Kiwami Ramen & Curry, Restoran Jepang dengan Rasa Otentik

Kiwami Ramen & Curry, Restoran Jepang dengan Rasa Otentik

Motor Vario tua yang kami kendarai sejatinya sudah meluncur ke arah Tugu Piramida Terbalik khas Summarecon. Tinggal berputar arah saja satu kali, lalu belok ke kiri untuk bisa masuk ke dalam area Mall Summarecon Bekasi.

Namun tiba-tiba suara Thina memecah keheningan. “Gausah ke Mall deh Pih..”

Motor yang sudah siap bermanuver pun akhirnya batal berbelok, lalu kembali ke jalur dan lanjut lurus mengikuti jalanan yang mulus.

Tapi jujur.. saya nggak kaget, apalagi kecewa. Karena sebenarnya pun isi kepala saya hampir sama dengan Thina. Di momen Malam Minggu begini, masuk ke Mall Summarecon Bekasi itu sama saja seperti menceburkan diri ke lautan manusia dengan segala riuh kebisingan yang melelahkan. Padahal di saat yang bersamaan, perut kami semua sudah terlalu lapar untuk berdiri dan mengantri.

Saat itulah, saya kemudian teringat sebuah tempat recommended, yang memang sudah sempat saya rencanakan untuk makan-makan bersama.

“Mau ramen ga?”, tawar saya. Ajakan makan ramen tentu terlalu generik, apalagi bagi kami yang memang favoritnya makan di restoran jepang. Oleh karena itu, saya merasa perlu sedikit menebalkan penawaran ini.

Tapi ini bukan sembarang ramen. Karena aku udah pernah coba, dan rasanya mwanteppp banget…”, tegas saya dengan meyakinkan.

Mendengar ajakan saya yang mantap itu, Thina pun mengangguk. Seketika motor pun saya gaspol, menjauhi area Mall Summarecon.. lalu menuju ke arah Prima Harapan Regency.

Ketika motor kami melewati jalanan ini, raut kebingungan mulai tumbuh dalam wajah Thina.

Wajar sih.. karena tak seperti di Summarecon, jalanan perumahan Prima Harapan Regency ini memang lumayan sepi. Tak banyak kuliner di sisi kanan kiri, hanya ada ruko-ruko kosong yang sepi dan tentunya belum beroperasi

Long story short. Sekitar 10 menit perjalanan, kami akhirnya tiba di sebuah deretan ruko di dekat area perumahan. Deretan ruko ini cukup jauh dari jalur utama, dan lumayan ngumpet. Kayaknya kalau tanpa referensi, saya agak sangsi ada orang yang sengaja lewat di depan sini.

But baby, that’s the definition of hidden gems, right?

Impresi Pertama Kami

Tanpa diduga, kedatangan kami disambut langsung oleh Pak Febry, selaku pemilik dari restoran ini. Jabat tangan hangat pun tercipta, dan kami segera mengambil posisi tempat duduk di salah satu sudut ruangan.

Eh bentar, kok bisa kenal sama ownernya?

Nganu, kebetulan Resto Kiwami ini salah satu customer saya juga di Dagingnesia. Makanya, saya sendiri sih sudah pernah datang dan makan disini sebelumnya. Dari hasil cicip-cicip saya itulah, saya menyadari bahwa menu ramen disini tuh enak bangettt… makanya saya pun berani untuk rekomendasiin tempat ini ke Thina.

Dan kebetulan juga memang, di kedatangan terakhir tuh saya sudah sempat bilang bahwa saya ingin ajak anak istri di kunjungan berikutnya. Qodarullah, beneran banget nih akhirnya kesampean juga, hehehe.

Kiwami Resto ini tak terlalu besar. Hanya berada dalam sebuah ruko yang tak terlalu luas, juga hanya satu lantai saja. Tapi sejak pertama kali duduk, saya dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan.

Tenang, karena resto ini menganut konsep open kitchen. Semua proses dan preparasi yang dilakukan oleh para pekerja, dapat kita saksikan langsung dengan mata terbuka. Juga nyaman, karena susunan meja serta kursinya pas untuk keluarga kecil seperti kami bertiga. Tinggi mejanya pas, nyaman untuk makan maupun buka laptop. Kursinya pun cukup empuk dan ergonomis, membuat duduk berlama-lama tak terasa melelahkan.

Sejak awal kedatangan, Thina langsung salfok. Utamanya, kala hidungnya mencium aroma kuah sedap dan menggugah selera. Saat dikonfirmasi ke Pak Febry, aroma itu berasal dari kuah Tori Paitan. Salah satu menu yang memang merupakan best seller di restoran ini.

Mendengar itu Thina langsung ngiler, hampir aja air liurnya menetes saking laparnya.

Hal menarik lainnya, tersaji kala mata kami menangkap para waiter yang sedang berlalu-lalang. Ada sesuatu yang unik disini : alih-alih menggunakan outfit ala jejepangan; atau outfit waiter pada umumnya, ggpara waiter disini justru menggunakan baju baju serba tertutup berwarna hitam, lengkap dengan kerudungnya. Bahkan, beberapa staff juga ada yang menggunakan niqab alias cadar.

Seakan melawan paradigma bahwa pelayan jepang itu biasanya pake outfit yang agak minim atau seksi. Juga membuktikan, bahwa professionalisme dan nilai-nilai keagamaan itu sejatinya bisa lhoo berjalanan secara beriringan.

Keren kan?

Kiwami dan Hashiwa Academi

Kalau kalian bertanya, kok cuma lantai bawah doang si yang dipake? Bukannya ada lantai atas juga?

Jadi yaa, kebetulan kalau lantai dua itu sudah dipakai untuk keperluan lain yang tak kalah kerennya, yakni : kelas belajar bahasa jepang!

Yups, selain menjadi seorang chef, Pak Febry ini juga merupakan pendidik dan penyalur tenaga kerja Indonesia ke Jepang. Dan di lantai 2 inilah, beliau mempersiapkan sebuah kelas untuk belajar bahasa jepang bernama Hashiwa Japanese Academy.

Dan tentunya Hashiwa ini bukan penyalur abal-abal ya, karena bahkan mereka pun sudah punya kantor resmi di Jepang sana. Dari info yang saya dengar, para pekerja yang disalurkan oleh Hashiwa ini lebih terjamin dari sisi pendapatan, juga kontraknya lebih pun menguntungkan.

FYI aja nih ya. Beberapa dari staff yang bekerja di Kiwami Resto, itu ternyata sudah dipersiapkan untuk bekerja di Jepang nantinya. Mantap sekali kan.

Ragam Menu Otentik Khas Jejepangan

Berhubung ownernya sendiri punya pengalaman dan jam terbang tinggi di negeri Sakura, maka tentu saja menu-menu disini nampak ciamik dan meyakinkan. Beda jauh lah ya, sama franchise ramen sekitar sini yang seringkali bahan dan rasanya udah gak otentik sama sekali. Nganu, kerasa banget serba instannya.

Setelah membolak-balik lembar menu, Thina menunjuk pilihannya pada Mix Tori Paitan Ramen. Sementara saya menunjuk menu favorit saya, yakni Chicken Curry Ramen. Oya, berhubung kala itu Putri sudah makan, yowis akhirnya kita beliin dia kacang edamame aja.

Untuk minumnya, Thina memilih air putih saja. Sementara saya, setelah melihat-lihat cukup lama, akhirnya memutuskan untuk mencoba Oolong Tea yang bisa si-refill gratis.

Agak unik juga sih ya kiwami ini ngasih opsi teh Oolong. Karena setau saya, minuman teh paling familiar disini tuh palingan yaa teh ocha aja. Tapi disini, mereka menyediakan keduanya. Ada ocha, ada oolong juga.

Setelah menasbihkan semua pesanan, tiba-tiba Pak Febry menghampiri kami seraya memberikan sebuah penawaran. “Mas, mau yang gak ada di menu ga?”

Ditawarin begitu, tentu saja kami semua langsung penasaran. Apaan tuh ya yang gak ada di menu? Tumpeng kah? hahahaha.

Ternyata bukan ya gaes. Yang ditawarkan oleh Pak Febry ini adalah semacam minuman herbal gitu, yang terbuat dari campuran bunga mawar, bunga telang, jasmine cha, kayu manis, dan stevia. Kebetulan menu ini masih dalam proses development, sehingga memang belum dirilis secara resmi.

Waaah, tentu kami mengiyakan dengan sepenuh hati.

Pembuktian Rasa : Well Approved

Jujur ya, sebenarnya saya ini tipikal manusia yang gak terlalu peka terhadap rasa. Sehari-hari, jarang banget komplen perihal rasa dari makanan yang saya lahap. Selama gak bikin saya keracunan, pokoknya wis saya gares aja, hahaha.

Makanya sudah jadi urband legend di keluarga saya, kalo sampe saya komplen perkara makanan.. itu artinya makanannya udah gak layak makan. (Iya, separah itu memang)

Sayangnya, itulah pula alasan kenapa Thina gak terlalu excited di momen pertama saya cerita ada restoran jepang bernama Kiwami ini. Bisa jadi, dia pun meragukan akurasi dari lidah saya yang durjana ini, hahahaha.

Tapiiiiii…… semua mitos itu akhirnya terbantahkan, kala kami menyantap semua pesanan kami di atas meja ini. Untuk pertama kalinya, akhirnya Thina mempercayai lagi makanan rekomendasi dari saya. Dan itu karenaaa… memang seenak itu oy!

Dimulai dari pesenan Thina dulu yaa. Si Tori Paitan ini kuahnya bener-bener kerasa banget gurih dan creamy-nya. Tingkat kekentalannya pas, nggak terlalu kental selayaknya ramen-ramen lain yang biasa kami temui.

Daging sapi dan ayamnya diproses dengan metode roast, tapi herannya kok bisaaa ya tetep empuk? Asli, dagingnya pas digigit tuh langsung lumer di lidah dan teksturnya pun gak alot sama sekali.

Seketika saat itu juga teringat sama sajian ramen serupa, yang pernah saya coba dari waralaba restoran jepang yang lain (Padahal resto ni cukup terkenal lho). Nganu, pas dagingnya pas digigit.. Ngelawan, hahahaha.

Curry Ramen yang saya pesan pun, kurang lebih sama. Gurihnya pas, tingkat kekentalannya pun oke. Bedanya, khusus rasa kari ini ada sedikit spicy-nya. Tapi gak yang strong banget kok pedesnya, cuma tipis-tipis aja. Putri pun nyobain kuah karinya aman-aman aja.

Nah, kalo minumannya gimana?

Teh oolongnya sih lumayan strong ya, tapi pahitnya pas. Mungkin kalau yang gak terlalu suka minum teh akan merasa sedikit kaget, karena kurang familiar. Tapi gak akan sampe bikin berasa blenek, apalagi mual. Enak-enak aja kok.

Tapi yang paling GONG sih minuman herbalnya itu lho yaaaa. Beneran enak dan angetttt banget deh seriusan. Pokoknya minumannya tuh ya, dihirup baunya nikmat, diseruput juga makin nikmat.

Badan langsung berasa anget dan seger ketika diminum. Pas banget buat menghadapi cuaca yang sering hujan akhir-akhir ini.

Kesimpulan & Penilaian Pribadi

Saya memberikan nilai 9/10 untuk Resto Kiwami Curry & Ramen ini.

Jujur ya, menurut saya Kiwami itu hidden gems yang sesungguhnya. Tempatnya memang ngumpet, dan ukurannya pun tak begitu besar. Tapi konsepnya yang open kitchen, serta layout-nya yang pas membuatnya cocok untuk jadi destinasi alternatif jika bosan dengan sajian restoran franchise di mall yang begitu-begitu aja.

Perihal cita rasa, kayaknya gak perlu ditanya lagi ya. Wong pemiliknya aja sudah malang melintang di Negeri Sakura sana. Alhasil, menu yang disajikanpun rasanya sangat gurih, nikmat dan otentik sekali.

Tiap suapan, rasanya berasa dibawa terbang ke Osaka. Jiahaha.. maaf agak hiperbolis.

Adapun total yang saya bayarkan adalah sebesar Rp. 136.000,- dengan detil sebagai berikut :

Kata Pak Febry, minuman herbalnya gak usah dibayar, karena memang belum ada di menu. Wahwaaah, makasih banget lho pak. Jadi enak nih saya, hahahaha

Yuk, ada warga Bekasi lainnya juga ga? Gassskeun sok atuh ya melipir ke Kiwami sekarang jugaaa…

Kiwami Ramen & Curry
Ruko PHR loft EC, Jl. Prima Harapan Regency No.11, Harapan Baru, Bekasi Utara, Bekasi, West Java 17123
Instagram : @kiwami.id

Bekasi, 8 Januari 2026
Ditulis sembari nongkrong di cafe dan beli kopi 20 rebu.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

Fajar Fathurrahman

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

59 Comments

  • Hahahahah, istrinya was2 karena pak suami biasanya hanya mengandalkan yang penting kelar makan masih idup… *eh gimana*
    Syukurlah, selain makanannya emang terbukti enak dan sesuai selera keluarga, nongkrong di restaurannya pun menyenangkan. Paket komplit lah di restoran ini, jadi kayaknya bakal ada lagi nih kunjungan berikutnya di Kiwami 🙂

  • Jadi ini tempat mungkin semacam jaid tempat pelatihan juga kali ya buat para calon pekerja yang nantinya akan dikirim ke jepang hehe…
    Duhhhh bayangin ramen ini mana pas lagi ujan2 kayak gini kok lgsg berasa keroncongan mana udah lama gak makan ramen pulakkkk..
    Kalo dh enak kayak gini pasto bikin rela bolak balik kesini demi kuah ramen yang otentik nyaa…

  • Wuiih ownernya baik banget , suka dengan pelayanan kayak gini, enghk cuman nyajikan makanan tapi keramahan pelayanan itu juga jadi nilai plus nya, nah sukanya restoran Jepang itu modelan yang kita sebagai pengunjungnya bisa melihat dapur dan cara masaknya, suka sih jadi ada kayak nonton orang lagi demo masak hehe, udah itu biasanya bersih, apalagi kalo rasa makanan ok, saya juga termasuk yang jarang komplen kalo enggk bener”ganggu, selama enak dan masuk di lidah nyampe di lambung aman, itu tandanya ok

    • Betul mbaak. Ramah banget pemiliknya, bahkan kami pun diajak santai bercengkrama. dapet free minum pulak, hehehe.
      Aku juga paling suka tempat makan yang open kitchen gini. Jadinya gak ada suudzon diantara kita.

  • Keluargaku juga suka makanan jejepangan Mas. Kalau bingung mau makan ke mana, biasanya nyari aja restoran Jepang. Anak dan suamiku juga doyan tuh segala perbentoan dan ramen-ramenan. Bahkan anakku yang sulung suka nambah kalau pesan ramen hahahaha…

    Nah ramen di Kiwami Ramen & Curry ini dari tampilannya aja udah kelihatan enak. Yakin deh kalau makan di sana juga pada minta tambah. Minimal 1,5 porsi lha hehehe…

    Harganya juga standar karena porsinya cukup besar ya.

    Sayangnya jauh jadi nggak bisa nyobain.

  • Kiwami ini ngingetin aku sama resto di SBY yang mirip secara bangunan Mas Fajar. Karena aku pernah wawancara di resto yang seperti itu, di lantai duanya dijadikan LPK ke Jepang dan lantai satunya tuh resto model AYCE gitu.

    Tapi keren lho, kalau ternyata staffnya masih bisa banget pakai nuansa islami gitu. Jadi terasa sekali inklusinya ya Mas. Jempol banget buat ownernya.. <3

  • Keren sekali Pak Febry ini ya Mas. Bisa memaksimalkan potensinya. Lantai 1 Kiwami Resto, dan lantai 2 pelatihan Bahasa Jepang. Plus juga Pak Febry penyalur resmi tenaga kerja ke Jepang.
    Dari tampilan ramen dan struk, ini pas di hati dan kantong lagi. Apalagi minumannya gratis. Tau begitu minta 2 gelas Mas hahaha. Kiwami ini sangat nyaman karena dibuat pas. Termasuk susunan dan tinggi mejanya. Apalagi dengan open kitchen. Ini nilai plus menarik. Pengunjung jadi bisa melihat proses memasaknya.

  • Hmm summarecon juga lagi jadi favorite nih di bandung arah timur semua kuliner ada disana hehe , kalau weekend maen kesana kaya nyebur kelautan manusia haha

    Btw keahlian kaya pa ferry patut kita renungkan chef dan pngajar bahasa jepang keren bingit
    Ramen kiwami smoga laris manis aku yg di bdg mennangis blm bisa nyobain hiks

  • Nganu.. baca tulisan ini di jam rawan lapar bikin perut bunyi meraung-meraung, padahal tadi udah makan malam, kok laper lagi gegara lihat gambar-gambar ramen dan deskripsinya yang bikin mupeng.
    Penasaran juga dengan minuman herbalnya, unik sih kalau dilihat dari bahan-bahannya yang memadukan mawar, bunga telang, jasmine, kayu manis, dan stevia.. hmm, ngebayangin aja dulu dah rasanya

  • Aku catat, kalau ntar main ke rumah adikku di Bekasi , aku mau datangin ah. Secara kami semua penyuka ramen bangetttttt mas. Apalagi ini owner-nya memang udah malang melintang di jepang kan. Jadi udah paham rasa ramen yg otentik gimana

    Krn memang susah loh dapat ngerasain ramen yg mirip aslinya di JKT ini. Dah banyak yg aku coba, cuma beberapa yg aku anggab otentik.

  • Kala isi pikiran sama dengan istri, itu sebuah rejeki banget ya Jar

    Aku malah jadi penasaran dengan si bapak pemilik ink, doi bisnisnya bisa banget, satu tempat dengan dua LOB. Pengen tahu kisah dibalik ide lahir bisnisnya.

    Penasaran juga dengan minuman herbal itu.
    Yuk janjian temu disana, tapi kira² bisa berjumpa dengan bapak pemilik ga ya

  • Rezeki dapat makan ramen sedap + siap bertemu pemiliknya. Saya itu macam Mas juga semua makanan biasanya enak dan sesuai aje dengan tekak saya. Kalau saya makan dan rasa ngak enak memang maknanya makanan itu kurang pass

  • 2 Hari ini di tempatku lagi hujan aja mas.. Aku berasa terisolisir di rumah nggak keluar karena Kuliah juga masih libur.. Ngeliat dan baca review ramen ini jujur kepengen sekali rasanya. Disini Ramen ada nggak ya. Ada sih Ramen fusion ala-ala gitu. Bisa kubilang Ramennya jenis yang Ramen-ramenan gtu. wkwk

    Aku Suka beli meskipun jarang karena lokasi cukup jauh.. Dan ya enak juga. Baca Cerita mas soal Ramen bikin aku kepengen itu. Tapi berhubung Hujan, dan mereka nggak nerima orderan dari Gojek. Yaudahh aku bikin Sop tambah Lafonte. ahaha. Ya cukup membantu mengenyangkan

    Btw Keren Pak Febry,, Ngurus Resto sekaligus tempat belajar Bahasa Jepang. Berkah.. Bikin orang Bahagia karena makanannya, dan bikin orang pintar juga.. Sehat selalu pak Febry, Mas Fajar dan keluarga jugaa..

  • Iya bener juga, kalau ke mall di momen kayak gitu udah pasti rame sama orang-orang yang ada ngantri sambil asam lambung, biasanya tempat makan akan antri.

    Udah paling bener sih milih melipir ke Kiwami Curry & Ramen. Menu yang tersedia pun variatif dan setuju kalau bangku serta meja nya nyaman, vibes nya juga oke banget.

    Aku ngiler bayangi rasa ramen yang mba Thina pesan sih. Terus ada teh Oolong the best ini mah. Apalagi ditawarin minuman herbal juga, beuh beuh. Ratingnya tinggi lho ini, bikin tambah penasaran. Andai Bekasi dekat sama Bogor yak, udah ku sambangi biar nggak penasaran.

  • Relationship yang manis sesama pebisnis tuh kelihatan ya, salah satunya seperti Mas Fajar dan Pak Febry ini. Apalagi dapat bonus minuman herbal yang mana bisa nyicipin duluan sebelum launching. Mantuls.

    Btw itu ramennya menggugah transferan, eh apaan dah wkwkwk.
    Sebelum baca deskripsi ramennya, saya udah nebak ini dari kuahnya berasa nih yummy nya. Eh lah bener, tebakan yang pas.

  • Yummy…… sedep, langsung ke Jalan jalan sembari makan hehehehe…. Soalnya diriku jadi ikut ikutan merasakan “penyelamatan” dari hiruk-pikuk mall ke ketenangan Kiwami. Menarik sekali melihat ada resto Jepang yang tetap mengedepankan nilai religi lewat seragam stafnya, namun kualitas rasanya tetap otentik dan well-approved oleh lidah istri.
    Konsep hidden gem dengan open kitchen begini memang paling juara buat cari suasana hangat bareng keluarga. Jadi penasaran ingin coba Tori Paitan dan minuman herbal rahasianya itu!

  • Wah, masuk ke Kiwami Ramen disambut langsung sama ownernya Pak Febri. Ramah pula ya, baik banget. Beliau juga ngadain pelatihan Bahasa Jepang. Menarik banget. Penasaran pengen icip-icip ramennya. Sayang jauh dari kota saya. Moga nanti bisa buka cabang di berbagai kota di Indonesia ramennya

  • wih keren banget ini ownernya selain buka resto ramen tapi punya usaha penyalur tenaga kerja ke Jepang. pas banget nih buat yang mau kabur aja dulu dari Indonesia. Hehe. Mana karyawannya juga ada yang berniqab yaa insyaAllah ini pasti halal menunya

  • Waaahh idem, mumet deh masuk mall. Saya juga gitu, misal niatnya kulineran mending nyari resto terpisah dari mall.
    Kiwami Ramen dan Curry ini baru denger nama brandnya nih mas.
    Soal waiter malah saya tahunya kalau nonton dorama jejepangan tuh pelayannya baju normal, nggak seksi sih, kecuali kalau di bar xixixi.
    Apalagi yang di sini milik orang Indonesia yaa, jadinya menyesuaikan aja. Masakan boleh sesuai menu Jepang yang dibuat halal, sehingga pengunjung bisa merasakan keotentikan rasanya 😀
    Ramennya di luar ekspektasi enak yaa. Apalagi dagingnya nggak formalitas haha, pas digigit langsung lumer 😀
    Oh ya asyik banget ternyata selain buat resto bisa belajar Bahasa Jepang juga. Sayang jauh nih dari rumahku. Aku suka belajar Bahasa Jepang karena cukup menantang 😀

  • Kok sama
    Saya tuh juga nggak suka jalan jalan ke mall
    Klo makan juga langsung menuju resto yang diinginkan
    Klo emang harus di mall ya, masuk mall langsung ke resto
    Nggak mampir mampir lagi
    Hehe
    Btw enak banget ini kayaknya
    Tempatnya juga bersih dan nyaman

  • Kalau membuka resto Jepang, tapi sampai ngerti banget se-bahasa bahasanya, ini kereen banget siyh.. Karena orang Jepang itu kalau masak suka ada filosofinya. Makanya tampilannya selalu rapih dan gak jarang ((suka)) jadi gak tega makannya.
    Hihihi..
    Dan sama kayak Kiwami Ramen ini yaa.. so yuummii dari foto-fotonya mas Fajar.

  • kalau macam ni laa dia punya authentic tak perlu lagi pergi ke jepun…

    nampak sangat owner resto seorang pencinta budaya dan kuliner jepun

  • Wahh semuanya nampak sedap. Tori Miso dan Tori Paitan itu, saya pernah maka di Ramen Seirock Ya di Putrajaya, Malaysia ini. Memang sedap. Makan nya di Malaysia dulu, satu tahun selepasnya baru jejak kaki ke Jepun. Rasanya memang sama. Maka, tak perlu ke Jepun untuk makan ramen ini. Cantik bersih restoran ini.

    • Tori paitan ni memang best seller kat sini. Sebab tu kalau bab rasa, saya tak pernah ragu lagi hehe. Sekarang resepi masakannya dah dibawa ke negara masing-masing, jadi tak perlu ke Jepun lagi.

  • SA suka Ramen, Ramyeon dan apa sahaja dalam bentuk noodles…setakat ini ada yang menepati rasa dan ada yang tidak..kalau sedap selalu itu adalah satu bonus dan kepuasan kan..nampak sedap pesanan yang kalian order..mujur rasanya authentic kan…selamat menjamu selera sekeluarga

  • Aku kebayang sih ramen curry dengan kuah kental dan rempahnya yang kuat itu cocok dimakan pas perut lagi laper berat. Ditambah pilihan minuman seperti oolong atau herbal, rasanya jadi pengalaman makan yang lebih seimbang dan bikin nagih. Jadi penasaran dengan rasa tori paitannya. Hebat ya ada yang persiapkan untuk pergi ke Jepang juga. Bahkan ngerti sampai bahasanya juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *