Piknik Seru ke Seaworld & Gelanggang Samudera – Part 2

Posting ini adalah lanjutan cerita dari part 1 yang masih mengambang.

Setelah puas menjelajahi seisi dalam SeaWorld, perjalanan pun kami lanjutkan dengan mengunjungi wahana yang berada percis di sebelahnya, yakni Gelanggang Samudera. Lokasinya yang berdekatan membuat kami semua tidak membutuhkan waktu lama untuk tiba kesana. Cukup berjalan kaki sekitar 5 menit, kami sudah berada di gerbang antrian masuk.

Kebetulan tiket yang kami dapatkan adalah tiket terusan. Jadi dalam sekali trip, sudah bisa mengunjungi SeaWorld dan Gelanggang Samudera sekaligus. Yeay 😀

Posisi matahari yang sedang tinggi-tingginya membuat kami tak tahan berlama-lama menanti. Selepas antri di depan gerbang, langsung saja kami mencari tempat teduh untuk bernaung, sembari merencanakan pertunjukan mana yang akan kami tuju.

Total ada 5 jenis pertunjukan yang bisa kita nikmati di gelanggang samudera ini. Diantaranya adalah Sinema 4D, Pertunjukan Singa Laut, Scorpion Pirates, Petualangan Lumba-lumba, dan Pentas Aneka Satwa. Tiap-tiap pertunjukan disini memiliki jadwalnya masing-masing. Jadi jangan lupa untuk memperhatikan waktu dan dengarkan selalu speaker pengumuman ya!

 

 

Kebetulan saat kami masuk, pertunjukan yang akan diadakan adalah Variety Animal Show, alias Pentas Aneka Satwa. Segera saja kami berjalan cepat menuju speaker pengumuman yang sedang berulangkali menyampaikan informasi. Untungnya posisinya tidak terlalu jauh dari gerbang, sehingga tak butuh waktu lama menuju tempat pertunjukan tersebut.

Pertunjukan dibuka dengan kehadiran 3 ekor burung beo nan cantik. Sebut saja namanya Bunga, Mawar dan Melati. Ketiga beo ini menunjukkan kepintaran dan kelihaiannya kepada semua penonton. Mulai dari berjalan dengan cekatan diatas sebuah tabung lingkaran, menyocokkan lingkaran warna sesuai instruksi sang pawang, hingga berjoget-joget manja saat diperdengarkan lagunya Siti Badriah.

Aksi yang terakhir itu benar-benar membuat kami tertawa. Karena selain goyang si ‘Trio Beo’ ini sangat lucu, ketiga pawangnya pun tidak mau kalah berjoget seru saat musik diperdengarkan. Untung saja ga ada yang refleks saweran ke depan panggung ya! 😀

 

 

 

Selanjutnya, yang tampil di atas panggung adalah Jojo, seekor Beruang Madu yang berasal dari Kota Balikpapan. Sebelum memulai pertunjukan, Jojo menyambut kami semua dengan cara berdiri diatas kedua kakinya sambil bertepuk tangan ke semua penonton. Wahwaah.. Lucu sekali. Tapi kok warnanya ga kuning ya, kayak Winnie the Pooh :p

 

 

Sebagai seekor Beruang Madu, Jojo ternyata punya bakat terpendam sebagai Penjaga Gawang lho! Lihat saja kepiawaiannya menangkap berbagai benda yang dilemparkan oleh sang pawang. Mulai dari lingkarang hula hoop hingga bola basket. Semuanya sukses ditangkap Jojo dengan begitu mudahnya.

Terakhir, sang pawang akhirnya menantang jojo untuk beraksi menggunakan hula hoop. Yap, this is the hoolahoop challenge!

Tentu saja, Jojo pun menjawab tantangan dari sang pawang. Langsung saja ia menangkap hula hoop pemberian sang pawang, melingkarkannya ke dalam tubuhnya, kemudian berputar.. berputar.. dan terus berputar. Wait, kok ada yang aneh ya. Ternyata yang muter bukan hula hoopnya, tapi malah si Jojo yang muter-muterin badan. Langsung saja semua penonton tertawa terbahak-bahak dibuatnya. Wkwkwk.. ada-ada aja nih Jojo.

 

Baca Juga :  Mencari yang Hijau-Hijau di Taman Mangrove PIK, Jakarta

 

Dan yang terakhir tampil di atas panggung adalah sepasang berang-berang, sebut saja namanya Ariel dan Luna. Hewan pengerat yang berasal dari daratan Amerika ini ternyata tidak cuma lincah. Mereka juga sangat pintar, melakukan berbagai atraksi yang diinstruksikan oleh pawangnya.

Mulai dari mengibarkan bendera Indonesia, berjalan diatas roda dan berbalik dengan begitu mudahnya, hingga mendorong bakso untuk untuk ditawarkan kepada para pengunjung. Sayangnya pertunjukan terakhir tidak berjalan mulus. Bukannya berjalan lurus, gerobak yang didorong oleh Ariel malah belok terus ke arah kolam. Weleh.. nyublek maning ril!

 

 

Puas dengan Pertunjukan Aneka Satwa, kami pun segera berjalan mencari destinasi pertunjukan selanjutnya. Jam tangan saya saat itu menunjukkan pukul 15.00. Itu artinya, pertunjukkan Sinema 4D akan segera dimulai. Speaker pengumuman pun sudah mulai bersuara, mengingatkan pengunjung agar segera datang menuju lokasi pertunjukan. Kami juga tak mau kelewatan.. berlarian dengan cepat menuju area Teater.

Film yang diputar saat itu adalah Yogi Bear, sebuah film animasi hasil karya Hanna-Barbera.Inc. Film ini menceritakan tentang Yogi dan Boo-Boo, beruang jahil asal JellyStone Park yang selalu saja mencari cara untuk mencuri bekal piknik para pengunjung.  Film ini berdurasi singkat saja, hanya 15 menit… Tapi sudah cukup untuk menghibur kami semua. Apalagi efek 4D yang dihasilkan juga lumayan bagus, didukung oleh bangku yang bergerak dan set lampu yang variatif.

Oya, sebagai penutup kunjungan wisata hari ini, kami mengunjungi pertunjukan lumba-lumba, yang tentu saja merupakan salah satu destinasi pertunjukan di Gelanggang Samudera.

 

 

Mengapa orang-orang sangat menyukai lumba-lumba? Ternyata oh ternyata, selain karena perawakannya yang imut dan lucu, hewan ini juga merupakan salah satu hewan tercerdas di dunia. Bahkan, para ilmuan pun sepakat kalau lumba-lumba merupakan makhluk hidup tercerdas setelah manusia. Pantas saja, ia mampu melakukan berbagai atraksi luar biasa yang bisa membuat riuh seluruh penonton.

Sejak dari kemunculannya yang tiba-tiba, meloncat begitu saja ke udara tatkala kami semua sedang bosan menanti. Semua pengunjung nampak antusias untuk bisa melihat mamalia air ini secara lebih dekat.

Ia tak hanya sanggup meloncat tinggi melewati lingkaran besi. Ia juga sanggup ‘berdiri’ di atas air dengan menggerak gerakkan sirip bagian belakang tubuhnya. Bahkan lebih jauh lagi, ia sanggup memberikan jawaban yang tepat untuk perhitungan angka random yang diberikan oleh pengunjung. Duh lumba-lumba.. Engkau benar-benar menaklukkan hati kami semua.

 

 

Tapi dasar si pawangnya jahil. Ketika kami semua merasa sangat antusias, dan bergerak mendekat ke kolam dengan harapan bisa bercengkrama dengan hewan imut ini. Si pawang justru menjahili kami semua, dengan cara menyuruh lumba-lumba untuk mencipratkan air kepada para penonton. Tentu saja penonton yang ada di dekat kolam menjadi basah kuyup dibuatnya. Dasar jahil ya!

Untung saja, saya menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan peringai sang pawang. Saya menyadari ada gestur tangan berbeda yang ditunjukkan pawang kepada sang lumba-lumba. Tentu saja, si lumba-lumba pun memberikan respons aksi yang berbeda sesuai dengan gestur tangan tersebut.

Untung saja saya sadar.. kalo ngga, bisa pulang sambil basah kuyup deh 🙁

Tapi tenang, kalaupun kalian merasa ‘kurang’ dengan pertunjukan lumba-lumba yang satu ini, kalian bisa berjalan menuju kolam khusus yang terletak tak jauh dari pertunjukan lumba-lumba. Di kolam tersebut kita membayar sebesar 50 ribu untuk berfoto bersama lumba-lumba, atau membayar 100 ribu untuk paket feeding alias memberi makan si lumba-lumba.

Baca Juga :  Menyapa Kembali Kura-Kura Sulcata di Pesona Square

Biar terasa lebih puas, maka saya pun memilih untuk memberi makan lumba-lumba.

 

 

Dan ternyata, pilihan saya sangat tepat. Karena selain bisa bercengkrama lebih dekat, kami sekeluarga juga dibebaskan untuk mengambil foto dengan kamera kami masing-masing.

Adapun makanan yang disediakan adalah potongan ikan tuna, yang sudah ditempatkan di wadah khusus. Untuk memberinya pun tidak bisa sembarangan, harus didampingi oleh petugas yang sudah terlatih. Ga asal maen lempar, tapi cukup tunjukkan saja di atas air, maka lumba-lumba pun akan menghampiri.

Kalau mau request dicium lumba-lumba, petugas pun mau ngebantu kok. Asal dicium lumba-lumba ya, jangan dicium petugasnya, ngoehehe 😀

Dan dicium lumba-lumba pun ada aturannya. Yakni setelah sekali dicium lumba-lumba, kita harus memberikan 1 potong ikan tuna kepada sang lumba-lumba. Jadi ga bisa ya, kita terus-terusan minta dicium sementara lumba-lumbanya ga dikasih makan. Nanti bisa-bisa ntu lumba-lumba jadi mager.

 

Sebelum kembali ke mobil dan berangkat pulang ke cikarang, kami sekeluarga menyempatkan dahulu untuk berfoto bersama. Untungnya saya sudah persiapan tripod dan remote shutter, jadi tidak butuh bantuan orang lain untuk mengambil foto kami semua.

Keluarga kami memang cukup unik, karena kami semua hampir terpisah satu sama lain. Ibu dan adik bungsu tinggal di Kuningan, Jawa Barat. Saya dan kakak saya di Pondok Gede Bekasi, sementara Ayah saya di Cikarang. Tapi meskipun begotu, saya senantiasa bersyukur. Karena walau bagaimanapun keluarga saya masih utuh, dan kedua orang tua saya pun masih sehat wal afiat.

Kalau kata Novia Kolopaking, “Harta yang paling berharga adalah keluarga”.

Maka inilah harta yang paling berharga dalam hidup saya :

CEKREKKKKK….

 

SeaWorld & Gelanggang Samudera
Jalan Lodan Timur No.7, Kota Tua, Ancol, Pademangan,
Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14430
Telepon: (021) 29222222

 

Bekasi, 16 September 2018
Ditulis setelah bermalas-malasan seharian penuh di kosan.

Fajarwalker

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

12 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *