Setelah lelah mengitari PP IPTEK selama hampir satu hari penuh, kami memutuskan untuk tidak langsung bergegas pulang. Kala itu waktu menunjukkan pukul 16.00, dengan posisi matahari yang makin rawan untuk tergelincir. Dari PP IPTEK, kami naik kendaraan pengangkut sejenak menuju...
Ada satu pepatah legendaris yang berbunyi seperti ini, “Sebaik-baiknya rencana yang terealisasi, adalah segala realisasi yang terbentuk tanpa rencana apapun”. Kata siapa itu? Kata saya… hahaha. Yaa begitulah. Berbulan-bulan kata PP-IPTEK sering terlontar dari moncong saya yang lancip ini, berbulan-bulan...
Masih ingat dengan cara family date kami ke Agro Edukasi Ragunan beberapa waktu lalu? Sepulang dari sana, Putri senang bukan maen euy. Dia happy banget, karena akhirnya bisa melihat secara langsung berbagai koleksi tanaman dan hewan dengan lebih dekat. Dan...
Pagi hari memang waktu terbaik untuk membelah Kota Jakarta. Selagi udara masih segar, dan embun-embun dari dedaunan belum menguap, kami bertiga menembus jalanan Pasar Rebo dengan penuh semangat. Dari Pasar Rebo, kami berbelok menuju TB Simatupang. Syukurlah, tak ada kemacetan...
“Buset, ini mobilnya muat apa kaga nih?”, tanya saya dengan nada penuh kekhawatiran. Bukan apa-apa, mobil yang datang tepat di depan mata kami semua ini adalah Daihatsu Xenia, yang notabene adalah kendaraan 7-seater. Sementara total penumpang yang naik adalah 10...
Ini adalah salah satu realisasi pertama dari planning liburan selama bulan Juli yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya. Taman Jati Cimel, pertama kali saya ketahui informasinya dari Bu Tanti saat kami dalam perjalanan menuju ke Ragunan. Mendengar bahwa disana...
Sesekali, saya mau nyobain yang beda ah. Biasanya kan saya mengisi blog ini dengan cerita-cerita perjalanan yaa. Tapi kali ini, saya mau share beberapa rencana untuk mengisi waktu liburan selama bulan Juli ini. Yah, siapa tau kan ya, daftar rencana...
Jujur, awalnya saya ini gak punya rencana apapun di minggu kedua bulan Juni. Karena di hari minggu itu Thina lagi ngisi acara di sebuah workshop merajut, jadi kemungkinan saya hanya akan main-main sama putri saja selama seharian. Sampai kemudian, tiba-tiba...
Saya menatap sejenak angka yang muncul di arloji. Di tengah-tengah silau sinar mentari kala kami bertiga di stasiun LRT, saya dapat melihat angka 15.00 sayup-sayup tertera di atas layar. Hmmm.. terlambat, seperti biasanya. Entah saya bisa menyebut semua ini according...
Arloji saya menunjukkan pukul 10.00 waktu setempat. Panas Jakarta dan asap kendaraan yang terus berlalu lalang di sekitar Pasar Asemka membuat stamina kami kian terkikis. Rasa pegal yang tadinya hanya terasa di telapak kaki, kini mulai menjalar hingga ke atas...
“Tuh put.. mobil Abah udah sampe tuh…”, ucap Thina yang baru saja menyebrang jalan, sementara saya masih riweuh ngedorong-dorong koper. Putri yang melihat mobil Mitsubishi Kuda nan familiar itu, langsung heboh sampai loncat-loncat. “Abaah.. Abaah.. Abaah!”, teriaknya dengan penuh semangat....

