Laper Mata di Food Street AEON, Pakuwon Mall Bekasi

Hari raya Isra Mi’raj, tanggal merah yang nyempil di Hari Jum’at. Sejatinya ini adalah hari yang tepat untuk berkelana sejenak, mengelilingi Ibukota yang ditinggal para pekerjanya. Dan sebenarnya itu juga lah yang menjadi rencana awal kami semua : Naik Transjakarta, melipir ke Blok M, dan berpetualang mencari buku-buku bacaan.

Tapi sekitar jam 10 siang, saya baru teringat satu hal penting. Tepat di hari Jum’at ini, sore hari nanti saya ada jadwal turnamen badminton. Dan celakanya, jam tandingnya pun lumayan mepet, yakni di jam 18:10 sore. Kalo cuma mabar biasa doang sih, saya juga bakal santai-santai aja ya. Masalahnya ini turnamen euy, gak bisa sembarangan. Alias butuh treatment khusus.

Kalau sampe telat tiba di lapangan dari waktu yang sudah ditentukan, saya langsung dianggap kalah walkout dengan skor telak 42-0.

Nggak mau dong saya…

Jadilah, rencana kami untuk ke Blok M kami undur terlebih dahulu. Takutnya kalo dipaksain, yang ada saya malah terburu-buru dan nggak tenang. Gak enak juga lagian kan ya kejebak macet dalam perasaan gelisah. Sebagai gantinya, saya pun menawarkan opsi lain yang jaraknya lebih dekat, yakni Pakuwon Mall Bekasi.

Ya, memang.. dalem Pakuwon Mall ini gak ada buku-bukuannya. Tapi at least, disana lumayan banyak tenant dan tempat makan asyik buat nongkrong santuy. Pas lah buat mengisi hari libur kali ini, yang memang sudah diniatkan untuk berleha-leha barang sejenak.

Pertimbangan lainnya tentu dari segi jarak, yang mana posisinya lebih terjangkau ketimbang ke Blok M. Dari Jatikramat ke Pekayon mah, deket banget lah ya. Ibarat kata merem juga langsung nyampe. hehehe

Oya, kakak saya (a.k.a Fatimah, a.k.a Wawa) pun setuju untuk ikut bareng dalam perlancongan singkat kali ini. Jadi alih-alih bertiga seperti biasanya, kali ini kita akan jalan berempat. Mayan lah, ada yg bisa dititipin putri, hahaha

Pakuwon Mall yang Tidak Ramah Roda Dua

Awalnya saya sempat terpikirkan untuk pergi ke pakuwon naik LRT. Maksudnya biar ga kepisah gitu lho, ketemuannya bisa di Stasiun LRT Cikunir, lalu lanjut berangkat bareng-bareng.

Tapi setelah ditimbang-timbang lagi, kok boncos ya? Soalnya sekarang tinggi putri udah diatas 90cm, jadi mau ndak mau harus bayar tiket masuk. Berhubung sekali naik LRT itu kena Rp. 10.000, dikali tiga orang dan dua kali perjalanan.. itu sama dengan Rp. 60.000. Waduh, bisa dapet 2 porsi makan siang itu, hahaha

Alhasil, niat naik LRT pun saya urungkan. Dan sebagai gantinya saya kesana naik motor saja. Toh, jarak dari rumah ke Pakuwon Mall juga gak yang jauh banget, cuma sekitar 8 Km aja. Ngitung bensin sama parkir, palingan kisaran Rp. 20.000.

Long story short, akhirnya kami semua pun jalan nih ke Pakuwon.

Sesampainya disana, feeling saya agak ga enak si. Gatau kenapa, saya tiba-tiba lupa posisi parkiran mall-nya ada dimana. And you know what? Pas saya tanya ke security, katanya parkirannya udah dipindah.

“Dari sini paling puter balik dulu mas.. ngelewatin lampu merah. Terus nanti sebelum SPBU, itu belok kiri. Agak jauh si memang kalo jalan kaki, paling kalo mau ya parkirnya di seberang jalan ini aja” Ujar mas-mas security memberi penjelasan.

