Jujur ya, akhir-akhir ini saya tuh mulai kepikiran buat ‘nyuri’ hapenya Thina. Rencananya pengen saya buka akun Instagramnya, terus saya reset history sama semua alogaritmanya.
Soalnya bukan apa-apa, makin kesini dia tuh adaaaaa aja ya kena genjutsu-nya. Segala macem acara pengen dia ikutin. Pengen dia daftarin.
Emang sih, di umur Putri yang masuk 3 tahun ini… baiknya diperkenalkan sama berbagai hal. Entah itu wisata, aktivitas, atau mungkin beberapa kelas serta kegiatan sosial.
Tapiiii ya nggak semuanya dijajal juga siiii.. Heuheu
Bayangin aja ya, baru aja sebelumnya didaftarin kegiatan lomba modeling, yang ala-ala catwalk gitu. Eeh… seminggu kemudian, tiba-tiba dia sumringah banget. Dengan ekspresi bersemangat, dia ngasih tau kalo minggu ini ada free trial main Badminton di Asna Academy, bareng sama Susi Susanti.
Jujur, awalnya saya nggak begitu excited ya. Nganu, Apaaaa pula lah itu Asna Academy? Dengernya aja baru pertama kali.
Tapi begitu saya mendengar kata ‘Free Trial‘ dan ‘Susi Susanti’, seketika itu juga saya langsung menyetujui. Karena pada dasarnya, diksi ‘Fajar’ dan ‘Free’ itu memang selalu dekat dan mesra ya.
Jadi apapun yang berbau gratisan, pokoknya hajaarrrr… Hahahaha

Terus ditambah lagi coach-nya pun nggak kaleng-kaleng. Ibu Susi Susanti lho, seorang living legend-nya Badminton Indonesia. Rasa-rasanya belum afdol jadi penggemar badminton kalo belum kenal dengan legenda satu ini.
Jadi begitulah.. pada akhirnya kami semua memutuskan mendaftar dan datang ke Asna Academy yang berlokasi di Revo Mall Bekasi ini, pada tanggal 25 April kemarin.
Impresi yang Tak Sesuai Ekspektasi

Seperti biasa, ekspektasi keberangkatan antara kami ini memang tak selalu sama. Jauh bener lah bedanya, macem bumi dan langit.
Karena ketika saya tiba di rumah jam 12.00, saat itu pula lah saya mendapati bahwa mereka semua belom ngapa-ngapain. Belom nyiapin tas, belom nyiapin baju.. bahkan Putri pun baru masuk kamar mandi. The real definition of ‘masih mentah’ banget.
Padahal acaranya dimulai jam 13.00, yang berarti ni kan waktunya tinggal sejam lagi. Kalo dihitung-hitung preparasi dan mandi sekitar setengah jam, itu artinya cuma tersisa setengah jam juga buat kami tiba di Revo Mall Bekasi.
Mepet bangeeeeettttt -_-

Begitulah. Singkat cerita, meskipun dibumbui oleh beberapa drama, akhirnya kami bisa tiba di parkiran Revo Mall sekitar jam 13.05. Dari situ saya langsung memberi titah kepada Thina dan Putri untuk mempercepat langkah kaki, agar bisa tiba lebih cepat di Asna Academy.
Tapi yha, namanya juga sama bocil mah, teteup aja gak bisa diburu-buru. Karena begitu tiba di lokasi Asna Academy yang berada di lantai 2, arloji saya sudah menunjukkan pukul 13.15.
Udah lewat 15 menit kaaan -_-

Tak mau membuang waktu, saya pun segera menggeret Putri menuju ke meja registrasi. Disana kami langsung konfirmasi data kehadiran, lalu melangkah masuk ke area dalam.
Berhubung posisinya kala itu sudah telat sekitar 15 menit, maka seorang coach langsung mengajak Putri masuk ke area lapangan badminton. Sementara untuk orang tuanya, itu tak ada satupun yang diperkenankan masuk yaa. Jadi kita semua cuma bisa ngintip aja dari luar jendela.

Maka saya pun segera mencuri posisi di dekat jendela, lalu memicingkan mata demi bisa menemukan Putri diantara kerumunan anak-anak lainnya.
Saat itulah, saya melihat Putri sedang bersalaman dengan Bu Susi Susanti. Beliau nampak ramah, menyapa anak-anak dengan penuh ketulusan, sembari perlahan mulai membangun chemistry bersama anak-anak yang ada disana.
Anak-anak yang ada di lapangan sepertinya sedang diajak untuk melakukan pemanasan. Melakukan lari santai dari ujung lapangan yang satu ke ujung lapangan yang lain.
Saat itulah hal tak terduga pun terjadi. Karena Putri yang baru tiba di sudut lapangan seberang bersama anak-anak lainnya, tiba-tiba berlari kembali menuju ke arah pintu. Sendirian saja.
Waduh perasaan saya udah mulai gak enak nih.
Benar saja, beberapa detik kemudian, ada staff yang membuka pintu. Terdengarlah suara tangisan Putri yang kencang nan menggelegar, sampai menggema ke luar ruangan.

Alamaaaaak.. Bocahnya macet euy, hahahahaa.
Sepertinya dia kaget, karena transisinya terlalu cepat. banget datang, belom sempet kenalan, tau-tau sudah disuruh lari-larian.
Salah kami juga sih, datangnya terlambat. Padahal kalau saja bisa datang tepat waktu, harusnya waktu 15 menit itu bisa dijadikan ajang kenalan serta ‘pemanasan’ dulu nih buat Putri.
Ngapunten pisan ya Putriii..
Mengenal Asna Academy

Berhubung Putri masih dalam mode ‘macet’, akhirnya saya pun memutuskan untuk menggendongnya keluar sejenak, sembari melihat-lihat dan mempelajari suasana di sekeliling.
Bingung juga kalian kan? Dari tadi saya was wes wos ngomongin Asna Academy, tapi belom dijelasin lagi secara lebih mendetil. Nih, saya kasih tau deh yaa..
Jadi, ASNA Academy adalah sebuah akademi olahraga anak yang baru saja dibuka tahun di tahun 2026 ini. Pendirinya adalah tiga legenda badminton Indonesia, yakni Alan Budikusumo, Susy Susanti dan Widyana Susanti.

Namun biarpun foundernya legenda badminton semua, bukan berarti akademi ini cuma menerima peserta didik badminton aja ya. Karena ternyata di Asna Academy tuh ada banyak opsi olahraga lain yang bisa dipilih. Mulai dari Basket, Tenis, Panjat Tebing, Taekwondo, Panahan, Baseball, Renang, Wushu, Tenis Meja, Gymnastik, Mini Soccer, Wushu hingga Ballet!
Banyak banget kaaan pilihannya!




Menariknya lagi, ASNA Academy ini tuh nerima peserta didik dari umur yang cimit banget lho, yakni mulai dari 2 sampai 12 tahun. Makanya bisa dibilang, tempat ini tuh cocok untuk jadi ajang pembibitan bakat-bakat muda.
Khusus buat Badminton sendiri, kalau misalkan ada anak yang punya potensi buat jadi Atlet, itu nantinya bisa lhoo disalurkan ke klub professional. Kayak PB Djarum, misalnya.
Ini kan mantep banget ya, nggak maen-maen lho peluangnya. Asalkan mau serius melakoni sejak dini, jalur menjadi atlet professional pun terbuka di depan mata. Asli, semangat banget deh saya.
Tapi sayangnya, saat itulah saya melihat Putri yang masih nangis kejer dan macet. Sama sekali gamau masuk ke dalam lapangan.
Saat itulah, semangat saya langsung layu lagi. hahahahaha
Melipir ke ‘Museum Mini’
Untungnya, staff disini tuh baik dan ramah banget. Ada satu coach yang sepertinya menyadari kesulitan kami dalam membujuk Putri, sehingga ia memutuskan untuk mendekat dan coba ikut merayunya.
“Kakak punya raket warna Pink.. kamu mau liat ga?”, ucapnya seraya tersenyum.
Putri yang sedari tadi diajak ngobrol, akhirnya luluh jua. Dia mengangguk, tapi nampak urung jika diajak ke dalam lapangan. Aih, jual mahal pulak ni bocah nampaknya.
Mendapati pertahanan Putri yang masih setebal baja, mbak coach itu mencoba strategi pendekatan lain. Sejurus kemudian, Ia mengajak Putri untuk melihat koleksi barang-barang milik Bu Susi dan Pak Alan yang dipajang di area depan.
Nah, baru tau saya kalo ternyata di Asna Academy tuh ada semacam ‘museum mini’. Kalo begini ceritanya mah, bukan cuma Putri doang dong yang tertarik.
Saya juga mao ikuuuuuuuut… wkwkwkwk.

Daaaan benar saja, ternyata koleksi yang ada disini tuh ternyata lumayan oke juga lho ya. Ngga banyak, tapi sudah cukup untuk bikin kita jadi terpana.
Mulai deretan medali olimpiade yang berwarna emas menyala, foto-foto serta koran yang memuat masa kejayaan beliau, sampai sepatu dan raketnya pun ada semua lhoo disini.



“Ini semua replika ya mbak?”, tanya saya penasaran.
Mbak coach langsung menjawab, “Nggak Pak.. ini beneran, asli semua. Koleksi pribadi Bu Susi dan Pak Alan”
“Bahkan handuk yang dipajang disini, itu merupakan handuk sama yang ia gunakan dalam Final Olimpiade tahun 1992 di Barcelona.”

Mendengar itu, saya langsung merinding sejadi-jadinya. Benda-benda penuh sejarah, yang menjadi momen kebanggaan seluruh bangsa Indonesia itu kini tersaji di hadapan mata.
Mata saya langsung berbinar, berpendar warna-warni.


Sementara dua rak lainnya, itu berisi koleksi foto dan prestasi dari 2 cabang olahraga lain di Asna Academy. Satu rak didedikasikan untuk baseball, sementara satunya lagi untuk ballet.
Untuk yang dua ini, ngapunten. Saya nggak dapet banyak detilnya. Mungkin karena saking terpananya ya saya melihat koleksi pribadi dari Bu Susy Susanti. sampe-sampe yang lainnya cuma berasa figuran,
Mission Failed Succesfully

Saya kira, setelah dibujuk oleh coach segala rayuan dan obrolan hangat, pertahanan Putri tuh bakal runtuh. Ternyata tidak, gaes.
Meskipun sempat berkenan untuk diajak masuk ke dalam lapangan, tapi dia menolak untuk turun dan ikut bermain bersama teman-teman lainnya. Sepertinya rasa kagetnya tadi sudah menjelma menjadi rasa trauma kali ya, saking pas dateng tuh gak ada ‘pemanasannya’ sama sekali.
Padahal, pas saya intip dari luar, materi yang diajarkan tuh cukup menarik lho. Jadi anak-anak tuh diajak buat beradaptasi memegang raket, dengan cara memukul balon! Unik banget kaaaan..
Yaa tapi balik lagi, wong bocahnya juga macet. Apa mau dikata.
Pada akhirnya, kami memutuskan untuk pulang lebih awal saja. Ndak enak kalo misalnya kami terus disini, sementara Putrinya masih nangis berkali-kali.
Lain waktu lagi yaaa, kalau ada kesempatan (dan uang), Insya Allah Putri pengen saya masukin ke akademi Badminton kayak gini. Manatau ya kan, di masa mendatang nanti Putri bisa jadi atlit Badminton kelas Internasional macem An Se-young.
Aaaamiiiiin…
Buat kalian yang tanya-tanya harganya berapa. Ngapunten, saya nggak ada info sama sekali. Selain karena kemarin baru free trial, tulisan ini pun murni saya tuliskan sendiri. Bukan paid promote sama sekali.
Jadi kalau kalian penasaran, boleh langsung buka aja ya sosmed mereka :
Bekasi, 30 April 2026
Ditulis sembari mengejar list blogwalking yang masih 25 lagi.




Yaaaaah sayang banget nih Putri ga bisa ikutan main ama bude Susi Susanti. Padahal udh sempat salaman loh. Ayahnya aja sampe ngidam tuh. Wkwkwk.
Ini antara kepengenan orangtua sama anak yg blm sinkron. Sabar ya mas Fajar. Kdg tuh orgtua emg banyak maunya. Aku jg gt kok. Kyk pgn semua dicobain dulu. Kalo cocok, ya hobinya itu bs diterusin.
Beruntung sih pny istri yg gercep bgt kalo ada event yg bs menumbuhkembangkan minat anak gt. Biar anak bs cobain. Mgkn Putri td msh posisi sleep on. Msh dicharger ga bs lgsg dipake setelah ngecharge. Hehe.
Smg lain kali persiapannya lbh matang ya mas. Ngajak main anak kalo bukan kemauannya sendiri tuh emg rempong sih. Tp tetap semangat loh ortunya. Salut jg ama coach-nya yg tetap pengertian, bahkan ngajak jalan2 dl sampe si kecil tenang.
Sayangnya ga ada sesi sama orang tua euy, jadi saya hanya bisa menatap saja. Itupun cuma sebentar, karena anaknya keburu macet, wkwkwk
Udah kadung trauma anaknya. Dibujuk berkali-kali, tetep gamau. Yowis lah, memang belom rezekinya hihihi
Coachnyaa so sweett..
Memang kudu siap dengan segala keadaan kalo sama anak-anak balita yaa..
Btw, OOTD Putri cakeepp pissaan..
Sukaa sama trainingnya yang terlihat nyaman untuk gerak yaa..
Mungkin ga, Putri sukanya zumba.. misalnya..
Atau pilates….
Huhuhu.. soalnya kalo bultang.. apakah tidak berat??
((dari orang yang lemah di olahraga.. main bultang cuma ngambilin shuttlecock doank.. kerjaannya. Cape di ngambiiill.. huhuhu..))
Oh.. sama raket aku kenapa sring bolongnya siikk??
HUhuhu..
Iyessss, effort banget lho dia ngebujuk si putri. Walau endingnya tetep gagal wkwkwk
Nah itu dia mbak. Anaknya malah berisik mulu kepengen ikut baleeeee :)))
Sekarang aku bingung ni mau nyari trialnya dimana hihihi
Aku penasaran mas Fajar iri nggak ya karena putri salaman sama legend sisi susanti? Hehe. Trus itu yang medali buat museum apakah dipajang buat hari itu aja ya soalnya kan itu berharga banget takutnya dicuri orang
Udah rezeki anaknya mbak, hihihi.
Harusnya si aman ya, secara itu kan di dalem mall. Trus akses masuk sehari-harinya pun gabisa orang sembarangan.
Padahal ini sebenanya acaranya seru ya, Mas. Bagaimana anak-anak dikenalkan dan diajarkan dasar seputar badminton. gratis pula.
Hanya memang mungkin Putri kaget. Persiapan dadakan, berangkat buru-buru, sampai sana langsung disuruh lari-lari. Mungkin dalam pikiran Putri, orang baru datang mau santai dulu, disuruh lari-lari hehehe.
Dan saya baru tahu ada Asna Academy ini. MUngkin saya lama ga main ke Bekasi. Bahkan belum pernah ke Revo Mall. Hanya lewat saja pas naik KRL hehehe. Jadi pengin ke sana lihat koleksi Bu Susi Susanti. Sampai saat ini, belum ada yang bisa menggantikan sebagai tunggal putri terbaik Indonesia
Nggih pak Bambang, agak disesalkan tapi saya mengerti sih. Salah kami juga datangnya kurang ontime, sehingga ada part yang terlewatkan.
Wajar kalau pak Bambang gak menemukan, karena memang agak ngumpet pak. Posisinya di lantai atas Revo mall, dan paling ujung pulak hihihihi
Waah syang banget yaa… Ortunya udah semangaaatt tapi ternyata si Mput lagi nggak mood mungkin ya gegara segalanya terlalu kecepatan, jadi mungkin belum siap dan kaget, yah namanya aja nak kanak mas , nanti lain waktu siapa tau dia kepingin sendiri tapi pas udh ga free lagi wkwkk, bagus sih ini jadi anak anak bisa menyalurkan bakatnya, apalagi kalo di lakukan serius bukannya itu justru mendatangkan peluang dan karirnya. Itu asli apa replika mbak coach? Saking ga percayanya ya mas, ada di depan mata benda-benda bersejarah sang legenda bulutangkis Indonesia
Betul, salah kami juga si datangnya kurang pas, jadi anaknya kaget. Masih sempet maju bentar, tapi gak mau lama-lama, beneran macettt wkwkwk
Asli semua mbaaaakkk ituuu, aku aja ga percaya.
Baca cara coachnya tetap mencoba meluluhkan hati Putri terlihat sekali profesional ya Mas. Memang belum rezeki saja saat ini ya. Mana tau nanti malah private coaching bareng para legend
Betuk mbak, terima kasih yaa 😀
Yaaa sayang banget ini mah, semoga next time bisa lebih baik,
Mengkondisikan kiddos memang perlu waktu sih karena moodnya masih gampang naik turun apalagi seusia Putri
Mumpung anak masih satu dan usia masih muda gpp mas dicoba aja peluang yang memungkinkan untuk mengembangkan dan memberikannya pengalaman.
Betul mbak, namanya anak masih toddler mah unpredictable. kadang gampang, kadang macet wkwkwk.
matur suwun ya mbak Dyaaah
Ya,, anaknya lagi nggak mood ya mas
Emang ajak bocil itu gampang gampang susah ya
Tapi aeeu juga sih ada mini museum seperti ini
Anak bisa terpacu jadi atlet ya
Terima kasih mbak Dian 🙂
Wahh kesempatan berharga banget bisa ketemu Susi Susanti ternyata mereka bikin Asna Academy ya untuk mencari bibit muda badminton.. akk pengen deh ke sana..
Nggih, matur suwun mbak dedew 🙂
bagusnya ada muzium spt ini. sangat berguna kpd Gen Z untuk mengenali legenda badminton yg mengharumkan nama Indonesia berdekad2 lamanya.
Terima kasih Uncle 🙂
tau ditaawarin raket warna pink mah saya juga mau, tapi kesitu pengenya nyobain Wall Climbingnya, diajak badminton mah sudah eungap ada buat nepak ga ada buat nafas. keren ada kelas Baletnya juga, mas fajar ga mau ikut coba kelas balet?
Heh geuning apaaal. ieu budahkna kalah ka hayangeun baleeeet :)))
Alaaa… kasihan Putri. Mungkin kena bagi Putri familiar dulu dengan sesuatu, baru hantarkan ke kelas begini di masa hadapan? Tapi memang menarik tempatnya, banyak jenis sukan boleh dipelajari untuk anak-anak kecil. Orang tua seperti kita, tak boleh join sekali kah? Hehe..
Ahahaha, betul sekali mbak tot. Terlalu tiba-tiba, sehingga ia jadi kaget.
Kalau orang tua macam kita, biasanya ikut main bareng badminton via aplikasi saja mbak 🙂
Sayang banget dah, Bang. Kesempatan diajarin sama Bu Susi Susanti harus terlewatkan begitu saja.
Dek Putri kenapa nangis? Mungkin benaar. Harusnya ada sesi perkenalan dengan teman dan lingkungan sekitar dulu sebelum acaranya dimulai. jadi, dek Putri minimal sudah kenal dan nggak merasa asing.
Semoga ada kesempatan yang lain dan bikin dek Putri enjoy sama kegiatan semacam ini ya, Bang.
Anaknya cuma bilang ‘hausss’. Tapi ya sepertinya kaget aja si. Ga sempet kenalan apa-apa, tau-tau sudah keburu mulai.
Makasih ya mbak Yuniii
Kalau saya jadi Putri pun pasti kaget dan berujung macet…yaaa gimana coba tiba² langsung diajak ke ruangan latihan dan cuzz langsung olahraga ortu gak boleh masuk lagi…pasti kaget wkwkw. Tapi seneng yaa jadi bisa melihat museum mini yang merupakan kilas balik perjalanan kisah perjuangan susi susanti dan Alan pas jaya jayanya. Keren ya mereka tetap mendedikasikan dirinya di dunia olahraga yang sudah membesarkan namanya dengan mendirika Asna Academy…
Iyaaaa, kelewat sesi kenalannyaaaa.. Wajar si bocahnya panik dan ngambek wkwkwk
Alhamdulillah, ketemu hidden gems di Bekasi mbak
comel betul bila ibu yang lagi over excited daripada anak
sebut pasal susi susanti terus geringat masa kecil dulu. sy suka alan budikusuma. rasa frust sangat bila dapat tahu susi bakal jadi isterinya adoiii laaa rasa kelakar kalau ingat balik
Hahaha, memang sebenarnya kami yang excited, sebab akan bertemu dengan Susi susanti. Senang betul rasanya hihihi.
Sayangnya putri pas lagi macet, jadi ambyar deh
menarik nya muzium ni. boleh instil passion utk anak2 bagi minat sukan badminton. indonesi pun memang hebat pencapaian badminton nya!
Alhamdulillah mbak Suzie. Sayangnya akhir-akhir ini sedang agak menurun pencapaiannya, heuheu