu lalang menjadi pemandangan yang biasa. Mulai dari petugas stasiun yang berteriak memanggil-manggil di pengeras suara, porter yang gesit mengangkut koper titipan, dan tentunya ribuan penumpang yang sibuk dengan urusannya masing-masing.
Sekitar jam 10.00, Saya, Thina dan Putri sudah terdampar disini. Duduk santai di kursi, sembari menantikan kehadiran mbak Yanti yang infonya sih akan tiba tak lama lagi. Dan memang benar, tak sampai sepuluh menit, ia sudah tiba di hadapan mata.

Trip kali ini memang agak unik, dan jujurnya agak sedikit dadakan. Niat awalnya ingin mengaktualisasikan rencana outing kantor dengan destinasi Yogyakarta. Tapi mendekati hari H, eeeeh.. malah banyak yang gabisa. Berguguran satu per satu.
Endingnya, yang berangkat cuma kami berempat saja. Saya, Thina, Putri dan Mbak Yanti. Outing kantor macam apaaaa coba kok sesepi ini, hahaha.
Long story short, sekitar jam 11.00, kereta yang kami tumpangi akhirnya tiba di stasiun. Segera saja, kami semua menyeret koper dan barang bawaan.
Adapun kereta yang kami tumpangi kali ini adalah kereta Gaya Baru Malam Selatan, keberangkatan 11.10 dan diperkirakan akan tiba di Yogya pukul 18.53. Waktu itu tiketnya beli di Traveloka, dengan harga 315 ribu per orang. (Waktu itu Putri masih Gratis).

Kereta ini sudah di-upgrade ya. Sudah menggunakan gerbong terbaru Economy New Generation. Konon, katanya gerbong baru buatan INKA ini punya desain yang lebih cakep, fitur lebih lengkap, dan kursi yang lebih nyaman.
Penasaran dengan defisini frasa ‘nyaman’ yang dimaksud, kami pun segera melangkah masuk ke area dalam gerbong.
Impresi Pertama Kami

Suasana berbeda langsung terasa kala kami masuk ke dalam kabin. Vibes di dalam gerbong yang biasanya agak klasik dengan kursi berwarna kelabu, kini telah tiada. Digantikan oleh sepasang kursi dengan konfigurasi kursi captain seat dan tone warna serba biru.
Formasi kursinya 2×2 ya (2 kanan, 2 di kiri), bukan 3×2. Jadi wajar kalau suasananya jadi kerasa luas banget. Rasanya lebih mirip naik gerbong Eksekutif ketimbang ekonomi sih.
Saya segera mencari-cari nomor yang sesuai dengan tiket kereta. Dan sepertinya sih gak terlalu sulit, karena di atas tiap jendela ada indikator yang menunjukkan nomor kursi masing-masing.

Setelah menemukan kursi yang dicari, saya pun langsung mengangkat koper ke area bagasi di atas kepala. Ternyata lumayan lega ya. Waktu itu saya bawa koper ukuran 24 inch, dan masih bisa masuk dengan mudah. Walaupun yaa, posisinya terpaksa dibuah nyilang. Karena mesti berbagi space dengan penumpang lain.

Di sudut paling ujung gerbong, terdapat penunjuk informasi yang cukup lengkap. Terdiri dari dua buah Monitor dan satu buah Papan LED berukuran besar di atasnya. Untuk layar monitornya ini menampilkan konten secara bergantian. Mulai dari nomor kondektur, waktu, tanggal, temperatur, kecepatan kereta. hingga posisi stasiun berikutnya.

Sementara untuk papan LED di atasnya, kurang lebih menyajikan informasi yang serupa. Tapi ada sedikit detil tambahan, yakni indikator toilet. Jadi kalau toiletnya ada yang lagi pake, kita bisa langsung tau dari sini tanpa harus antri dan gedor-gedor pintu. Nice touch sekali.
Tapi sentuhan yang paling saya suka, itu pintu antar gerbongnya. Sekarang pake sistem hidrolik otomatis gitu. Jadi kita tinggal pencet tombol aja, dan pintunya akan membuka dan menutup secara otomatis.

Senenggg banget si pas nemuin fitur ini. Soalnya saya ada pengalaman kurang enak di gerbong versi terdahulu. Pintunya masih manual, dan nutupnya tuh njeblag gitu. Kenceng banget suaranya, sampe-sampe Putri yang lagi tidur jadi kebangun terus.
Kursinya Nyaman Banget!

Setelah semua barang tersimpan rapi, saya pun langsung merebahkan diri diatas kursi. Seketika nuansa cozy langsung merambat menyusuri seluruh tubuh saya.
Untuk saya yang biasanya selalu naik kereta ekonomi, captain seat di gerbong Economy New Generation ini upgrade yang jauh banget si. Nyaman, dan kemiringannya pun bisa diatur. Nggak tegak lurus lagi macem di gerbong lawas.

Tiap kursi juga sudah tersedia armrest, sehingga nggak bikin tangan jadi pegal. Sementara legroom-nya lumayan lega, sehingga kaki saya yang sepanjang galah ini bisa duduk dengan leluasa. Asoy sekali.
Selain itu, kursi disini juga menggunakan sistem revolving alias bisa diputar berlawanan arah. Dan ini juga penting banget si, karena bikin semua kursi bisa menghadap arah yang sama dengan laju kereta.


Terakhir saya inget, pernah naik kereta Argo Parahyangan. Pas lagi apes, kursi yang dipilih tuh berkebalikan dengan arah laju kereta. Alhasil, perjalanannya jadi berasa mundur.. Dan sejujurnya, bikin pusing!
Syukurlah, upgrade kursi di gerbong terbaru ini nggak main-main ya.
Dan kalau kalian mau nge-charge hape, disini juga lengkap banget. Karena selain dua stop kontak yang terpasang di dinding, ada juga satu slot USB Type A dan satu slot USB Type C di area tengah. Jadi ga ada lagi rebutan colokan antara kita yes.


Kita Review Toiletnya Dulu

Kalo udah masuk ke dalam kereta gini, tentunya ada satu ritual wajib yang gak boleh dilewatkan, yakni menandai lokasi. Alias buang air, hahahaha
Dan jujur ya, untuk standar kelas ekonomi, toilet ini tuh udah proper banget. Pertama, toilet pria dan wanita dipisah. Penandanya pun cukup jelas, karena selain ada sign, pintu toilet wanita pun diberi warna pink.

Untuk jambannya sendiri, ini yang model duduk dan disertai flush. Menariknya, area duduknya terbuat dari bahan full stainless steel. Jadi silahkan bayangkan kalo kalian kesini subuh-subuh, dijamin bakal dingin banget tuh pas nempel ke pantat. hahahaha
Tapi saya salut si, karena di samping jambannya, itu sudah terpasang hand rail. Memudahkan banget untuk para jompo serta kaum disabilitas. Again, another nice touch!

Tapi sentuhan terbaik menurut saya, adalah wastafelnya. Karena sekarang, di bawah wastafelnya sudah ada footwasher, untuk mencuci kaki. Dan tentu fitur ini akan sangat berguna bagi para muslim. Jadinya wudhu bisa lebih gampang, tanpa perlu ngangkat-ngangkat kaki ke atas wastafel.
Makan Siang di Gerbong Restorasi

Berhubung kala itu waktu sudah mendekati waktu makan siang, maka kami pun memutuskan untuk hijrah sejenak ke kantin yang berada di gerbong restorasi.
Perjalanan yang tak mudah, karena ternyata selisihnya 5 gerbong! hahaha.

Tapi semua kesulitan itu terbayar tuntas, kala kami tiba. Suasana nyaman dan tenang langsung menyambut kami semua. Gerbongnya bernuansa estetik, dengan sedikit sentuhan batik, serta deretan meja dan kursi yang tersusun secara apik.
Tampak beberapa penumpang lain sedang menyantap makanannya masing-masing. Tak ingin ketinggalan, kami pun segera menandai sebuah kursi yang kosong, lalu menghampiri petugas untuk memesan makanan.




Tak jauh dari sana, ada satu meja yang penuh dengan roti, snack, dan tumpukan nasi kotak. Sayangnya, tidak ada alat masak apapun yang terlihat disana. Hanya ada dua buah microwave dan satu teko air panas. Pertanda bahwa makanan disini adalah makanan angetan semua.
Nganu, mungkin susah juga kali ya kalo kudu masak di dalam gerbong.

Meski begitu, tapi saya akui menu yang tersedia cukup variatif ya. Sajian makanannya gak cuma disediakan oleh KAI, tapi juga ada dari beberapa tenant lain. Ada ayam goreng, ayam bakar, ayam penyet, serta nasi goreng.
Pada akhirnya, saya memutuskan untuk meminang ayam goreng CFC, paket nasi bento, serta segelas kopi hangat. Tapi pas mau bayar, saya baru keinget kalo dompet saya ketinggalan di dalam koper!
Untungnya pembayaran bisa pake QRIS ya, jadinya lebih praktis. Kebayang dah kalo gabisa ya, ini masa saya kudu balik lagi nyusurin 5 gerbong cuma buat ngambil dompet? hahahaha.



Secara rasa makanan, so so lah ya. Namanya nasi box begini, secara rasa masih aman untuk dikonsumsi. Cuma yaa, kalo dibandingkan sama makanan yang dimasak secara langsung, ya tetep enakan yang dimasak langsung.
Sayangnya untuk harganya saya lupaaaa, waktu itu gak sempet nyatet. Tapi kalo gasalah, di kisaran 40 ribuan si. Mungkin karena agak pricy ya, makanya saya jadi males buat nyatet. hahahahaa

Sekarang Ada Mushola!

Iya, sekarang para kaum muslimin dan muslimah, ini kabar gembira banget si. Karena akhirnya kita bisa melakukan ibadah shalat dengan proper diatas kereta. Nggak lagi kudu shalat sambil duduk, seperti sebelum-sebelumnya.
Manalah zaman dulu gerbong kan kursinya adep-adepan ya. Jadinya kalo pas shalat tuh langsung berasa banget awkward-nya, hahahaha.
Untuk musholanya sih sebenernya gak gede-gede amat ya. Paling bisa muat 1-2 orang aja, tergantung ukurannya. Kalo saya yang volume badannya ngabisin tempat, paling bisa sendirian doang si. Soalnya kalo sajadahnya dihadepin ke arah lajut kereta, yang ada pas sujud kepala saya kepentok. kagak sampe.
Jadi yah, paling diputer aja sajadahnya. Disesuaikan, biar shalat-nya bisa lebih nyaman. Lagipula kan dalam situasi begini mah, kita bebas mau shalat menghadap kemana saja.
“Hanya milik Allah timur dan barat. Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” QS Al-Baqarah : 115
Penutup & Pendapat Pribadi

Kami melakukan perjalanan selama hampir 6 jam, sebelum akhirnya tiba di stasiun Yogyakarta. Sepanjang perjalanan, pemandangan indah khas kereta senantiasa tersaji di depan mata.
Meski begitu, saya pribadi memilih untuk melakukan hal lain ketimbang bengong-bengong saja. Salah satunya, adalah dengan menamatkan buku Atomic Habit yang sudah saya baca dari rumah.

Jujur, pergi ke Yogya dengan menumpang KA Economy New Generation ini membuat saya banyak merenung. Belajar tentang adaptasi, serta inovasi mengikuti perubahan zaman. Karena selama saya berada di gerbong ini, saya hampir selalu merasakan berbagai sentuhan mendetil, yang selama ini selalu saya nanti-nantikan.
Sebuah sentuhan yang mungkin hadir, dari akumulasi input dan kritik yang selama ini diterima oleh INKA dan KAI. Yang kemudian diterjemahkan menjadi produksi sebuah gerbong baru, penuh inovasi dan teknologi.
Maka dari itu, sebagai manusia, janganlah kita menutup telinga sepenuhnya dari nasihat atau pendapat orang lain. Apalagi, jika memang pendapat itu bukan berniat untuk menjatuhkan, melainkan membangun kita jadi lebih baik lagi.
Lho, kok endingnya tiba-tiba bijak begini? Apa jangan-jangan paragraf tadi dibajak sama Mbak Nik ya? hahahaha
Stay tune untuk update tulisan Yogyakarta terbaru ya!
Bekasi, 6 Maret 2026
Ditulis sambil mendengarkan lagu Rick Astley yang bikin pinggul bergoyang.




qkqkqkqk Fajaarr, kok bisaaa mba Nik dibawa2 pas closing hahhaah.
btw, sekarang yg new generation memang enakeuun.
aku pernah naik Ranggajati…amazed juga dgn KA ekonomi premium rasa eksekutif ceunah.
pengin traveling naik sepurrr lagiiiii
Wkwkwk ngapunten mbak, saya pun gatau kenapa tiba-tiba jadi bijak begitu.
Nah, enaknya lagi, gerbong lamanya digeser ke kereta lain mbak. Jadi pelan2 kursi tegak akan hilang dari muka bumiii
Bhuakakakakakakakakkakakakak Fajarrrrrrrr kamu tuuh bener-bener bisa banget.
Aku tuh baca tulisannya kok kayak baca komik lucuk tapi penuh informasi detail tentang kereta api. Ada dua hal yang bikin aku ga berhenti ketawa nih Jar.
1. Kok bisa-bisanya tuh kepikiran si jamban yang bikin dingin wkkwk, kepikiran pula subuh-subuh, aku malah kalau jam segitu mah mana kepikiran ke toilet wkwkw. Beneran langsung mikir, bener uga yaa, itu kan besi gitu, dinginnya ampun dah.
2. Itu loh karena harganya pricy jadi males inget-ingetnya. Bagian ini beneran makin ngakak. Tercermin loh kalau ga enak males yee inget-ingetnya ha ha ha
Kamu emang bener berhasil membuat suasana yang sendu hari ini karena hujan melele ini jadi hangat dan penuh tawa. Daaaaan penutupnya ajib sekaliiii, makasi loooh. Tambah ngakak. Pertahankan yaaak penulisanmu seperti ini. Sambil dapat informasi bisa olah raga muka. Berkah selaluuuu Fajar dan keluarga.
Yampuuun makasih mbaaak, sampe dijelasin semua lho perkara jokes-yang aku sisip-sisipiiiin. Ehehehe.
Terima kasih mbaaak sudah membaca serius dari awal sampai akhir. Duh, daku terharu sampe jadi laperrrr…
Wuiih dah nyampe Yogya aja nih mas, Jogja itu salah satu kota yang aku sukai, enggkntau kenapa, vibes nya beda aja, walau sekrang udah rame dan macet apalagi kalo pas musim liburan, tapi tetep aja keq pingin balik lagi ke sini, aku keqnya Juni 2024 terakhir ke sana, pingin lagi hehe
Iyah sekarang naik kereta api itu udah lumayan ok sih menurut aku, tempat duduk leluasa, toilet cukup bersih, ada tempat ngecas HP, yg paling aku suka tuh liat pemandangan selama perjalanan, mata jadi seger pas liat sawah yg ijo”
Udah lamaa ini mbak. Makanya mau dikleuarin pelan-pelaaaan.
Insya Allah nanti mau mampir lagi si ke Yogya, entah kapan wkwkwk. Nabung dulu.
Betul mbak, Alhamdulillah banget sekarang tuh udah banyak pembenahan dari KAI
Wah, ulasannya seru banget dan sangat informatif buat yang mau coba rangkaian baru dari KAI! Memang beda banget ya rasanya naik Kereta Ekonomi New Generation ini dibanding kelas ekonomi yang lama. Paling berasa perubahannya pasti di kursi yang sudah individual seat dan bisa diatur kemiringannya, jadi nggak perlu pegal lagi karena duduk tegak 90 derajat sepanjang perjalanan ke Jogja.
Cerita pengalaman perdana seperti ini selalu menarik karena jujur banget, apalagi bagian bahas fasilitas toilet dan interiornya yang makin mirip kelas eksekutif. Jadi makin yakin nih kalau perjalanan jauh naik kereta ekonomi sekarang sudah jauh lebih manusiawi dan nyaman. Terima kasih sudah berbagi pengalamannya, Mas! Sukses terus buat blognya.
Terima kasih sudah mampir yaa mas Didiiiik.
Sudah Naik Yaa Tiket Kereta Gaya Baru Malam 315 sekarang, kalau nggak salah waktu tahun 2022 saya naik masih 280 ribu, udah lama kelless! Haahaaa!!
Kalau bagi saya cukup Nyaman juga memang mas kereta Gaya Baru Malam. Syukur2 nanti bisa ke Jogja lagi saya kalau lagi ada bisnis wilayah Jateng & Jatim.
yah, namanya juga namanya mas, hahaha. Gerbong baru, fitur banyak baru, mau gak mau tiketnya pun makin naik dari waktu kewaktu.
Dulu mah saya ke jogja murmer banget. Cuma 90rb udah nyampeee
Sepanjang apapun tulisan Kang Fajar, ga pernah bosan buat bacanya. Coz tulisannya selalu insightfull, kocak, eh tiba-tiba bijak mendadak… hehehe, the real dengan siapa kita berteman, di sanalah kita ketempelan. Hasil sering blogwalking ke Mbak Nik, dapatlah kata-kata mutiara nan bijak beliau nempel di kita.. hahaha
Then, ini keretanya nyaman banget untuk kelas ekonomi. Perjalanan setengah hari pastinya terbayarkan pegalnya dengan segala kelebihan dari kereta new generation ini
Alhamdulillah, makasih sudah niat betulll baca dari awal sampai akhir ya maaas. Saya jadi terharuuu, pengen nyemil seblak. Eh.. astagfirullah.
Wah iya nih. mas. Agak lama juga ya keluar tulisan ini . Nunggu Cipung Akhil baliq dulu dan punya adik Lily. Bahkan dari putri gratis naik kereta sampai sudah harus bayar tiket hahaha. Dan perubahan signifikan sekalinya. Semuanya nyaman. Termasuk tempat duduknya. Jadi perjalanan 6 jam jadi tak terasa. Dan itu pintu penghubung gerbong juga makin nyaman. Setidaknya tidak ngeblak bikin jantungan. Dan sebelnya. Kalau Kursi kita dekat pintu, harus selalu bagian tutup, karena ada saja penumpang yang malas tutup hahaha. Semoga bisa coba naik kereta ini. Apalagi tujuan Yogya, jadi otomatis lewat kebumen juga.
Nah, itu diaaa pak. Saking lamanya sampe si Putri udah gak gratis lagiiii, heuheu
Alhamdulillah kereta yang ini pintunya udah otomatis pak. Jadi gak ada lagi perkara pintu kagak ditutup. Heu, kzl
wahhhh nampak selesa betul… siap ada musolla dan tempat cas telefon lagi….
Betul mbak Aniess, terima kasih telah mampir yaaa
Kebayang itu perjuangan melewati 5 gerbong untuk merecharge tenaga alias saat momen maksi hehe. Terlebih kalau yang seperti dalam bayangan Mas Fajar buat masak-masak di sana, beuuh aroma saat numis bisa masuk sampe gerbong lain gak sih hehe
Musholanya ada daku lihat di postingan TT. Jadinya menyenangkan sih buat yang ingin bepergian dengan kereta ini, apalagi di momen berpuasa seperti sekarang ini.
Engaaaappp mbak. Apalagi saya gendong si Putri, yang gak mau diem pulak. Makin berasa banget engapnyaaa.
Berasa ikut ditarik masuk ke gerbong New Generation-nya. Sebagai sesama pejuang kelas ekonomi, liat captain seat yang bisa rebahan dan pintu hidrolik itu rasanya mewah banget, ya. Nggak ada lagi drama pintu “njeblag” yang bikin kaget.
Salut juga detail ulasan toilet dan musholanya, informatif banget buat yang mau trip jauh. Memang inovasi KAI sekarang makin jempolan dan manusiawi. Ditunggu kelanjutan seri Yogyakarta lainnya, Mas! Semoga writer’s block-nya nggak mampir lagi biar ceritanya lancar sampai 8 seri.
Siap, terima kasih mas
Sampai delapan seri.. wkwkwk.. banyak amat, mesti siapin makanan ringan nih..wkwkwk
Nyaman banget ya sekarang naik kereta ke Yogyakarta kayak naik bus aja, kursinya pun 2×2 jadi terlihat lega.
Ahaha, siapin aja popconrnya mas. Tp yang awet selama beberapa bulan ke depan hehehe
aku juga akhir tahun lalu baru mencoba ekonomi newgen ke jogja dan benar nyaman sekaliii
Terima kasih maasss
ha knpa tiba-tiba mention ka nik haha
favorit ya kalau ke jogja pake kereta emnng lama tapi disukai ya
udh lama engga pelesir uy jadi upadate transportasi nya ku agk kudet
apalagi soal perkeretaan hehe tapi ini kereta ekonoi new generation worth it ya
Betul, kalo ke Yogyakarta mah, mantap betul naik kereta.
Apalagi kalo yang berangkatnya malem, sampe subuh. Beuh, itu view sunsetnya mantep bener
Ayo keluarkan semua sampai 8 seri!!!!! Selalu suka baca tulisan Mas Fajar yang kocak begini. Itu terakhir kupikir dibajak AI, soalnya tiba-tiba serius dan bijaksana sekaliiii. Eh ternyata kesambet Mbak Nik Ampuuun…
Ekonomi New Generation ini masih bikin aku penasaran karena belum kesampaian. Dari Bandung berangkatnya kepagian sih.
Tapi emang kereta ekonomi sekarang bagus banget ya. Jauh lha dibanding dulu. Walaupun harganya juga mengikuti. Itu rezeki banget dapat kursi di gerbong restorasi. Aku seumur-umur ke gerbong restorasi penuh mulu.
Ahahaha, siaaaap mbak. Doakan saja yaa lancar semuanya. Hari ini Insya Allah ada yang mau kuupdate lagi nih.
Eeh iya kah? Waktu itu juga aku pas kesana agak penuh si. Tp dasar aku mah santuy ya, aku nimbrung aja sama satu cewe yang lagi duduk sendiri. Trus beberapa menit, si ceweknya pergi. yaudah, kita dapet tempat duduk wkwkwk
Ekonomi premium sekarang emang udah jauuhh lebih enakeun dibanding generasi sebelumnya. Pernah juga saya naik Gaya Baru Malam Selatan ini, cuma sekali tapi, suami saya ternyata lebih prefer eksekutif karena tempat duduknya bisa diputer dan buat selonjoran kakinya lebih luas. Padahal lumayan banget penghematan kalo naik ekonomi premium, sekarang kereta eksekutif mahal euy.. Jadi kalo mudik ke Jogja lebih sering naik mobil sendiri sih..
Kalo beda harganya jauh mah, mending naik ekonomi aja mbak. Wong, sekarang mah udah senyaman itu kok, hehehe. Kursi duduknya juga gak yang sempit-sempit banget. Ini sy posisinya kaki panjang tinggi 174cm yaa, hehehe
Untuk uncle ada 2 benda yang paling utama… 1) Toilet yang bersih. 2) Ruang makan yang selesa dan banyak pilihan. Nampknya ENG ini menepati kehendak uncle… Two thumbs up!
Uncle nanti ke Bandung mau naik kereta ini juga kah?
Kalau iya, berarti bakal nyobain nih uncle, hehehe
Bantu jawab, uncle naik whoosh pp . Tadinya aku mau ajakin pergi naik panoramic, pulang whoosh. Tp kemudian inget, mobil aku tinggalin di parkiran, jadi mau ga mau hrs sama kereta nya
Waaah, panoramic padahal cakep banget itu mbak.
Naik whoosh juga seru si, cuma kudu ngayap ke padalarang dulu, hahaha
Naah bener kan, perjalanan lama pun jadi tulisan dan banyak lagi stok nya, hehehe.
Iya, kereta sekarang udah banyak upgrade nya ya, jadi nyaman, untuk ekonomi pun enak.
Paling beda sih bagian pintu, bener banget dulu tuh pintunya kayak gak kenceng gitu, jadi suka kebuka dan nutup sendiri dengan suara kenceng (yang sampai njeblak gitu bikin si Putri bangun, ahaha).
Eits, di restorasi bukan makanan angetan semua deh kayanya. Kan ada yang langsung masak instan, yaitu pop mie, huahaha. Tapi kayanya harganya pricy juga ya, mending beli makanan angetan xp
Banyaaak mbak. karena dari kemaren gak ada melipir, akhirnya pelan-pelan mulai kita keluarin, hehehe.
Eh iyaaaa, tapi kan sama-sama angetan mbak. Aer anget maksudnya, hahaha. Satu lagi selain popmie, ada chikuwa kalo gasalah. Enaaak itu, cuma harganya gak nahan wkwkwkw
Wah, meski ekonomi, kereta ini cukup nyaman ya mas
Kok lama mas liburannya, seminggu di Yogyakarta pasti banyak cerita ya
Terima kasih mbak dian
KAI memang terus berbenah ya pelayanannya, salut banget kereta ekonominya yang sudah diupgrade jauh lebih nyaman dibandingkan yang dulu.. kangen naik kereta api, sejak covid kalau mau ke Bogor aku naiknya bus malam..
Terima kasih mbak dedeww
Wah iya, kalimat penutupnya berasa ikutan kultum singkat menjelang buka puasa hehehe.
Patut diakui dan dikasih jempol sih KAI terus bertransformasi ke arah lebih baik. Gerbong ekonomi new generation beneran bikin penumpang merasakan kenyamanan yang luar biasa.
Gaya Baru Malam Selatan, berasa lebih eksklusif. Apalagi fasilitas toilet, restorasi, hingga mushola, tempat duduk yang jauh lebih empuk nan nyaman. Bawa anak-anak pun nggak worry banget terutama pintu yang bergeser otomatis cukup di pencet saja, nggak bikin berisik jeglak jeglek kayak yang tempo dulu.
Wah nggak sabar menantikan cerita sampai di Jogjakarta dan ngapain aja selama satu Minggu nih.
Lagi kesambet nasihat mbak Nik, wkwkwk
Eh kemarin pas ke Semarang, mbak lala naik kereta ini juga apa nggak ya?
Jauuuh banget si kalo dibanding dulu mbak. Dulu mah, kaki aja beradu dengkul mulu wkwkwkwk
Kereta api New Generation mamang mengesankan sekali. Selain bentuknya lebih keren dari ada banyak upgrade upgrade yang membuat kualitas perjalanan lebih menyenangkan. Ditunggu cerita-ceritanya di Jogja ya
Siap mass arief. Terima kasih yaaa
Saya juga bulan Januari kemarin naik kereta api new generation lho Mas Fajar. Penampakannya samaa persis dengan kereta yang Mas Fajar naikin. Tapi saya naik Lodaya dan berangkat dari Bandung. Saya pun sama tujuannya ke Yigyakarta. Emang sebagus itu yaa keretanya, kelas ekonomi tapi nyaman bangeeet. KAI emang the best laah kalau masalah pelayanan. Sejak diawali di zaman Pa Jonan hingga sekarang selalu ada perbaikan layanan untuk penumpangnya.
Iyaaa, Alhamdulillah sekarang mah jauh lebih nyaman mbak.
Dan ada efek dominonya, dimana kereta yang kelas bawah, itu jadinya diupgrade juga gerbongnya. Pake hibahan bekas kelas bisnis. Jadi mayan banget, gak adu dengkul hehehe
Galfok sama peletakan kopernya, aku OVT haha, kenapa kok nggak semua badan koper dimasukin? Hihihi.
Belum pernah nih naik yang new generation ini, katanya kursinya nggak bisa agak disandarin kyk yang ekonomi premium ya mas?
Tapi enaknya kursinya semua 2-2 berbaris gitu ya, sehingga terasa lebih legaan. Aman juga kalau mau ngecharge ya.
Kalau toilet, sekarang keknya udah banyak yang dipisah cowok cewek ya, cuma kelemahannya lebih sempit aja toiletnya.
wah jauh nih gerbong restorasinya, tapi mayan kan jadi alasan jalan2 di kereta sehingga nggak pegel hehe.
Iya kalau di KA makanannya lebih mihil yaaa. Tapi lumayan lha bantuin nyumbang2 keuntungan buat KAI haha.
Kalau aku paling suka tu makan pop mie dan minum teh anget di KA, nggak tahu kenapa rasanya jadi lebih nikmat di KA hahaha 😀
Udah ada mushola juga ya biasanya deket gerbang restorasi, tapi aku sendiri belum pernah sholat di mushola KA, biasanya udah dijamak duluan di stasiun hehe 😀
Jadi kangen Yogya deehh, boleh nih kapan2 nyobain naik KA ini ke sana 😀
Nganu mbak, jadi tuh yaa.. kemaren rame banget. Kalo dibikin lurus, gak bakal muat tempatnya. Alhasil dibikin melintang gitu, walaupun agak ngeri ya sepanjang perjalanan.
Eh maksudnya disandarin tuh gimana mbak? Ini kalo dibikin miring, masih aman kok. Cumaa yaa gak miring2 amat, hehehe.
Iyaaa, enak lho ngopi atau minum teh di area restorasi. Apalagi kalo pas viewnya sunset atau sunrise. Beuh, syahdu betuuuuul
Beneran jadi 8 tulisan nih kalau di tangan mas Fajar, kutunggu lo kelanjutan seri lainnya
Btw keretanya jadi bagus ya new generation. Teringat beberapa waktu yang lalu naik gaya baru ke jakarta keretanya jauh jika dibandingkan new generation. Saya belum pernah coba nih, sekarang jarang pergi jauh naik kereta jadi belum coba rute jauh-jauh nih, padahal dulu saya tiap tahun mudik ke Bandung saat kakek nenek masih ada
Ahahaha, doain aja lancar ya mbaaak. Jangan sampe kena writers block lagi nih di tengah-tengah. Soalnya sekarang udah memasuki post kedua dari delapan, hehehe
Gasss ayo naik kereta lagi mbakkk
Lho Mas aku juga naik ini pas ke Jogja bulan Oktober tahun lalu
Seru banget keretanya bersih, dingin, banyak makanan dan pelayanan oke
Kalau soal pintunya juga saya suka karena lebih aman
Trus toiletnya bantu banget aku pas perjalanan tuh sempat diare sesaat
Bolak balik gak bikin risih penumpang lain
Aaah… Putri enak banget tidurnya pasti. Tante aja nyaman bobonya…
Nah, iyaa. Enaknya gerbong baru ini, indikator toiletnya tuh kepake banget. Jadinya gak ribet kudu gedor2 pintu, karena bisa tau dari indikatornya langsung.
moden sungguh setelah ditambah baik. saya suka bila ditambah indikator toilet pada paparan LED tu. tak perlu susah2 antri. dalam tandas tu bagus bila ada foot washer. rasanya train di malaysia tiada foot washer macam ni lah.. inisiatif yang bagus!
Nah iya, memang fitur itu salah satu yang paling saya suka mbak. Useful sekali.
Untuk wudhu pun, kini lebih mudah. Tak lagi repot angkat2 kaki.
Mas, aku lupa, saking udh lama naik KA. Kalau kelas ekonomi gini, itu semua gerbong ekonomi semua yaa? Atau ada gerbong yg eksekutif?
Aku blm cobain yg new gen ini. Kemarin2 ke Jogja dan Solo selalu yg eksekutif.
Sekarang mah, naik KA udh super nyaman yaaak. Duluuu aku sempet geliii mau naik, saking kebayang jorok. Tp setelah rapi dan berbenah, malah kalau travelingnya msh seputaran Jawa, LBH suka naik KA.
Itu outing mah bisa dibilang 2 peserta, lah kan putri Ama thina 1 paket Ama kamu .
Kereeeen sih inovasi yg foot washer. Belum pernah Nemu kayaknya aku. Tp memang pas naik KA dulu ga ada masuk ke toilet . JD ga merhatiin juga
Kalau untuk makanan, aku juga oke aja dengan makanannya. Trakhir ke Jogja pesen sei sapi. Enak2 aja dengan harga msh masuk akal . Kopinya aja yg dibuat pake kopi instan hahahaha. Tapi ya udahlah yaaa
Ditunggu sisa cerita 7 lagi mas
Biasanya campur mbaaak. Ada eksekutif, ada ekonomi juga. Tp kalo gasalah, gerbong restorasinya tuh beda antara eksekutif sama ekonomi. CMIIW
Wah, sekarang mah emang KAI udah nyaman banget mbak. Even yang kelas subsidi termurahnya macem KA Cikuray, itu juga oke banget kok. Makanya aku seneng naiknya.
Sisa 6 mbak, hehehe.
waaaa klo seminggu di jogja sie bakal jadi banyak tulisan ini,,gak heran sie kalo dibedah jadi 8 tulisan karena pasti banyakhal seru dan baru yang dilakukan disana kan…btw senangnya bayangin putri akhirnya jalan-jalan ke jogjaa hehe…
aku belum pernah naik kereta ekonomi new generation ini dan bener sie ini gerbongnya nyaman banget mirip eksekutif bisa dibilang sie…kereta api memang salah satu tranportasi favoritku juga soalnya bisa santai menikmati pemandangan sepanjang perjalanan bisa jalan2 ke resto juga yang mana ini restonya juga baru banget nyaman bersih…btw emang sie harganya agak pricey di kereta tapi rasanya juga lumayan sie klo menurutku yaa dari beberpa menu yang sdh pernah kupesan hehe,,,
ditunggi cerita jogja selanjutnyaa yaaaaa 🙂
Insya Allah, doain aja ya mbak biar gak ‘mampet’ di tengah-tengah, hahaha. Biar jadinya nggak kentang, kelar semua tulisannya.
Makanan di KA emang mahal-mahal mbak, trus cuma angetan pulak. Tapi yaa, menurutku worth it aja si. Asalkan makannya di gerbong restorasi. Soalnya emang nyamaaaan banget lho makan disana. Enak vibesnya, hehehe.
Apalagi kalo pas sepi, bisa numpang WFC sekalian.
Wahhhh menarik sekali pengalamannya ni. Terima kasih kerana penulisannya begitu terperinci. Senang jadi panduan bagi mereka yang hendak ke Yogjakarta menaiki keretapi ini. Kalau di Twitter status admin KAI itu manis-manis semuanya. Macam bercinta ayatnya Seru benar keretapi ini. Lengkap semua fasilitas. Nampaknya KSarie kena mula menabung untuk cuba merealisasikan angan-angan touch down di Jakarta dan berjalan-jalan di sana. Kemudiannya naik keretapi ke Yogjakarta dan depart from airport Yogjakarta ke Kuala Lumpur. Semoga terus semangat ye Fajar menulis tentang trip ke Yogjakartanya. KSarie tunggu post seterusnya. Penutup post yang ini macam tazkirah untuk kehidupan begitu ya.
Waaah, aku yang terima kasih lhoo, dibaca semua dari awal sampai akhir, hehehe.
Ayoo, meluncur ke Yogyakarta mbak Ksarie. Akupun kalau ada uang, pastilah menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi utamaku. Banyak tempat menarik disanaa. Tidak ada habisnya.
Bagus sekali, lengkap dengan kemudahan yang orang ramai pakai. Indikator toilet, seperti dalam kapal terbang. Pasti selesa sepanjang perjalanan. Putri pun sampai boleh tertidur. 🙂
Betul mbak tot, gerbong ini banyak fitur bagus yang memudahkan kita sebagai passenger.
Sangat impress dengan wastafelnya yang ada footwasher, memang mudah untuk wuduk. Antara wishlist mau ke Yogjakarta dengan train.
Ayoo berangkat mbak mulan. Banyak sekali tempat wisata menarik disana, hehehe
cantik dan selesa banget train ni! nice experience!!