Saya denger gitu ya bete banget lah ya. Kebiasaan mall model begini, rasis sama pengguna roda dua. Padahal tadinya posisinya udah oke banget, di dalem. Kenapa pulak harus digeser ke area luar nan jauh disana. Hadeuh.

Singkat cerita, karena males puter balik.. Kami pun numpang parkir motor di Revo Mall yang ada di sebelahnya. Dan ternyata jalan kakinya sama aja, gak kalah jauhnya. Alias podo wae, hahahaha.

Cuci Mata Bareng di AEON Food Street

Salah satu destinasi favorit kami tiap ke Pakuwon, adalah AEON Food Street. Nganu.. buat yang belum tau, AEON Food Street ini adalah sebuah area tempat makan di dalam mall yang menawarkan berbagai pilihan kuliner dalam satu tempat. Di mana pengunjung bisa menikmati aneka makanan sambil berbelanja atau bersantai.

Kalau di Pakuwon Mall Bekasi sendiri, lokasinya gak terlalu jauh dari lobby utama. Tinggal turun aja pake eskalator sebanyak 1 lantai, lalu jalan ke arah Supermarket AEON. Nah, food street-nya ini ada di sampingnya persis.

Ada apa aja disana? Well, bwaaanyaak bwangeeettt… Sebagian besar si memang makanan khas asia, khususnya dari negeri sakura alias Jepang. Tapi di beberapa section, ada juga kok makanan khas negeri lain seperti Italia, Chinese, hingga Korea Selatan.

Biar ga bingung, ikutin saya melipir dari satu rak ke rak yang lain yak!

Rak pertama yang saya kunjungi, adalah sebuah rak kaca tertutup berisi beberapa menu spesial yang biasa ditemukan di hotel berbintang. Seperti sphagetti bolognese, salad, penne cheese, dan masih banyak lagi.

Tapi karena sebagian besar menu yang barusan saya sebut itu gak familiar bagi saya (dan takutnya gak cocok), jadi saya pilih menu paling aman aja… alias, nasi goreng, hahaha.

Lebih tepatnya adalah nasi goreng salmon, yang merupakan satu-satuya menu yang tidak pedas disini. Dan memang harus tidak pedas, karena ini bukan buat saya, tapi buat Putri..

Untuk rak yang satu ini, makanannya nggak diambil sendiri. Tapi diambil dan ditakar sama waiter-nya. Harga yang tercantum adalah per 100gr, dan bisa disesuaikan sesuai permintaan.

Makanan buat Putri sudah aman, sekarang giliran buat Thina. Ada yang tau kira-kira dia bakal pesen apaan?

Yak, gausah ditanya lah ya. Dia mah udah pasti langsung melipir ke rak chiller berisi deretan sashimi yang berwarna cerah dan segar. Kadang saya sendiri heran, kok bisa yaa dia demen banget sama olahan ikan mentah begitu. Mana pake kuah washabi yang baunya strong banget.

“Kamu tuh ya, ga doyan sama durian karena baunya menyengat. Tapi kok bisa-bisanya doyan sama washabi yang kalo dicium baunya kayak sabun colek ekonomi” Kelakar saya seenaknya, yang langsung disambut dengan cubitan ekstra keras.

Fatimah, kali ini menjatuhkan pilihannya pada satu set okonomiyaki, serta satu cup oden hangat dengan kepulan uap dari kuahnya yang menggoda. Mantep bangettt dah ya. Gak pake basa-basi, langsung pada nemuin pilihannya masing-masing.

Saya sendiri, kebetulan belum mengambil makanan barang satupun. Bukan karena bingung, tapi karena saya tak ingin terburu-buru. Sejenak, mencoba menikmati pemandangan deretan sajian makanan yang melaparkan ini.

Ada satu section yang berisi ragam sate dan goreng-gorengan khas jejepangan. Sementara section sebelahnya, berisi berbagai pilihan sosis aneka rupa. Mulai dari yang lurus sempurna, sampe yang melingker-lingker kayak keong sawah.

Sonoan dikit lagi, ada berbagai menu khas jepang seperti onigiri, dan beberapa ricebox serta bento yang sudah siap saji. Harganya agak lumayan ya, kisaran 30-40an per pack-nya. Tapi kalo diliat si, ya emang banyak yaaa porsinya.

Ini saya langsung tampilin fotonya aja ya. Bingung jelasinnya pake diksi apa lagi, saking udah lapernya jadi nge-blank, hahaha.

Ada desert juga lho

Trus jadinya saya beli apaan? Nganu, karena saya punya pola pikir yang sangat visioner. Jadi saya memutuskan untuk membeli dua potong ayam berukuran kecil, serta nasi putih saja. Udah, itu aja. Ga pake embel-embel ini-itu lagi.

Kenapa begitu? Karena saya tau persis, bahwa diantara gempuran makanan yang menggugah selera, para cewe-cewe ini pastilah akan laper mata. Mereka akan membeli lebih banyak daripada yang mereka sanggup makan. Lalu selanjutnya apa?

Yak, saya akan disuruh bantu ngabisin sisa makanan yang nggak abis. Makanya daripada pesen banyak, saya beli makanannya dikit aja.

Cerdas kan? hahahaha.

Hunting Spot dan Duduk Santai

Setelah menemukan semua menu yang ingin dimakan, step selanjutnya adalah mengantri di area kasir untuk melakukan pembayaran. Sekilas, kalau dilihat mungkin antriannya lumayan banyak dan mengular ya. Tapi sebenarnya, antrinya gak selama itu kok. Soalnya petugas kasir yang disiagakan pun ada banyak banget. Sampe 11 kasir lho.

Dan karena saya sudah repot dengan putri dan segala drama-drama random-nya, maka kali ini yang bayar adalah Thina saja. Saya dan wawa, segera jalan ke area makan untuk mencari meja yang kosong.

Disini sistemnya siapa cepat dia dapat ya. Jadi yaa pokoknya kalo ada meja yang kosong, langsung aja tandain terus didudukin. Kalo mau ditinggal, ya simpen barang aja biar gak diambil sama orang lain.

So far nggak ada yang aneh-aneh si. Paling ya si Putri aja agak rewel, entah perkara udah laper atau dianya gak sabar nunggu, jadi diajakin ngobrol agak ga nyambung.

“Putri, nanti sore papi mau beli kacang rebus, Putri mau ga?”

“GAMAUUU… Wawa, wawa… masa putri mau direbus.”

Hah, gimana? Kok ujug-ujug bapaknya jadi psikopat begini, hahaha.

Untung Thina antrinya gak lama-lama banget ya. Sekitar 10 menitan, dia pun tiba ke meja dengan membawa seluruh pesanan.

Waktunya Makan! Ittadakmasu..

Well, karena makanan yang tersaji disini semuanya adalah makanan yang dipajang lama di etalase, maka sejujurnya saya nggak berharap banyak sih ya. Alias, sudah pasti makanannya gak yang fresh from the kitchen banget. Udah agak dingin.

Memaaang, deket sini tuh ada oven yang bisa digunakan bergantian. Tapi teteup si, kalo menurut saya.. cita rasa makanan yang baru mateng versus makanan hasil angetan di oven, itu gak akan pernah sama. Bukan berarti gak enak ya, cuma agak bedaaa aja gitu.

Tapi diluar dari itu, makanannya aman semua ya kok. Nasi gorengnya gurih, dengan potongan ikan salmon yang cukup banyak. Okonomiyakinya.. porsinya cukup banyak dengan tekstur khas perpaduan renyah diluar dan lembut, padat, serta juicy di bagian dalam. Odennya saya nyicip dikit doang, agak kaget karena ternyata lumayan pedes ya.

Udah itu aja lah ya. Intinya sih, semua makanan disini aman semua, gak ada yang zonk sama sekali. Kalo buat wisata kuliner sekaligus cuci mata, tempat ini recommended banget. Saya beri nilai 8 / 10 yaa.

Ini total biaya yang kami habiskan untuk makan disini. Dan apakah worth it menurut kalian untuk makan berempat? Coba komentar di bawah yaaa…

Bekasi, 27 Januari 2026
Ditulis sambil menyeruput kopi 20 ribu yang kebanyakan es batunya.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

Fajar Fathurrahman

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

26 Comments

  • Woww, AEON!
    Aku baru sekali ke AEON yg di BSD itu loh. diajakin adek iparku.
    memang rada kalap klo ciwi² main ke AEON. Kami waktu itu beli sushi sampai hampir 300K kayanya ((sushi doaaangg))
    nah, sekarang AEON juga ada d Pakuwkn Mall Surabaya loh.
    tapi aku blum sempat k sana. jauuhhhhh bgt dr rumahku

  • Oh. jadi yang Mas Fajar nanya di grup soal jualan buku di Blok M, karena memang rencananya. mau ke sana, ya? Tapi ga apa ditunda dulu dan sebagai gantinya ke food Street AEON Pakuan Mall Bekasi dulu. Kalau saya seringnya diajak ke AEON yang Tanjung Barat atau Kota Wisata. Dan jajan kuliner di sana memang asyik. Banyak pilihan, ya. Terus sudah harganya yang tercantum. Jadi ga mikir lagi ngitungnya hahaha. Nah awalnya saya ga percaya saat Mas Fajar hanya pilih 2 ayam potongan kecil dan nasi putih. Tapi membaca paragraf selanjutnya, oh.. iya benar juga alasannya. Para Papah memang bagian yang menghabiskan hahaha.

    • Ditunda paaak, itu di tulisan saya yang baru ada kelanjutannya, hehehe. Tadinya udah mau berangkat, tapi alamak.. mepet sekali.
      Tenang pak, dari Blok M saya masih ada 2 bahan tulisan lagi, hehehe

  • Owalah. AEON Food Street itu konsepnya kayak food court gitu ya, Kak. Banyak banget pilihan makanannya, Kak. Aku juga bakal laper mata dan kalap milih makanan sih kalau begitu ceritanya.

  • Worth it om , tapi emng aku kurng suka makanan yng dingin terus diangeutin gak gimana ya , tapi buset itu menu nya banyak amat pucing kalao gitu teh tadinya laper eh liat semua jadi duh kenyang duluan
    Yang ini mau yg itu mau ( alasan ibu2 )

  • Tertawa KSarie baca tentang Putri ingat mahu direbus oleh bapaknyaMakanan di AEON itu pelbagai kan sampai kadang-kadang rambang mata untuk memilihnya. KSarie selalu suka beli sushi. Nanti bisakah mas ceritakan tentang kedai/kiosk buku (buku baru dan buku terpakai) yang menjual buku asli di Blok M kerana saya sudah 2 kali ke sana tetapi terbeli buku bajakan

  • Masss, dirimu kok sama dengan saya yak.. wkkw.. klo ke mall gitu saya malah kadang pesen camilan atau minuman saja. Lagi² gara² duo lelanang kalau diajak jajan bakal laper mata, terus yg terjadi sudah bisa ditebak. Hahaha… Mana kan harganya lebih mahal dari penyetan di kaki lima..

    Makanya saya lebih sering sebelum ke mall tuh sounding, kalau pesen makan yg beneran sesuai porsi. Secukupnya, endbressss.. Tapi apakah berhasil.. ya tidak selalu.. hasilnya tetep aja sama..

    • Ahahaha, itu namanya visioner mbak. Sudah punya prediksi ke depannya, eheheh.
      Kadang kalo lagi ke mall gitu, planning awalnya gimana.. endingnya gimana. Yah, begitulah mbak. Cewek kan seringnya laper mata.

  • Sepertinya sy kurang sreg ngeluarin uang segitu makan Sgitu,karena kantong sy belum nyampe hehe.
    Maybe kalau udah mulai naik pemasukan baru maenannya mall. Kadang kalau main ke mall ke toko buku doang dan jajannya diluar.. hihi

  • Yang bener nggak doyan durian Mas Fajar?
    Waah daku malah lebih milih durian sih daripada washabi.
    Apalagi kalau makan duriannya itu pakai ketan putih dan pisang goreng… Wuiih, sebagai yang berdarah Sumatera, ini adalah makanan yang nikmatnya haqiqi hehe.
    Cuma ya kudu tau diri jangan kebanyakan makan durian, biar mag daku nggak kambuh wkwkwk.
    Balik lagi ke topik, untungnya di aeon banyak pilihannya ya, walau endingnya nasi goreng dan semangatciee dengan parkiran motor yang membuat banyak langkah kaki hehe

  • Nganu mas Fajar, food street si AEON ini memang jadi satu hal pemicu mall ramai. Di mana-mana doi selalu ramai karena itu mereka sudah sangat siaga untuk keramaian itu. Apalagi kalau sore menjelang malam, makanannya suka disc besar-besaran hihi.

    Andaa emang juara loh kalau perhitungan ekonomis, tahu aja kalau cewe-cewe suka beli karena emosi bukan karena butuh wkwkwwk. Tauuu yaak kalau ujung-ujungnya yang makan juga dikau.

    Pengertian yang menyelamatkan. Yuk Ke AEON lagi, eeh.

  • Harga segitu untuk berempat berarti satu orang tuh bisa sekitar 70an ribu yaa, hehehe. Kalau mengenyangkan dan rasanya memuaskan sih bakal worth it lah. Apalagi in this economy, harga-harga makanan emang pada naik T_T

    Btw, jangan salah, wasabi dimakan bareng sushi itu enak banget banget. Oiya, kalau sashimi itu lebih ke ikan mentah tanpa tambahan nasi. Kalau yang Thina beli kayanya masih sushi yaa.

    Oiya lagi, di AEON ini setiap jam 8 malam tuh sushinya diskon sampai 50% lho mas, ahaha. Temen aku yang rumahnya deket AEON demen bener ke sana malem2 buat ngincer diskonan ini. Lumayan bangeett soalnya xp

  • Cukup worth it untuk makan berempat dan berujung kenyang. Memang AEON ini is the best. Salah satu AEON favorit ku ya Tanjung Barat karena deket sama stasiun banget. Sering dijadikan titik meet up sama temen-temen dan pernah sih beberapa kali ke AEON Sentul. Nggak kalah menarik memang dan area food street nya ajib.

    Nah, kalau yang Mall Pakuwon Bekasi, jujurly belum pernah nyoba ke AEON nya. But, emang nih ya mall gede tuh suka rada rasis sama motor, dibikin muter jauh beud mau parkir pun huhuhu.

    Over all, keputusan ngajakin keluarga ke AEON emang tepat ya. Untungnya cepet kebagian tempat duduk nih hehehe. Jadi makannya khidmat walau Putri sempat rada bete hehehe yah namanya anak-anak kalau sudah mulai laper, cranky cuy.

  • Sepanjang ada mall ini saya baru sekali ke sana mas Fajar padahal dekat dari rumah, baru ngeh di bawahnya ada AEON food streetnya ya, padahal kayaknya waktu itu ke sana juga tapi ga mampir karena keponakan kecilku kekeh pengen pulang, ternyata yang di bawah itu AEON, kalau kemarin kita ga ngobrol dan baca artikelnya ini ga ngeh kalau itu food street AEON.

    Pas ke sana kebetulan naik mobil online jadi ga begitu merasakan cari parkiran, ternyata ga ramah buat roda dua ya, karena jauh ya parkirnya muter. Woke kapan-kapan ajak lagi keluarga main ke sini cobain street foodnya yang super banyak pilihannya. Biasanya AEON suka ada banting harga menjelang tutup, sama juga kah di sini Mas Fajar?

  • kalau di malaysia, AEON ni antara my fav supermarket/shopping mall 🙂 sebab selesa dan pilihan barangannya banyak dan berkualiti, harga pun reasonable!

  • saya antara pelanggan AEON yang saban minggu membeli makanan dari sini. nampaknya variasi makanan yang dijual lebih kurang sama sahaja dengan di sini… cuma kalau ada perayaan besar, barulah pihak AEON keluarkan menu khas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *