Sehari Menjadi Pianis Cilik di Yamaha Music School, Jakarta

Ini adalah trip keempat kami bersama Shining Kids Classs. Bagi kalian yang ingin membaca trip-trip sebelumnya, silahkan klik link berikut ini :
Belajar Berkebun & Beternak di Agro Edukasi Wisata Ragunan
Berpetualang Sehari Jadi Pemadam Kebakaran Cilik
Mengunjungi DeHakims Aviary yang Ternyata Ada di Bekasi

Wajah Jakarta di akhir pekan itu memang berbeda jauh dengan yang nampak di hari kerja. Hari Minggu jam 8.30 pagi, kami menyusuri jalan raya Cawang yang relatif lengang dengan mengendarai sepeda motor. Tujuan kali ini adalah sebuah gedung yang berada Jalan Gatot Subroto, bernama Yamaha Music Center.

Yap, lagi-lagi, kami mengikuti kegiatan family trip yang diadakan oleh Shining Kids Class. This is now the fourth time.

Tapi ada yang sedikit berbeda dalam trip kali ini. Jika biasanya kegiatan yang kami ikuti itu mayoritas outdoor, kali ini acaranya full indoor. Alasannya tentu ga perlu ditanyakan lagi ya, karena sejak beberapa hari terakhir ini cuaca di Ibukota memang sulit diprediksi. Hujan dan banjir jadi teman kita semua sehari-hari.

Untunglah, kali ini semesta mendukung. Sejak pagi, matahari terbang meninggi menjauhi awan. Menyajikan terik dan hangat, serta membuat kami jadi bersemangat. Jalanan Jakarta yang lengang pun membawa kami tiba di lokasi tepat pukul 09.00.

Sayup-sayup saya melihat gedung berbentuk persegi itu di hadapan mata. Gedung berwarna putih dengan aksen biru di bagian atasnya. Logo Yamaha di sudut kanan atas, membuatnya mudah dikenali oleh mata siapapun.

Tapi meskipun logonya Yamaha, jangan sampe kalian kesini dengan maksud nyari sepeda motor yaa. Mau motor metik, bebek, atau motor gede sekalipun, ga bakalan adaaaaa.. beda server, hahaha.

Setibanya di parkikan, kami pun segera mengatur posisi motor dan berjalan kaki menuju ke area dalam. Angin sepoi-sepoi menyambut kehadiran kami, membuat kami mempercepat langkah kaki dengan penuh semangat.

“Papih, nanti di dalem aku mau main lagu Golden, boleh gaa?” Ucap Putri, random seperti biasanya.

Heleh, gaya bener bociiil.

Dikira Telat, Ternyata Kecepetan

Dari pintu masuk, kami pun segera bergegas untuk menuju area Music Hall. Lokasinya ada di lantai 5, sehingga kami harus naik lift untuk bisa sampai kesana.

Sesampainya di lokasi acara, lho kok masih sepi?

Ternyata oh ternyata, kami datang terlalu awal. Dan kali ini bukan karena rajin yaa, melainkan karena miskomunikasi. Acaranya memang diundur 1 jam dari jadwal awal, dan sudah diinformasikan di grup WhatsApp. Tapi dasar kami gak ada yang ngeuh, alhasil pas sampe ya belum ada siapa-siapa.

Jiaaaah.

Tapi untungnya situasi itu tak berlangsung lama. Karena sekitar 10 menit sejak kedatangan kami, datang juga satu keluarga lain yang sama-sama misinformasi seperti kami. Mayan lah, jadinya kan ada temen, hahaha.

Putri pun langsung sumringah, melihat ada teman perempuan yang sebaya dengannya. Langsung saja mereka saling mendekat, berkenalan, dan akrab dalam hitungan menit. Namanya adalah Naya, ia berangkat bersama kedua orang tuanya dari daerah Cibubur.

Nganu, agak heran ya sama bocah umur segini. Cepet bener dah bikin perkongsian.

Berhubung waktu tersisa menuju kick off acara masih cukup panjang, maka saya pun berinisiatif untuk mengajak Putri ngider, melipir ke lantai lain di gedung ini.

Mulanya kami turun ke lantai bawah, membeli jajanan di area kantin dan minuman di mesin gedebuk (baca : vending machine). Lalu setelahnya, saya iseng bawa dia naik ke lantai 4, lokasi Yamaha Music School.

Diluar dugaan, begitu pintu lift terbuka, Putri langsung histeris melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya. Sebuah patung maskot, dan satu unit piano Yamaha berwarna hitam.

Langsung saja ia ngacirrr, berlari secepat kilat ke arah piano tersebut. Sempat beberapa milidetik berhenti sejenak di depannya, ia kemudian melompat menaiki kursi kayu yang berada di depan piano.

Walaaah.. Saya pun langsung panik. Buru-buru ngejar dia dan mengangkatnya menjauhi barang sakral tersebut. Jangan sampe dah ni bocil sampe bikin kisruh disini yaa. Bukan apa-apa, ni piano harganya 35 juta coy!

Motor vario kita aja kalo dijual kayaknya gak nyampe dah setengah dari harganya, hahaha.

Acara yang Penuh Musik, Full Energy

Beruntunglah, sekembalinya ke lantai 5, acara ternyata sudah dimulai.

Berbeda dari acara sebelumnya, di acara kali ini ada ada sedikit sesi sambutannya. Sambutan dari Pimpinan Yamaha Music School cukup singkat saja, kemudian dilanjut dengan sesi menari bersama yang dipandu oleh Mbak Elsa dari Shining Kids Class. Anak-anak yang hadir pun langsung terbakar semangatnya, berjoget dan bernyanyi bersama.

Maaf kalo rada burem ya. Kamera Fujifim saya lagi ngadat, hiks

Setelah itu, kami semua diperkenalkan dengan dua orang mentor sekaligus tenaga pengajar di Yamaha Music School, yakni Kak Rita dan Kak Amanda. Merekalah yang nantinya akan memandu seluruh kegiatan Music Fun Day hari ini.

Keduanya kompak mengenakan t-shirt putih dan jaket berwarha hitam. Outfit yang seakan mempertegas keabsahan mereka sebagai seorang mentor musik professional.

Dan sejujurnya, saya senang sekali melihat kehadiran mereka berdua. Pembawaannya santai dan enerjik, dengan dominasi senyum dan aura positif di sekelilingnya. Pantas saja anak-anak langsung terbakar semangatnya, menari dan menyanyi dengan penuh sukacita.

Sebagai pemanasan, Kak Rita dan Amanda mengajak kami semua diajak untuk menyanyikan lagu ‘Disini Senang Disana Senang’ bersama-sama.

Setelahnya, mereka berdua menyanyikan sebuah lagu ciptaan khusus yang kurang familiar di telinga saya. Tapi nada dan semangatnya tidak berbeda ya, tetap penuh semangat.

Lagu itu memang diciptakan khusus untuk anak-anak, yang di tengah-tengah liriknya diselipkan beberapa magic word, seperti : Do Do Do Do, dan Do Re Mi Fa Sol.

Saya langsung bisa menebak maksudnya : memperkenalkan tangga nada, lewat lirik-lirik sederhana. Aih, keren sekali ya.

Mengenal Irama Lewat Drum Sederhana

Setelah lagu-lagu pembakar semangat tadi, panitia lantas membagikan sebuah paket DIY sederhana, yang terdiri dari lembaran kardus dan dua buah stik kayu. Lembaran kardus ini nantinya akan dilipat sedemikian rupa, agar membentuk sebuah drum mini yang bisa dimainkan bersama-sama.

Setelah semua paket berhasil dirakit, Kak Rita dan Amanda pun kembali naik ke atas panggung, dan menyanyikan lagu bernada ceria lagi.

“Ayo kita main druuum…”, nanyinya dengan penuh aura ceria. Sejurus kemudian, ia pun mencontohkan ketukan drum, yang kemudian ditirukan bersama-sama oleh anak-anak di depannya. Bersahutan, saling bergantian dan membentuk irama yang penuh harmoni.

Musik dan nadanya memang sederhana, tapi untuk anak usia 3 tahun, ini pasti sangat istimewa dan menyenangkan. Belajar mengenal ketukan dan irama, lewat sebuah alat peraga sederhana. Bersama mentor yang super istimewa. Mantep betuuul!

Cosplay Jadi Pianis, Pake Keyboard Beneran

Puas bernyanyi dan bermain drum, kami pun lanjut ke sesi berikutnya. Kali ini anak-anak dipecah menjadi 2 grup. Masing-masing grup ini nantinya akan dipandu oleh salah satu dari Kak Rita atau Kak Amanda, dan masuk ke ruangan belajar untuk bermain keyboard bersama-sama.

Dan tau ga lokasi kelasnya ada dimana? Yak, Lantai 4!

Tempat dimana tadi Putri sempet ngerusuh dan bikin jantung saya hampir copot, hahaha.

Sesampainya di ruang belajar, saya langsung terhenyak. Ini keyboard yang tersaji bukan cuma sebiji doang, tapi berderet di sepanjang ruangan.

Ternyata oh ternyata, beginilah rupanya tempat belajar musik professional. Keyboard-nya lengkap, dan masing-masing unitnya sudah barang tentu tidak murah harganya ya.

Seumur-umur baru lho saya liat beginian. Biasanya pas sekolah cuma bisa maen pianika doang. Itupun gak pernah main lama-lama. Soalnya makin lama dimaenin, makin bengek ni paru-paru kita. hahaha

Jika kalian bertanya-tanya, “Kok anak kecil dibolehin langsung megang keyboard gitu sih? Emangnya gapapa?”

Jawabannya adalah : gapapa banget. Karena memang materi pembelajaran di Yamaha Music School ini sudah diciptakan berjenjang, dengan batas usia minimum dimulai dari umur 3 tahun.

Kalau untuk kelas dibawah umur begini, materinya pun sudah dikondisikan agar jauh dari kata kompleks. Disini, anak-anak gak wajib untuk menghafal not dan tangga nada. Sebaliknya, anak-anak diajak untuk mempelajari sesuatu yang lebih sederhana dan fundamental, yakni ritme musik.

Jadi di kelas ini, Kak Rita akan membawakan sebuah lagu. Nah, tengah lagu tersebut lagi-lagi akan terselip sebuah magic word, entah itu Lalala, Kwok kwok kwon, dan lainnya.

Jika magic word itu sudah di-trigger, berarti anak-anak harus menekan keyboard sesuai ketukan nada. Tombol dipencetnya mah bebas ya, apa aja. Nggak mesti pas sesuai nada tertentu, yang penting sesuai dengan irama dan ketukan yang dinyanyikan Kak Rita.

Kegiatan ini namanya Singing by Solvage. Dimana anak diajak untuk mengenali konsep sebuah musik, melalui bagian termudah dalam sebuah lagu. Triggernya ya melalui magic word tadi, entah itu “lalala”, atau “kwok kwok kwok”

Disini Putri semangat banget si. Bener-bener deh, dia keliatan serius melakukan apapun yang diinstruksikan Kak Rita. Dan begitu berhasil melakukan tugasnya, ia langsung tertawa dan tersenyum bahagia.

Melihat itu, rasanya hati Saya senang dan sedih. Senang karena melihat anak senang. Sedih karena harga keyboard-nya 35 juta. Muahalll benerrrrr…. hahaha.

Melihat Langsung Alumni dari Yamaha Music School

Setelah puas ngubek-ngubek keyboard di lantai 4, kami pun dibawa kembali ke lantai 5. Semua peserta lantas dipersilahkan untuk istirahat sejenak sembari menyantap makanan dan snack yang sudah disajikan.

Daaan, di momen inilah kami semua diberikan suprise.

Saat sedang khusyuk menyantap makanan, tiba-tiba Kepala Pimpinan Yamaha Music naik ke atas panggung seraya memberitahukan bahwa akan ada penampilan dari alumni Yamaha Music School.

Namanya Kak Difa, dan ia akan memainkan piano di atas panggung seorang diri.

Aaand you know what? She plays the piano in such a special way, like it’s unreal.

Musik yang dibawakan langsung membuat kami terdiam, saking luar biasanya. Kedua tangannya nampak sangat luwes, menyebrangi antar satu tuts dengan tuts yang lain. Menciptakan alunan piano yang indah, menyejukkan telinga siapapun yang mendengarnya.

Rasanya seperti dengerin backsound kartun Tom & Jerry, tapi di dunia nyata.

Seakan belum puas, Kak Difa pun melanjutkan penampilannya dengan menggunakan alat musik yang berbeda. Kali ini, levelnya naik jauh lebih tinggi lagi. Karena yang dimainkan adalah Electone, sebuah alat musik yang dikembangkan eksklusif oleh Yamaha.

Kalau piano dua tangan saja sudah terdengar rumit, maka electone ini lebih rumit lagi. Karena dengan menggunakan electone ini, penampilan satu orang bisa terasa seperti satu homeband penuh!

Yang main kali ini bukan cuma tangan aja, tapi kaki juga.

Ada dua hal menakjubkan disini, yang membuat kami semua menganga. Pertama, lagu yang dimainkan ini diaransemen langsung oleh Kak Difa sendiri. Which means, ini tuh lagu ciptaan beliau sendiri. Wuoooww… mantap kan.

Dan yang lebih istimewa lagi.. Coba kalian tebak, berapa umur Kak Difa ini?

18 tahun? 20 tahun?

Salaaah!! Ternyata dia ini baru 14 tahun woeeey! Itu berarti, dia tuh kelahiran tahun 2010an.

Gileeee, gileeee. Mendapati fakta ini, saya yang lahir tahun 1995, langsung berasa layak untuk dipakein soundtrack Jurassic Park, hahaha

Penutup dan Kesimpulan Akhir

Setelah menikmati penampilan Kak Difa, acara dilanjut dengan pengundian doorprize dan pesan dari beberapa sponsor. Demikianlah, akhirnya kami semua pun tiba di penghujung acara.

Seluruh anak-anak diminta untuk naik ke atas panggung, untuk kemudian diabadikan bersama. Putri nampak bahagia sekali. Mungkin selain karena banyak wajah-wajah baru yang ia temui, materi seputar musik ini jadi pengalaman istimewa lain untuknya.

Dan sejujurnya saya agak sedih ketika Putri akhirnya berpisah dari Naya. Mereka semua bersalaman, dan saling tos-tosan. Untungnya gak ada adegan mewek-mewekan ya. Putri langsung move on, dan seakan menerima bahwa belum tentu hari esok ia akan bertemu dengan teman sebayanya itu lagi.

Dia lantas berbisik ke telinga saya, “Papih, kapan-kapan aku mau kesini lagi yaaa..”

Saya cuma tersenyum, sambil membalas, “Iya puuut.. moga aja ada rezekinya terus yaaa..”

Overall, saya memberikan nilai 9/10 untuk acara kali ini. Mantap!

Bekasi, 13 Februari 2026
Ditulis sembari menenggak gelas kopi kesekian, yang entah masih ada pengaruhnya atau tidak.


Yuk, bantu penulis agar makin semangat membuat tulisan baru.
Kamu bisa melakukan transfer secara langsung ke rekening BCA : 6871338300.

Untuk info ratecard dan ajakan kerjasama, silahkan klik tombol berikut :

Fajar Fathurrahman

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

66 Comments

  • Ini sebuah perkenalan bagus bagi Putri untuk mengenal musik dengan lebih baik. Dan ternyata ketemu teman yang menyenangkan ya. Bisa praktek langsung bermain alat musik itu pastinya memberikan pengalaman yang bagus. Sehingga anak bisa tertarik untuk bermain musik. Semoga bakatnya makin terasah dan menjadi hal baik dalam hidup

  • Putri super happy. Gemes banget ya Putri tuh, pinter banget bersosialisasi.. Wah dari semangatnya Putri senang juga dengan piano ya Mas. Cus lah kursus piano..

  • Jadi ingat masa kecil kalau lihat Yamaha Music School. Dulu sempat ada kelas gratis 2x pertemuan, tapi nggak lanjut pas udah berbayar karena nggak ada biayanya T.T

    Putri pasti happy banget ikut acara ini, apalagi ditemani kedua orangtuanya. Semoga bisa ikutan lagi ya, Putri..

  • Masss, aku sampe ngikik bacanya. Anak² tuh emang cepet banget bikin kongsi plus rusuh kadang nggak tanggung². Bapak emaknya udah nggak bisa meleng lagi..

    Yamaha tuh emang salah satu brand musik yang cukup mahalll. Salah satu kawanku ada yang kerja di pabrik yg ngerakit instrumennya Yamaha, meski dapat potongan harga, instrumennya tetep mahal mass.

    Cuma ya senang kalau lihat putri bisa se-exicted itu. Berasa kayak dapat hadiah dari doraemon. Nggak kebayang bapaknya yang udah was² pulang² putri minta bawa satu piano.

    • Ahahaha, gausah ditanya itu mah. hari-hari kita ngurusin kerusuhan yang dia bikin mulu mbakkkk

      Wah, kalo liat harganya sih, aku langsung keringet dingin wkwkwk. Berabe banget kalo anak iseng atau ngerusuh. Mwahal banget mbakkk

  • suatu pendedahan yg bagus untuk anak-anak. untuk memiliki skill dalam apa jua bidangnya, seharusnya bermula dari mereka kecil. once mereka sudah besar nanti, mereka boleh pilih cabang pekerjaan yang mereka suka. bukan bersandar kepada bidang pendidikan sahaja…

    Putri lebih cenderung memilih instrument apa selepas hadir ke sini?

    • Wah kalau minatnya kemana, saya pun belum tau mbak Anies.
      Sekarang sih masih iseng coba random apa saja kegiatan yang menarik. Biarlah nantinya dia yang memilih, mau aktif kegiatan apa.
      Saya sih berhaarapnya dia demen badminton ya.. hahaha

  • Bahagianyaaaa nyampe sini, euyy!
    Putri kliatan excited bangett bangettt, mana tahu emang doi punya talenta di seni musik, ye kannn

    ndang di-les-kan aja Jar. sekalian beli si 35 juta ituuu, Uhukssss bungkuuusss

  • Mantap mas memang mengajari anak apapun bentuk dan hobinya, meski bernyanyi atau kursus menjadi seorang Pianis sejak dari kecil, dengan begitu kita bisa tahu hobi yang ia mau sesungguhnya. Bahkan bisa jadi anak multi talenta kalau hobi dan keinginannya banyak.

  • Happy Putri ya, dapat kawan baru, dan pengalaman baru, bersama muzik dan instruments yang ada. Memang kecil-kecil 3 tahun elok belajar muzik, kalau kita yang tua ni baru hendak belajar, jari pun sudah keras.

  • Nganu.. kenapa di Yamaha Music School ga sekalian jualan motor, ya? Kan sembari Putri belajar musik, bapaknya bisa ngider milih-milih NMax baru.. hehehe.

    Saya kok ngebayanginnya nanti kalau Putri udah besar dia bakal punya banyak kenangan indah dengan kedua orang tuanya yang sering ngajak jalan sambil eduwisata tipis-tipis.
    Mantap sih ini aktifitasnya, bisa jadi referensi buat para orang tua untuk mengeksplor bakat dan minat anak, ya

  • Tempatnya gedee yaa. Biasanya, emang justru anak-anak diajarin sejak kecil, soalnya mereka kayak cepet banget menyerap apapun. Kalau ka Difa start belajar di umur yang sama kayak Putri, pantas banget yaa umur segitu udah bisa sekeren itu, sampai bisa aransemen lagu sendiri. Keren, kereenn.

    Aamiin semoga rejekinya mengalir terus, jadi Putri bisa eksplor banyak hal dan jadi bisa menggapai cita citanya sejak dini.

  • Anak anak memang bagusnya udah di kenalkan musik sejak dini, selain bagus buat motorik nya, juga sekaligus di perkenalkan dengan alat musik, yah walau mereka belum paham tapi kan siapa tau ada anak”yg tertarik dan punya bakat musik, jadi bisa tersalurkan bakat dan seninya, apalagi si Mput kayaknya seneng banget, pih.. papih, nti ke sini lagi yah pih, ooh Mput co cweet amat siii..

  • Gapapa kecepetan. Daripada dateng pas acaranya udah kelar kan repot. Walaupun ya tetep aja tuh momen “kok sepi banget sih?” pasti bikin mikir keras beberapa detik ya. Untung nggak lama langsung ada temen senasib, jadi nggak berasa kayak salah gedung sendirian, kan…hahaha.

    Keren lho bagian DIY drum dari kardus itu. Sederhana banget idenya, tapi kok ya kepikiran. Anak anak jadi bisa belajar ketukan tanpa harus pegang alat mahal dulu. Kreatif sih ini.

    Eh aku malah salfok sama laki laki bertopi di foto bagian alumni Yamaha Music School itu. Sekilas kirain Virgoun lagi tampil dadakan. Hahaha. Ternyata bukan ya, aman.

    Kalo lihat penampilan alumninya, ya pantes aja sih. Kalau dari kecil sudah dikenalin ritme dan konsepnya dengan cara yang fun begini, hasilnya bisa sekeren itu. Tempatnya memang proper buat belajar musik serius tapi tetap happy.

    • Dan teman senasib ini, malah jadi teman akrabnya putri sepanjang acara, hehehe.
      Memang kalau yang alumni itu, dia sudah belajar dari umur 2 tahun mbak. Makanya keliatan banget hasilnya ya, jadiii banget itu.

  • Uncle ada tengok topik ni di story IG Fajar sebelum membaca di blog… Nampak sangat menarik cara pembelajarannya… Pandai dia menarik minat anak2 yang kategori beginner ni… Kita yang dah adult ni pun rasa nak join…

  • Keren acaranya Mas. Mengenal musik sejak dini. Siapa tahu punya minat dan bakat di dunia musik. Walaupun mahal, semoga ada terus rezekinya hehehhehe…

    Saya juga suka kalau anak ikut playdate begini. Belajar bergaul dan adaptasi dengan orang dan lingkungan baru. Dan hebatnya, sesama bocah tuh cepet banget akrab, apalagi yang usianya sudah di atas 3 tahun. Tau-tau sudah lari-larian bareng

    Penampilan Difa juga keren banget sih. Masih 14 tahun tapi sudah sejago itu. Luar biasa.

  • Putri… Apakah kamu nantinya akan jadi the next Maksim Mrvica hehe.
    Ah, jadi diri Putri sendiri aja dah ya. Soalnya mantuls nih udah kenalan langsung sama piano, terus merakit alat musik juga, keknya gak hanya jadi pianis, bakalan bikin grup band sama Ayah ya hehe.

  • Naya aktif banget ya mas, mudah bergaul juga. Kek nya kemampuan itu nurun dah dari Bapak dan Ibunya ehehe. Harga pianonya mahal bener ya, pantas saja piano itu cuma ada di ruangan orkay. Hmm, kayanya untuk jadi pianis terkenal musti belajarnya dari kecil ya. Menghafal nada dan letak tuts itu sulit banget. Saya dulu pake keyboard mainan, tetap gak bisa-bisa.
    Pengalaman selama di Yamaha Music School ini menyenangkan banget ya, apalagi pembimbingnya, Kak Rita dan Amanda, ramah parah.

  • Masya Allah..saya seneng lihat Putri bahagia hari ini main musik di Yamaha Music School. Bermain musik melatih keluwesan dan kehalusan jiwa. Semoga Papih Putri Allah beri keluasan rejeki biar bisa beli keyboard 35 juta itu jadi gak sedih lagi yaa. Asyik kali main² Putri hari ini,,,seruuu

  • Acaranya seru! Memperkenalkan anak-anak dengan musik dan alat musik dengan cara yang menyenangkan. Semoga bisa lanjut ikutan les-nya ya Putri, kalau passion bisa jadi pianis beneran. Hihi..

    Pengalaman kayak gini biasanya jadi core memory anak-anak. Jadi ingat dulu sekolah SD saya tampil di TMII, main recorder bareng temen-temen lain disponsori sama Yamaha ini 😀

  • Yamaha Musik ini ada pabriknya di dekat rumah saya di Kawasan Pulo Gadung, Mas. Tapi yang bikin gitarnya. sedangkan Yamaha Motornya juga da di Pupar hehehe.
    Dan keren ya, si Putri bisa ikut beragam kegiatan yag bermanfaat. Saya mengikutinya juga. Dari acara tanam sayuran, lalu ke Irfan Hakim, dan sekarang ke Seolah musik Yamaha.
    Tenang.. Mas Fajar. Jangan dipikirkan dulu Piano harga 35 juta. Belikan saja dulu putri keyboard. Nanti juga semangat belajar musiknya. Jangan Pianika. Bentra-bentar dilap karena sudah banyak liurnya hahaha.

  • Waah seru banget bisa ngajak si kecil Putri bs main ke Yamaha Music School. Gw aja yang segede gini pengen banget ke sana. Biar ngerasain bs belajar lgsg dgn ahlinya di situ. Biasanya kan cuman bs lihat di film. Atau lihat piano yang dipajang di mal, kyk Senci atau Central Park.

    Penasaran dgn metode belajarnya buat ngajarin si kecil ini. Kalo ga lihat lgsg, bakalan ga paham deh. Tapi si Putri kyknya ketagihan bgt tuh ya mas Fajar. Dia atraktif bgt main drum kardus hingga bs main tuts piano-nya.

    • Wah, dijamin gatell pengen nyobain juga mas. Wong disana gak cuma alat musiknya bagus. Para pemaennya juga kagak kaleng-kaleeeng.
      Iya mas, dia emang minat si. Tapi gatau deh, belum keliatan banget dia sukanya kemana.

  • Seru bangeeeettt. Pas banget kmrn aku baru beli piano (bukan yg 35 juta tapi. Ahahaha) buat hadiah anak bungsuku dan ini lagi cari cari tempat kursus piano. Ini oke banget kayanya di Yamaha Music School yaaa

  • Wah, seru banget ya…
    Putri jadi mengenal alat musik
    Belajar musik juga bagus untuk perkembangan anak ya
    Btw mas Fajar kelahiran 1995? Apa kabar aku yang 1987

  • Hihihi 35 jutaan belum ada apa2nya, ada juga yang ratusan juta eaaa eaaaa wkwk.
    Aku kalau inget tempat les piano keinget almarhum teman aku dan kakaknya yang udah almarhum deh, mereka sama2 guru les musik. Keduanya berbakat musik sejak kecil. Mereka cuma dua bersaudara dan dua2nya sudah dipanggil Tuhan duluan hiks *malahsedih heuheu.
    Keinget soalnya dulu pas mau daftarin anak les piano, aku menunda2 mau kontak temanku itu, sampai akhirnya malah dapat kabar dukanya heuheu.
    Emang sebaiknya kalau mau les’in anak musik tu bisa dimulai sejak kecil. Kalau anakku ikut pas agak besaran, emang niatnya bukan buat jago hehe, soalnya aku butuh buat melatih fokusnya dan piano salah satu alat musik yang membuatnya mayan fokes.
    Kalau beberapa temen anakku udah sejak kecil berlatih, kebanyakan yang gitu cindo2 yaa, mereka banyak ikut kompetisi, mana hadiahnya nggak main haha. Eh tapi kadang nggak dapat cash, dapatnya voucher puluhan juta tapi buat beli piano yang harganya ratusan juta yang aku mention tadi hahahaa.
    Yaaa tapi namanya masih anak2 kita fasilitasi aja kalau emang dia suka dan ortunya bisa.
    Yamaha ini terkenal sebagai les musik yang OK banget, almarhum kedua temanku sejak kecil juga di sana lesnya. pernah nanya juga yang di mall deket rumah lumayan akhirnya anakku les di sebuah tempat yang harganya mayan lha masih terjangkau kantong kami haha.
    Tapi emang kalau di Yamaha tu ada kurikulumnya dna itu katanya general berlaku di semua negara yang ada Yamahanya, jadi bisa jadi nanti yang lulusan sekolah ini bisa jadi pengajar juga, denger2 gitu yaa 😀
    Oh ya ngobrolin konsep musik, aku juga punya kenalan yang dia guru piano juga tetapi punya studio sendiri, dia suka bikin acara mengajak anak2 mengenal musik dari bahan apa aja, nggak harus alat musik beneran. Misal pakai alat panci, wajan, sendok, kaleng dll. Sering bikin kegiatan juga di studionya tapi di tangsel hehe.

    • Boro yang ratusan. 35 juta aja kita udah keringet dingin. hahahaha.
      Ya Allah mbak, aku kok malah sedih bacanyaa.. Doa terbaik untuk keduanya yaa, semoga mendapat tempat terbaik disisinya.
      Aku juga sebenernya tertarik mbak pengen masukin Putri kesiniii. Cuma ya itu masalahnya euy. Satu, jaraknya dari Bekasi kesini lumayan jauh. Dan kedua, Dari mana duitnyaaaaa… hahahahaha

  • hari ini sudah 3 hari terus menerus hujan. setelah berminggu-minggu cuaca panas.

    bagusnya anak2 kecil diperkenalkan dengan aktiviti seperti ini! how i wish bisa main piano juga 😀 imut sekali putri dan Naya!

  • Piano adalah salah satu alat muzik yang merangsang minda menurut kajian kan? Keren juga kalau Putri bisa belajar bermain piano di sini ye. Seru tempatnya. Pasti rasa tenang mendengar piano recital oleh alumni yang dijemput ya

  • Lho, anakmu usia 3 tahun juga mas? Berarti seumuran dong sama kembarku. Seneng banget liat fotonya sama teman barunya yang pas duduk di kursi, ketawa seneng banget ngikutin acara. Ah, jadi pengen ajak Aya sama Sae ikut beginian, apalagi mereka kayaknya memang ada interest ke musik.

    Shining Class ini komunitas atau program gitu mas?

    Sebagai sesama fosil dinosaurus, mari kita mengheningkan cipta bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *