Mengingat Kembali Masa-Masa Indah Bersama Komunitas Toko Hijau

Sudah dua hari ini, langit Bekasi tak secerah biasanya. Suasananya cenderung agak sendu dengan tone warna serba kelabu. Aku mencoba mengintip ke sudut jalan raya. Nampak deretan orang-orang yang terpaksa berhenti sejenak, entah menanti rintik mereda atau menyiapkan jas hujan dari bagasi motornya.

Lagi-lagi, cuaca anomali terjadi di kota panas ini. Hujan turun awal waktu, menyebabkan suasana pukul sembilan pagi terasa seperti pukul empat sore. Untunglah Aku datang ke toko lebih awal. Telat barang semenit saja, sepertinya bakal kuyup sempurna tubuh rentaku ini.

Kurebahkan tubuhku pada kursi nyamanku, seraya membuka laptop berwarna hitam lusuh itu di depan mejaku. Mataku sejenak menangkap suasana di sekitar, sebuah toko daging yang sepi tanpa kehadiran seorangpun pengunjung. Entah hari ini akan ada pengunjung atau tidak sama sekali. Aku pun tak bisa menebaknya.

“Kriiiiiing… Kriiiing…” Tiba-tiba sebuah dering telepon membuyarkan lamunanku.

Kukeluarkan smartphone persegi itu dari kantong celanaku, nama ‘Wahyu’ muncul dalam layar. Wah, ada apa pulak ini sobat lamaku menelpon?

“Halo gan, lagi sibuk ngga hari ini?” Suara aksen jawa medok terdengar dari seberang. Aku menarik nafas pendek, menjawab dengan nada sumringah.

“Nyantai gan. Piye gan piye?” Ucapku dengan mencba meniru aksen jawanya. Namun hasil akhirnya terdengar gagal dan menggelikan.

“Saya mampir ke toko ya gan. Mau konsultasi seputar aplikasi TickTick yang waktu itu sampean tulis. Kayaknya saya mau pake nih…”

“Oke gan, sini mampir aja. Hari ini saya nggak kemana-mana kok”

Begitulah, percakapan kami memang tak pernah lama. Hanya sebuah konfirmasi singkat tentang ketersediaan waktu, yang kemudian berakhir dengan kesepakatan temu. Aku dan Wahyu memang punya kesamaan. Sama-sama tak suka berbasa-basi.

Wahyu adalah salah satu dari sekian banyak teman lamaku yang masih tersisa. Kami pertama kali berkenalan di sebuah acara komunitas e-comerce berlogo burung hantu. Dan sejak itulah, kami lanjut berteman sampai saat ini.

Kadang ia mampir ke toko sekedar untuk numpang bersantai, bercerita, belajar, atau mungkin meminta pertolongan. Aku sendiri tak pernah keberatan, karena bagiku mengobrol dan bercerita adalah salah satu cara untuk memulihkan energi.

Terlebih lagi, dari sekian banyak temanku di komunitas dulu, hanya Wahyu yang benar-benar tersisa. Salah satu yang masih berinteraksi dan bersapa, walau intensitasnya pun memang kian langka. Teman-temanku yang lain, entah kemana dan apa kabarnya aku tak tahu. Semuanya sudah sibuk dengan masalahnya, dengan kehidupan masing-masing.

Entah kenapa, tiba-tiba jemariku tak bisa menahan diri. Seakan ada sebuah energi yang menggerakkannya begitu saja. Secepat kilat, aku membuka lagi galeri-galeri lama di laptopku. Melihat kembali berbagai memori yang telah berlalu bersama komunitas e-commerce buatan anak bangsa ini.

Aku pertama kali mengenal mereka semua di tahun 2017. Itu berarti, sudah 9 tahun lamanya waktu berlalu. Sebegitu cepatnya, seakan tak terasa. Dan semakin dalam aku scroll galeri-galeri itu, semakin dalam pula memori itu muncul dalam kepalaku.

Tiba-tiba saja, aku merasa sebuah cahaya terang menyilaukan mata lemahku. Sebuah energi misterius menarik tubuhku. Membuatku terhempas jauh, terombang-ambing dalam pusaran yang deras dan terbawa dalam lorong dimensi waktu.

“Tolooooong… Toloooooong…” Teriakku surau. Tak ada jawaban apapun. Aku masih terombang-ambing, entah dibawa kemana ragaku ini.

Awalnya kukira lorong ini tak berujung. Namun perlahan, aku melihat secercah cahaya di ujung sana. Cahaya kecil, yang membesar secara perlahan. Semakin aku mendekat, cahaya itu semakin jelas. Hingga akhirnya aku terhempas, jatuh di sebuah rumah besar dengan kerumunan manusia di dalamnya.

“Sial.. dimana ini?” Aku mengeluh, sembari membersihkan bajuku yang lusuh. Tapi saat kuamati tempat ini, serta orang-orang yang ada disekitarnya. Saat itulah aku sadar, dimana diriku. Ini bukan tempat biasa, begitu pula orang-orang di hadapanku. Saat ini Aku pasti berada dalam titik memori masa lalu, di tempat istimewa yang ingin kukenang kembali.

Kusembunyikan tubuhku dibalik dinding, kepalaku sedikit menyembul, mencoba mengintip. Mataku mencari-cari, siapa saja gerangan yang berada dalam keramaian ini. Dan hanya beberapa selang kemudian, aku langsung menemukan jawabannya.

“Aaaah… KUBE PENDA!”

Berbagi Ilmu, Berbagi Manfaat

Aku tahu betul fragmen memori ini. Momen ketika kami semua berkunjung ke Rawalumbu untuk menemui sebuah kelompok usaha bernama KUBE PENDA. Para anggotanya bukan orang-orang biasa, melainkan mereka semua yang memiliki keterbatasan atau disabilitas.

Ya, sesuai namanya KUBE PENDA, singkatan dari Kelompok Usaha Penduduk Disabilitas.

Seketika kurasakan energi dan semangat itu membumbung tinggi, memenuhi seluruh sudut ruangan. Mereka yang ada disana adalah orang-orang dengan keterbatasan. Ada yang menggunakan tongkat bantu, ada juga yang sepenuhnya duduk di kursi roda. Tapi semua itu tak jadi halangan barang setitik pun.

Mereka tetap sanggup produktif. Menciptakan berbagai produk makanan dengan branding sendiri, dan menjualnya. Produknya pun bermacam-macam. Ada stik bawang, stik keju, akar kelapa, onde-onde ketawa, onde-onde betawi, singkong gadung hingga sambel pecel.

Menemukan semangat penuh inspirasi setebal itu, aku pun tak kuasa menahan diri. Aku dan teman-teman komunitas Tokopedia datang kembali beberapa hari kemudian. Di kedatangan kedua, kami membawa ‘peralatan tempur’ dan materi yang lebih lengkap. Mengajarkan mereka bagaimana alur dan tata cara untuk berjualan di platform e-commerce.

Aku mengintip ekspresi mereka semua. Ekspresi haru, bahagia, dan penuh semangat. Hari itu aku berbagi, tapi rasanya kok malah aku yang mendapat banyak? Seakan jiwaku penuh oleh rasa hangat yang menentramkan hati.

“Swhoooooosh….” Tiba-tiba cahaya silau itu kembali lagi.

“Ah, sial.. cahaya ini lagi” Gumamku menggerutu. Aku pasrah, tubuhku tertarik kembali dalam lorong panjang nan menyebalkan itu.

Jalan-Jalan Kesana Kemari

Kali ini cahaya itu membawaku ke sebuah lapangan luas, dengan beberapa tenda di sampingnya. Suasana sekelilingnya serba hijau, dengan pepohonan rindang yang tumbuh menjulang. Kebetulan cahaya mentari pun terang sempurna, menghadirkan rasa hangat bagi siapapun yang ada disana.

“Aaaaah… Jangan-jangan aku sedang ada di… Garut!

Iya, dulu aku dan komunitas Tokopedia ini memang lumayan sering jalan-jalan kesana kemari. Entah di dalam kota, luar kota, atau luar pulau sekalipun. Dan Garut, hanyalah salah satu diantaranya.

Saking seringnya kami jalan-jalan, aku bahkan pernah berseloroh bahwa komunitas ini adalah komunitas traveling berkedok e-commerce, hehehe. Pokoknya tiap kali selesai mengadakan sebuah event, sisa uangnya tak pernah benar-benar kami habiskan. Pastilah ada yang kami sisihkan, untuk kelak jadi tabungan jalan-jalan berikutnya.

Momen ini juga yang paling memorable, karena jadi salah satu titik awalku berkenalan dengan mantan pacarku a.k.a istri, hehehe.

Rasanya ingin berterima kasih pada waktu. Karena apapun yang terjadi pada masa lalu, itu jualah yang membawaku pada titik aku berada hari ini.

Menjadi Jawara Kota Terbaik.

Kali ini, Aku tak menunggu cahaya menyebalkan itu datang menghampiriku. Jadi kuputuskan untuk memejamkan mata saja. Aku penasaran, apakah diriku bisa berpindah ke fragmen memori lainnya tanpa harus terombang-ambing lagi.

Beberapa menit lamanya kutahan cahaya menembus kelopak mataku. Hingga tiba-tiba kurasakan sebuah hembusan angin dingin menembus tulangku. Kucoba menebak-nebak lokasiku dari pergerakan hembusan angin itu. Rasanya berbeda, tak terasa segar natural seperti di suasana sebelumnya.

“Apa.. jangan-jangan, aku sedang berada di sebuah ruangan gedung?”

Kubuka mataku. Benar saja, kali ini aku berada di sebuah gedung pencakar langit nan tinggi. Dan jika ingatanku tidak meleset, saat ini Aku sedang berada di komunal area, lantai 52 dari Tokopedia Tower.

Aku datang kesini bersama teman-temanku, bersiap untuk menerima penghargaan sebagai Kota Terbaik, TopCommunity of The Year.

Momen ini seperti puncak dari segala peluh yang telah berlalu. Setelah segala acara yang terlaksana, dan sosialisasi yang tiada henti. Hingga akhirnya kami berhak mendapatkan pencapaian bergengsi itu.

Kami menerima penghargaan itu secara langsung dari tangan salah satu pendiri Tokopedia, yakni bapak Leontinus Alpha Edison.

Entah kata apa yang bisa menggambarkan suasana hati kami kala itu. Sumringah, semangat, dan tentunya sangat berbahagia.

Menerima Souvenir Custom yang Istimewa

Setelah momen puncak nan istimewa itu, Aku penasaran. Kira-kira, kemanakah destinasi berikutnya dalam linimasa memoriku ini?

Jadi sama seperti sebelumnya, Aku pun memejamkan mata. Mencoba menenangkan diri, seraya mengumpulkan konsentrasi. Perlahan tapi pasti, hembusan udara dingin yang menusuk itu pun menghilang. Digantikan oleh hembusan angin sejuk dari kipas angin, yang bunyinya nyaring menderu.

Aku terhenyak saat membuka mata. Ini ruangan yang penuh kenangan, kamar lamaku beberapa tahun silam. Kala itu diriku masih bujang, belum berkeluarga.

Tapi tunggu dulu.. Apa urusannya kamar lamaku dengan rangkaian memori ini?

Saat itulah Aku sadar, tepat di hadapanku telah tersaji sebuah kotak besar bertuliskan ‘Tokopedia 9’. Ini bukan sekedar kotak biasa. ini adalah sebuah souvenir event ulang tahun ke-9 yang sengaja dikirimkan oleh Tokopedia, untuk para seller terpilih. Bisa mendapatkannya, adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Aku pun tak kuasa menahan diri. Segera saja Aku membukanya, mencoba melihat kembali semua isinya. Ada pouch custom, jar berisi cookies, hingga powerbank custom dengan logo Tokopedia. Semuanya benar-benar disiapkan khusus dan mendetail. Membuatnya terasa seperti sebuah sambutan yang hangat.

Namun diantara gemerlapnya deretan bingkisan itu, ada satu hal yang sukses membuatku merinding sejadi-jadinya. Selembar surat yang bertuliskan apresiasi, yang ditulis langsung oleh sang founding father-nya Tokopedia, Pak William Tanuwijaya.

Selembar surat ini membuat souvenir ini terasa benar-benar lengkap dan istimewa. Tak cuma bentuknya yang besar, namun juga detil kecil dan ucapan khusus ini membuatnya jadi terasa spesial.

Membuatnya seakan menjadi apresiasi sempurna atas segala effort dari para seller di Bekasi yang selama ini tak pernah main-main.

Aduh… kok tiba-tiba merinding sebadan-badan ya?

Hai, Apa Kabar? Semoga Baik-Baik Saja.

“Ngeeeeeng… Brebek brebek..” Suara cempreng dari knalpot Beat mber tiba-tiba membuyarkan lamunanku. Seketika itulah ragaku terpental, terlontar jauh dari linimasa memori yang baru saja kukunjungi. Kini aku kembali tempat dudukku, terdiam dan terpaku di depan laptop kerjaku.

Disaat yang bersamaan, seorang pria dengan Jaket parasut hitam datang masuk ke area toko. “Assalamualaikum.. Piye kabare gan? Gimana bisnis, lancar jaya?” Suara kencangnya menggema ke seluruh sudut ruangan.

Ternyata pria itu adalah Wahyu.

“Alhamdulillaaah.. Sini gan. Masuk, masuk..” Aku menjabat tangannya, seraya memindahkan laptop menuju meja khusus di area depan toko. Obrolan kami pun mengalir, bertukar cerita dan berbagai update kehidupan akhir-akhir ini.

Sampai di satu titik, Aku iseng menunjukkan kembali sebuah artikel lawas yang pernah kutulis tentangnya. Wahyu tersenyum, mencoba menahan tawa.

Dua artikel, dua momen yang berbeda. Dari awalnya ia hanya berjualan di sebuah kontrakan kecil dan mengerjakan semuanya sendiri, hingga kini pindah ke tempat lebih besar dan mempekerjakan beberapa karyawan.

Dan selain Wahyu, Aku pun pernah menuliskkan cerita tentang Mas Ardi dan tokonya bernama Pusat Grosir Xuping. Dahulu kala, dagangannya hanya berisi separuh dari kamarnya. Sekarang? Bahkan rumahnya pun sudah tak sanggup menampung stok dagangannya.

Kini Ia sudah berkembang lebih pesat. Membangun satu gedung sendiri dan mempekerjakan hingga ratusan karyawan di sekitar rumahnya.

Aku pun tersenyum. Sungguh, sebegitu cepatnya waktu melintas dan berlalu. Tiba-tiba semuanya sudah berubah dan bertumbuh, bahkan saat diriku tak menyadarinya.

—————–

Untuk teman-teman yang sengaja, atau tak sengaja membaca tulisan ini. Aku hanya ingin mengucapkan sebuah pesan sederhana.

“Hai, semoga kalian semua baik dan sehat selalu ya. Maaf, jika komunikasi kita sudah tak se-intens dulu. Mungkin memang adakalanya, kita perlu fokus pada kehidupan kita masing-masing.

Tapi yang pasti, kudoakan setiap langkah kalian dimudahkan dan diberkahi oleh Tuhan yang Maha Kuasa…”

Bekasi, 20 Januari 2026
Ditulis sembari mengintip kembali box souvenir yang masih tersimpan rapi.

Fajar Fathurrahman

A Man with frugal style living. Sering dikira pelit, padahal cuma males keluar duit.

More Reading

Post navigation

56 Comments

  • Mengenang kebersamaan di masa2 dulu itu memang menyenangkan ya mas membawa kembali memori kebersamaan…
    Aku dulu juga sempet ikutan seller toped sama shopee tapi lebih seringnya datang ke event shopee sie dan selalu kagum sama para seller yang mulai dari kecil sekarang sudah mempunyai bisnis yang besar bahkan mempunyai banyak karyawan…bahkan dl sempet mikir dan iri juga sie kapan yaa aku bisa berkembang kayak gitu tapi rupanya jalan hidup membawa ke arah yang berbeda yang mana aku merasa lebih menikmatinya 😉

    • Betul mbak Eryka, memang banyak sekali memorinya. Sayangnya kalo sekarang mah udah pecah, jadi sibuk sama urusan masing-masing aja.
      Dah selama ekonomi masih baik mah, gausah dipikirin mbak. Wong skrg para sellernya aja makin syulit kok jualannya hahaha

  • Hidup ini memang ada orang yang datang dan pergi walaupun kadang-kadang kita mengharapkan agar bisa bersama seberapa ketika lagi. Semuanya berubah kerana pelbagai sebab for the better or worse kan? Semoga semua yang pernah hadir mencipta memori terus sihat, bahagia dan dirahmati Allah.

    • Betul sekali kak. Itulah kehidupan, pasti ada yang datang dan pergi. Yang penting kita mensyukuri setiap detik yang berlaku, lalu mengambil pengajaran daripadanya. Terima kasih kerana sudi singgah di sini ya kakak.

  • Pas kalimat “aku seprti masuk ke lorong yang berputar”,aku pun langsung melihat iklan atau apalah di atasnya yang mirip lorong berputar dan berkilau Kebersamaan yang dulu ada kini hilang entah kemana, ya pastinya sudah di sibuk kan dengan aktifitas dan keluarga masing-masing, tapi kan kenangan itu akan selalu ada ya mas, agak sedih aku bacanya looh, tapi kan hidup harus terus berjalan.

  • Tulisan yang hangat, ditunggu cerita nostalgia lainnya mas bro, memang bener waktu cepet banget berlalu ya. Semoga kita semua selalu dimudahkan jalannya seperti doa di akhir tulisan ini.

  • Aah, kedatangan Mas Wahyu bikin konsentrasi saya buyar. Hihi …
    Beneran ya Tokopedia gak hanya bikin komunitas yg dalamnya banyak kegiatan, tapi sekaligus jalan buat nyari jodoh juga. Huhuy…
    Souvernir Tokopedia unik dan tahan lama ya
    Souvenir dapat mantan pacar pasti yg paling berkesan. Hahaha

  • Kemudian cahaya itu hadir padaku, ikut mengajakku traveling bersama waktumu dalam tulisan yang mengalir. Tidak terasa peristiwa demi peristiwa hadir dan semuanya membentu sesuatu.

    Satu diantaranya membentuk kisah sovernir, memperlihatkan bagaimana perkumpulan mengarahkan langkah, manisnya sampai bertemu dengan seorang yang berarti saat ini. Aaah cerita yang hangat.

    Doa baik untukmu dan semua orang yang pernah menjadi bagian kisahmu Jar, semoga kalian bisa kembali bertemu, mungkin sekedar bercerita, kalau sembilan tahun berlalu sudah membentuk banyak hal pada kalian, terutama bisnis yang digeluti bersama ecommerce hijau itu.

  • Tolong… Aku silauuuu.. Sinar itu menyedotku dan kemudiaaann…
    “Sial, ternyata senter Putri.” Aku hampir nembak begitu. Karena lawakan biasanya mas. Tapi ulalala.. aku terkecoh. Sungguh.

    Awal² berkomunitas yang masih bujang sampe ketemu jodoh.

    Seru banget baca ceritamu. Aku nggak nyangka kalau Tokopedia itu pernah sekeren itu, punya komunitas juga. Mulai dari masih narik umkm sampe ada UMKMnya naik kelas.

    Semoga saja yg tak seintens dulu tetep baik, sehat dan sejahtera.

  • Tulisan ini harus dibaca Pak Haji Dedi Mizwar, nganu.. siapa tahu bisa jadi bahan buat seri Lorong Waktu, apalagi sebentar lagi kan Ramadan.

    Ngalir banget bacanya, kaya ikut masuk ke lorong waktu, puyeng nya aja ikutan pas serasa disedot ke kilatan cahaya yang menyedot itu sampe bisa nyampe ke Garut segala ikutan ngaliwet, tapi tersadar pas liat fotonya ga ada aku… wkwkwk

  • saya pernah dengar tokopedia ni, macam platform beli belah secara online kan? menarik juga ada buat program sukarelawan begini ya 😀

    alhamdulillah, asbab program sebegini lah berjumpa dengan isteri hihi

  • Alhamdulillah Mas Fajar jadi seller berprestasi di Tokopedia. Aktif juga di komunitas dan jadi dapat teman dan network baru ya. Ini kenangan yang pantas banget dikenang banget.

  • Masih kebayang aku masuk lorong waktu diatas. Di komunitas serunya itu , apalagi kalau komunitas itu punya program ya lg keren2 kaya diatas . Nambah pengalaman ya , nambah bahagia apalagi ya kang

  • Kesibukan masing-masing jadinya kurang intens silaturahmi nya ya Mas Fajar.
    Namun, sebenarnya pasti ada rasa rindu yang menyeruak henda dipertemukan lagi oleh semesta. Apalagi banyak momen brilian yang telah dilalui. Banyak sprit yang ditebarkan dari berbagai insan guna saling mendukung satu sama lain.
    InsyaAllah akan berjumpa lagi suatu hari nanti ya

  • Sebuah kisah yang sangat menghangatkan hati. Mengingat momen penuh kesan bersama teman-teman seperjuangan.

    Souvenir Custom memang sukses menyentuh hati apalagi ada tulisan dari foundernya langsung, asli bikin merinding banget.

    Penutup yang bikin haru, sekaligus ku bantu aminkan ya. Semua kalimat baik tersebut luar biasa banget.

  • Saya baru tahu kalau tokopedia ada komunitas yang suka jalan²nya. Sekarang kenaoa gak ikut aktif lagi mas Fajar? Seruu ya bisa keliling² kemana mana. Betewe penghargaan itu kereen bangeet deh. Selamat ya Mas Fajar. Dan di komunitas iru juga dapat rezeki terindah yaaaa yaitu ketemu istri…Barokallah

  • Wah aku baru tahu nih tentang komunitas Tokopedia ini. Apakah ini komunitas pembeli atau penjual ya? Dan pastinya komunitas ini sangat berarti ya buat mas Fajar karena mempertemukan sama jodohnya. Hehe

  • Baru tau kalau Tokopedia ada komunitas dibaliknya ternyata.. Dulu Tokopedia tuh marketplace andalan bangettt.. Jauh unggul dibanding yang lain.. Sebelum si oren dan si hitam mampir pastinya >.<.. Sedihnya sekarang malah potongan ke penjual lumayan banget nominalnya.. Lah malah jadi curhat wkwkwk…
    Seru pasti ya ketemu dengan teman lama yang membawa banyak memori. Apalagi jadi ingat pertemuan pertama sama ibunya Putri, uhuuukkk

    • Sekarang mah udah kacau banget mbak. Potongan fee nya udah macem zaman VOC Belanda, hahahaha.
      Ahahaha, kebetulan ketemunya pas masih aktif di komunitas. Sampe sekarang masih kenal satu sama lain

  • Fajar Daebaakkk
    Master of storytelling bangettt dikau mah ✨baca artikel ini berasa lagi ada di TKP jugaakk.
    Aakkk, semogaaaa 2026 dan seterusnya , Allah limpahkan rezeki berkah berlimpah utk kita semua ya

    bisa menjalin silaturahim dgn assoy geboy juga

  • Aku baru tahu tokopedia ada komunitasnya. Keren-keren pula acaranya. Pasti menyenangkan punya banyak teman yang satu frekuensi. Apalagi masih ada yang berhubungan baik sampai sekarang. Salah satu bentuk rezeki.

  • Dari masa ke masa dan kenangan ke kenangan, rasanya aku hampir semua ada di tulisan mas Fajar tentang Toko Hijau.
    Memang istimewa sekali ya..
    Apalagi jaman pandemi yang semua orang ((UMKM)) mengandalkan toko online untuk bisa memberikan impact signifikan bagi usahanya.

  • Kalau lihat cerita ini aku juga jadi banyak bahan nulis sebenarnya
    Apalagi dari sebuah kotak souvenir yang masih rapi
    Sebagian memang sudah aku bagikan ke orang biar gak numpuk karena beneran takut mati sementara banyak barang yang menyusahkan ahli warisku, hehe
    Tokopedia jadi kenangan indah ya Mas
    Pasti senang bahagia bersama para disabilitas juga di momen itu

  • Nah ingat manfaat memiliki sebuah komunitas Di mana kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman dan yang lebih seru pendapatkan souvenir yang personalized. Keren banget sih karena semua orang bisa mendapatkan hal seperti ini dan ini menjadi sebuah pengalaman hidupnya tidak akan terlupakan

  • Aku jadi ikutan kembali ke masa lalu niihh 😀
    Btw ngobrolin Tokopedia, walau orang2 sekarang suka belanja di toko onye, tapi aku masih suka belanja di tokped/ melalui tiktok yang konek ma dia lhooo, soalnya nggak njlimet hehe.

    Baru tahu ternyata ada komunitasnya ya. Aku soalnya pembeli sih bukan seller. Eh sempat dulu buka toko di sana tapi dah belasan tahun lalu dan nggak terlalu aktif. Ah ketinggalan nih 😀

    Walaupun udah lama ternyata memorable ya, salah satunya kenalan sama cewek yang sekarang jadi istri? Cieee cieee uhuks 😀

    Woowww menarik juga niiihhh, support UMKM dengan menulis perjalanan para seller2, mengetahui latar belakang dan kesuksesannya sekaligus gitu ya? Sekarang gimana kabar temen2nya mas? Apakah masih bertahan jualan atau ada yang banting setir? Coba dikontak2 dikumpu2in lagi mas hehe

    • hayoo bisa balik lagi ke masa kini ga? hahahaha.
      Sekarang mah udah beda banget mbak. Dulu mungkin bisa seaktif itu, salah satunya karena ada support yang jelas dari pusatnya. Gak melulu perkara dana si, tapi juga dari pelatihan, event dan berbagai support lainnya. Sekarang mah… wah, sedih kalo diceritain, hahahaha

  • Wag, baru tahu ada komunitas Tokopedia
    Ini bisa jadi wadah saling support ya mas
    Btw suamiku klo belanja, lebih sering ke Tokopedia daripada aplikasi sebelah
    Hehehe

  • senengnya kalau ikutan komunitas ya seperti ini, guyub, rukun, terus uda kayak keluarga sendiri, ditambah pula kalau temen-temennya sering ngadain jalan-jalan atau traveling, senengg dan bikin awet muda hahaha
    salut dan pastinya keren sama temen-temen disabilitas yang masih produktif dan kreatif, menjual beberapa produk yang pastinya membuat mereka aktif bekerja.

    aku sendiri masih inget cerita di blog mas Fajar soal toko grosir Xuping. Gini ya kalau misalnya kita rajin ber-networking, relasi kita ada dimana-mana, bahkan bisa kenal dengan beberapa suplier atau produsen

  • Kereeeen kak. Biasanya sesama seller saling sikut, tapi ini justru saling dukung supaya bisa berkembang bareng. Komunitas gini tuh yang diperlukan oleh pemula. Sehat tapi tetap kompetitif. Percaya kalau rezeki sudah ada Bagiannya masing-masing

  • tiada apa yang kekal di dunia ini. yang hidup pasti akan mati… tapi selagi ukhwah masih menyala, inilah masanya untuk kita semarakkan semangatnya… jika bukan kita yang menggerakkan aktiviti seumpama ini, siapa lagi kan yang boleh diharapkan?

    seronok tengok aktiviti macam ni… serasa nak ikut join sekali hahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *