Matahari Jogja sedang terik-teriknya kala kami mobil yang kami tumpangi menembus jalan raya. Hari ini adalah hari kedua kami di Yogyakarta, dan kami memutuskan untuk pergi jauh dari penginapan. Menyusuri Jalan Raya Magelang – Yogyakarta dengan jarak kurang lebih 20 kilometer.
Tujuan kami kali ini adalah… Ibarbo Park. Sebuah tempat wisata unik dengan konsep ‘kota kartun’ yang tak sengaja lewat di timeline tiktok saya sehari sebelumnya.
Dan sejujurnya, saya pun hanya iseng saja mengusulkan tempat itu kala berbicara dengan mbak Yanti. Gak berharap di-oke-in juga, sehingga andaikan ditolak pun, saya akan menerima dengan santai saja.
Namun siapa sangka, beliau langsung menyetujuinya tanpa banyak bertanya apa-apa.
Catatan : Tulisan ini tergabung dalam series cerita edisi Yogyakarta. Untuk kalian yang membaca keseluruhan cerita dari awal, silahkan klik menu berikut ini :
- Perdana Naik Kereta Ekonomi New Generation ke Yogyakarta
- Menikmati View Indah Menghadap Laut di Teras Kaca, Pantai Nguluran
- Another Lunch With a View at Puncak Segoro, Yogyakarta
- Menyusuri Ibarbo Park yang ‘Katanya’ Kota Kartun di Jogja
Yha maklum lah, sejak awal kan konsep trip ke Jogja kali ini tuh emang rada-rada unik. Dibayarin sama kantor, tapi planning dan eksekusi semua destinasinya diatur masing-masing. Makanya menyambut hari kedua kami di Kota Pelajar ini, baik saya maupun Mbak Yanti sejatinya tak memiliki rencana apa-apa.
Mungkin itu jualah, yang membuat beliau langsung acc tanpa ba bi bu lagi.
Impresi Awal : Tak Sesuai Ekspektasi

Tatkala mobil Daihatsu Sigra yang kami tumpangi tiba di area Ibarbo Park, sejumlah tanya dan rasa penuh kebingungan mendera kepala saya. Apalagi saat mendapati area parkiran mobil yang nampak sangat luas. Terlalu luas malah, dengan mayoritas space yang ada masih kosong melompong. Tak terisi mobil.
Sampai sini, perasaan saya langsung merasa agak kurang enak.
Apalagi kala ketika perlahan langkah kaki kami menjauh dari mobil, sayup-sayup saya melihat deretan anak kecil yang sedang berbaris dari kejauhan. Semakin mendekat, semakin jelas pula di hadapan mata saya ini.



Daaaaan, yak.. benar saja. Yang antri di pintu masuk ini adalah rombongan anak sekolah. Maka semakin menjadi-jadi sajalah perasaan tak enak saya ini.
“Mbak, ini beneran buat orang dewasa apa nggak ya? Kok yang dateng rombongan bocil semua?”, bisik saya ke Mbak Yanti, dengan nada gamang.
Mbak Yanti hanya tersenyum tipis, lalu membalas, “Lhaa mana gue tau.”
Ada perasaan nggak enak juga sih ya, kalo ternyata Ibarbo Park ini gak sesuai ekspektasi. Karena kalau saya dan Thina sih, mungkin bisa fine-fine aja. Tempat yang cocok buat bocil, yaa berarti pas untuk kami yang datang sembari membawa Putri.
Lain urusannya dengan Mbak Yanti. Dia yang datangnya sendirian doang, mau ngapain cobak dateng ke tempat wisata anak macem gini?

Itulah mengapa, pada awalnya saya sempat usul ke Mbak Yanti, “Mbak, apa mau pindah aja? Takutnya tempatnya ga sesuai sama ekspektasi selera mbak”
Namun jawabannya tentu sesuai dengan yang diprediksikan. Dimana Mbak Yanti menolak dan menjawab dengan nada datar, “Tanggung lah, udah sampe disini..”
Yowis lah, akhirnya kami pun memutuskan untuk segera ambil posisi di salah satu antrean tiket yang tersedia. Tapi tiba-tiba, terdengar suara ‘jegrekkkk’ yang cukup keras, tak jauh dari tempat kami berada.
“Apa itu?”, ujar saya bertanya-tanya. Sepersekian detik saya kebingungan. Sampai akhirnya saya sadar bahwaa LCD di hadapan saya kini telah mati sempurna.
Lhaaaa… Mati lampu???
Masuk dan Disambut oleh Mini Zoo

Beneran doong ternyata mati lampu, hahaha.
Saya tau itu karena selain dari layar yang mati, pembayaran non-tunai pun mendadak nggak bisa semua. Alias, ujug-ujug disuruh bayar cash deh coba.
Untungnya waktu itu Mbak Yanti udah prepare. Maka dibayarkanlah semua biaya dengan uang tunai. Meski jujur, feeling saya udah makin ga enak lagi si. Soalnya nganu, mosok tempat kayak gini ga ada backup plan in case of emergency?
Sekitar 10 menitan saya menunggu di depan kasir, belum juga ada tanda-tanda listrik akan menyala. Jadiii.. yowis lah, kami putuskan untuk lanjut masuk ke dalam saja.




Rupanya area pertama ini, berisi koleksi hewan-hewan seperti domba, beruk, kelinci, kura-kura dan masih banyak lagi. Dibilang koleksinya unik dan istimewa, nggak juga ya. Kebetulan saya sering ngajak Putri ke berbagai Mini Zoo, jadi sejujurnya lokasi ini masih terhitung biasa saja.
Malah, saya mempertanyakan kenapa titik pertama harus diarahkan ke mini zoo ini? Impresinya justru jadi kurang baik lho, soalnya nganu… bau banget!


Iya, meskipun secara kondisi kandang terhitung bersih. Tapi hidung mah nggak bisa bohong. Beneran emang baunya lumayan nusuk ke hidung, sehingga membuat saya tak kuat berlama-lama disini.
(Masih) Terkendala Listrik Mati

Saya kira, setelah berjalan mengelilingi mini zoo, seluruh kendala listrik yang terjadi di awal tadi sudah bisa teratasi sepenuhnya.
Ternyata nggak, ya.
Karena meskipun di Ibarbo Park ini ada mesin genset, tapi daya-nya nggak cukup untuk menyalakan semua wahana yang ada disini. Dan jujur, sampe di titik saya perasaan saya udah makin campur aduk.
Agak bete ajaaa gitu, sebab harusnya hal-hal seperti ini kan bisa masuk dalam pertimbangan sejak awal pembangunan. Kalo mati listriknya lama, mosok iya kudu nunggu listrik nyala dulu baru bisa beroperasi normal?



Untungnya gak semua wahana mogok beroperasi karena kendala listrik ini ya. Masih ada satu dua wahana bertenaga baterai, yang masih bisa beroperasi dengan normal. Salah satunya adalah Sepeda dino ini, hihihi.
Putri seneng betul, mendapati dirinya bisa naik dinosaurus betulan. Macem kayak yang di tipi-tipi.
Sayangnya gak bisa lama-lama. Karena durasi sepeda dino ini pun singkat saja, hanya kisaran 10 menit maksimal. hiyaaah
Aviary Terbesar Se-Yogyakarta!

Kendala listrik yang masih belum menemukan titik terang, memaksa kami untuk segera berpindah ke titik lain saja. Daripada hanya celingak-celinguk memeriksa wahana apa saja yang bisa beroperasi diantara sekian banyak wahana yang mati, sepertinya lebih baik jika kami mampir ke wahana yang tak butuh listrik sepenuhnya.
Yak.. kami putuskan tuk segera pindah menuju area Aviary. Yang konon katanyaaaa… ini tuh Aviary terbesar lhoo di Yogyakarta.
Benarkah demikian?


Well, bisa jadi. Karena sejak langkah kaki kami memasuki area aviary ini, koleksi burung yang ada di dalamnya memang cukup bervariasi. Mulai dari yang tidak bersayap seperti burung unta dan burung emu, hingga yang gagah perkasa seperti elang dan burung macau.
Tapi sejujurnya, kalau mau dibandingkan dengan aviary yang ada di Taman Mini, sebenarnya tempat ini masih kalah besar euy. Karena ya balik lagi, klaim mereka kan cuma terbesar ‘Se-Yogyakarta’, bukan Se-Indonesia.


Banyak Wahana Kecil nan Minimalis

Seiring langkah kami berjalan keluar dari area Aviary, nampaknya kendala listrik berangsur mulai teratasi. Beberapa wahana kini mulai beroperasi kembali, khususnya yang mengandalkan listrik untuk bisa menyala.
Saat itulah, saya menyadari bahwa ada banyak sekali wahana-wahana kecil yang tersaji di Ibarbo park ini. Cumaa ini tuh konsepnya macem tiket terusan gitu. jadi either kita beli paketan di awal, atau kita beli tiketnya ‘ala carte’ di masing-masing wahana.

Cumaaa yang saya perhatiin, wahana yang ada disini tuh rata-rata nanggung. Entah ukurannya kecil, atau memang fasilitasnya ya biasa aja. Seadanya aja.
Ada rumah hantu, tapi isinya full mekanik semua dengan path jalan kaki yang pendek. Ada wahana VR games gitu, tapi headsetnya cuma ada 5; padahal yang ngantri banyakkkkk…
Yaa gitu lah, semakin saya mengitari Ibarbo Park, semakin saya merasa bahwa tempat ini tuh terlalu dipaksakan. Seperti diminta untuk memuat semua hal, padahal kenyataannya yang dimasukkannya pun ‘sekadarnya saja’.
Paragraf Penutup

Jujur, kalo ditanya apakah saya akan mampir kembali ke Ibarbo Park. Jawaban saya nampaknya adalah… Nggak.
Meskipun mungkin, bad experience yang saya alami ini sedikit banyaknya disebabkan oleh kendala teknis. Tapi baik secara konsep maupun eksekusi desain Ibarbo Park ini, saya nggak bisa memahami keseluruhannya.
Rasa-rasanya kayak semuanya serba nanggung aja gitu. Ingin memasukkan wahana sebanyak-banyaknya, tapi akhirnya terjadi.. semuanya justru terasa hambar.
Yha, semoga aja saat tulisan ini dirilis, sudah ada banyak improvement yang terjadi di Ibarbo Park ya. Yang mungkin saja, bisa membuat saya tergerak untuk visit yang kedua kalinya.
Bekasi, 05 Mei 2026
Ditulis setelah anak dan istri tertidur pulas di kamar dan saya bisa fokusssss..




Saya tuh gak terlalu suka ke tempat yang ada park-park nya kayak gini, mungkin karena dah gak muda lagi wkwkk, tapi kalo buat anak”mah sebetulnya bagus aja sih ngenalin berbagai hewan, sayangnya ya serba nanggung gitu yaa, udahlah listrik mati, syukur si Mput gak protes, … Ni naek dinosaurus jalannya belok kiri belok kanan aja… Sampe liat si Mput kek betek gitu, kurang lama itu si dinonya …hihihi
Untungnya ni anak belom ngerti-ngerti amat mbak waktu itu sih. jadi ya nurut-nurut aja.
yang misuh-misuh justru mamihnya hihihihihi
Emang naik dino mah kepengen bapaknya hihihihi
Eh, kok si Mas pantun plin plan sih? awalnya ngusulin ke Ibarbo Park. eh sudah sampai sana sana, malah usul pindah saja. Nanggung memang. Jadi sekalian masuk saja hehehe.
Dan begitu masuk ada drama mati lampu lagi. belum bayar listrik kali hehehe.
Tapi Ibarbo Park ini masih terbilang pas mengajak anak-anak ya, Mas. Ada mini zoo juga dengan koleksi lumayan beragam. Semoga sekarang ini Ibarbo Park sudah berbenah lebih baik lagi.
Soalnya nganu pak, ini kok vibesnya kayak buat bocil bangetttt… Ga sesuai sama ekspektasi saya sejujurnya si.
Tempatnya sepertinya asyik juga walau tidak seperti kartun beneran, dan seru juga ya ada drama mati lampunya.. hihihi
Nggak seruuu mas, malah banyak wahana yang mati, heuheuheu
Kalau uncle lah yang datang ke sini… memang akan jadi tempat selfie lah jawabnya! Banyak sangat subjek tak tahu mana nak pilih! Hahahaha
Ada lagi bahasa Indonesia yang uncle baru belajar ni… kali ni ‘Domba’
Hahaha, uncle pasti tak akan kehabisan spot selfie, sebab memang ada banyak sekali disinI!
Domba tu kalau di malaysia apa uncle?
DOmba di Malaysia = Kambing biri-biri
Owalaah, disini pun kadang disebut biri-biri juga uncle. Tapi memang lebih familiar domba
Ini akibat dari orang Jekarda mainnya ke Park Park-an…
Hihihi.. monmaap, mas Fajar.. sebagai orang daerah ((aku Surabaya.. tapi kalo dibandingin Jakarta.. yaah memang terlihat udik sekaliii…)) . Sama halnya ketika ke kota kek Semarang, Jogja, atau kota besar lainnya.. kalo masalah teknologi, jangan diadu deeh.. Jekarda uda terDABEST!!!
Mana cepeett pulak yaah.. kek setiap detik, ada ajaaa perkembangannya.
Bener-bener niat kalo bikin wahana.
Tapiii.. kalo soal pemandangan alamnya…
Indonesia mashaAllah yaa.. terdiri dari lembah gunung pantai yang gak ada di Ibukota.
Jadi mainnya jan ke Park Park-an laggii.. hihihi…
Main ke Ibarbo Park sama Putri
Jangan lupa makan Oseng Mercon Bu Narti
Boleh jadi mas Fajar tak kembali
Tapi tetap Jogja di hati.
Eaaa… marrii kita ke Jogjaaa laggiii..
Karena kota ini akan selalu memanggil dengan sepanggul rindu.
Ehhh jangan salah, disini pun ada beberapa spot yang (monmaap) agak kurengg gitu eksekusinya. Makanya tergantung pengembangnya juga si, ga serta merta efek wilayahnya.
Nah, Gunungkidul si juara banget kalo pemandangan alam mbaaak..
Asyikkk mantep pantunnya
waduh ceritanya kurang happy banget ya, listrik mati, tidak ada langkah emergency. Biayanya mepet kali ya.
Yah begitulah mas, namanya cerita hidup. Ada yang sesuai ekspektasi, ada yang meleset. Hihihi
mas aku salfok tu sama foto istrinya yang lagi mangap itu. sudah izin belum nih takutnya istrinya ngamuk. hihi. kayaknya baru kali ini aku baca review tempat wisata yang gagal di jogja jadi penasaran ini tempatnya baru buka atau gimana? tapi kayaknya memang belum banyak yang bahas sih yaa.
Ke yogyakarta bersama anak dan istri
Pulangnya jangan lupa bawa bakpia
Meski tempat wisatanya bikin keki
Bukan berarti tak ada alasan kembali ke Yogya
Hahahaha, biarin ajaa.. Dia mah udah apal sama kelakuanku.
Kalo liat komen di Tiktok, kurang lebih komentarnya sama si. Yha ada yang suka, ada juga yang gak suka. Kebetulan pas aku, kayaknya emang pas lagi apes aja.
Kayanya tempat wisata yang ada “park”-nya di Jogja nggak sebagus di kota besar lainnya. Menurut saya ya. Dari pengamatan via media sosial aja sih waktu nyari apa yang bisa dikunjungi di Jogja. Drini Park juga wahananya kalah lha kalau dibanding kota-kota lain. Apalagi Jakarta ya
Nah mungkin Ibarbo Park ini juga sejenis ya. Apalagi ditambah insiden mati lampu. Makin-makin lha…
Jalan ke Jogja naik kereta,
Mampir beli bakpia satu kodi
Tempat wisata bikin kecewa,
Untung nggak pakai uang pribadi
Eh iya nggak sih?
Penasaran setelah baca “Dibayarin sama kantor, tapi planning dan eksekusi semua destinasinya diatur masing-masing,” ini budgetnya unlimited apa gimana, Mas?
Nah, aku pun baca review dan testimoni temen-temen kok gitu ya. Kutandain ah, biar jadi catetan kalo pas ke Jogja, hihihi.
Bukan unlimited mbak. Cuma kantornya terima beres aja, terserah kita mau kemana wkwkwk
Wong sekantor yang berangkat cuma berdua aja.
Hoalaahh begini toh dalemannya. Yuyurly saya cukup penasaran karena pas mudik sempet lewat Ibarbo Park ini dan ruame banget parkirannya. Di pikiran saya kayaknya oke nih tempatnya buat ngajak anak-anak. Emang kalo buat anak-anak sih seneng aja kayaknya ya mereka bisa lari-larian, liat hewan, main wahana. Tapi eman-eman banget pas ke sana kok ya pas mati lampu dan lama pula! Hmm.. Next time main ke tempat wisata lain aja Mas kalo ke Jogja, masih buanyak yang bisa dieksplor ya..
Kalo pas momen libur lebaran, kayaknya rame banget si.
Memang cocok ini buat wahana anak-anak. Tapi kalo buat orang dewasa, jujur kureng banget si. Agak eman juga datang kesini eeeeh ada kendala mati lampur.
Saya yang membaca entry ini pun ikut sedih melihat gambar yang dikongsikan.. Pengalaman yang tak menarik langsung.. Semoga yang mengendalikan taman ini mahulah membuat tambah baik supaya segalanya kelihatan lebih menarik bukan sekadar ada sahaja..
Betul mbak Sha. Moga saja setelah kejadian ini, langsung ada preparasi lebih jauh ya. Jadi tak terulang lagi kendala mati lampu nya
Ini kocak banget sih jalan2nya. Bisa mati lampu di tempat wisata, baru denger saya mas, hahaha. Tapiii kalian hebat ya, masih bisa nikmatin liburannya meski rada ada drama. Kayaknya kalo saya mah bisa ngedumel sepanjang hari hehehehe.
Aslinya ini udah misuh-misuh mbak, hihihi. Tapi ya udah lah yaaa, namanya geh perjalanan hidup. Gak selalu mulus.
Padahal ingin ini itu, tapi jadinya buyar ya.
Mungkin ada kondisi teknisi yang kurang terhubung baik ya Mas Fajar, sehingga jadinya penanganan kurang gercep dilakukan.
Ya, siapa tahu saja kedepannya bisa lebih baik lagi, karena sebenarnya punya potensi buat jadi wisata pilihan, terlebih pas momen liburan.
Mati lampu jadinya nganu,
Rasa nggak enak makin menderu,
Biarkanlah pergi pengalaman tak enak itu,
Yogyakarta dan kesempatan lain masih menantimu
#SemangatCiee Mas Fajar n Family
Mungkin park ini buat anak sekolah yaa jadinya serba kecil hihi fiturnya lumayan banyak tapi yaa memang kayak sekadarnya saja.. bisa-bisanya tak ada genset yaa pas mati lampu..
Jalan-Jalan ke Ibarbo Park Yogya
Jadi nelangsa karena mati lampu
Tenang saja Fajar, Putri dan Thina
Yang penting kenangannya manis selalu
Main ke blog Fajar si blogger
Selalu terhibur kisah piknik barengnya
Jangan lupa mampir kasih komentar
Biar Fajar makin semangat ngontennya
manteppp pantunnya mbak, hihi.
Memang cocoknya buat anak sekolahan si ini tempatnya.
Amiiin mbak, jangan sampe terulang lagi deh yaa
Seru juga baca review jujurnya Saya malah jadi merasa ikut “jalan-jalan” langsung ke Ibarbo Park lewat detail ceritanya, apalagi bagian mati lampu dan ekspresi bingung lihat rombongan bocil, relate banget wkwk. Salut karena ulasannya tetap terasa fair, tidak hanya mengkritik, tapi juga tetap menyampaikan sisi positifnya. Semoga ke depannya Ibarbo Park bisa lebih matang dari sisi konsep dan fasilitas, karena sebenarnya idenya unik banget buat destinasi keluarga di Jogja.
Terima kasih
Emang sih ya, apa apa itu jangan pake ekspektasi yang tinggi dulu. Malahan jadi bikin makin amblas kalau hal yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan. Jika gede gap nya.
Ekspektasi “Kota Kartun” kalau eksekusinya nanggung dan ditambah kendala teknis pasti bikin feeling campur aduk. Apalagi kalau sudah bawa keluarga jauh-jauh menyusuri Jalan Magelang.
Semoga kedepannya tempat ini lebih siap soal backup listrik dan aromanya, biar klaim aviary terbesarnya makin mantap.
Kukasi dulu pantun melayu nih hihhihi
Kail diletak di dalam perahu,
Umpan dipasang ikan tak makan;
Tinggi diharap bintang jatuh ke bahu,
Rupanya pungguk merindu bulan.
Dalam budaya Melaya seperti harapan yang tak sampai hehehe yang penting enjoy sih
Terima kasih mas Jerry
Sedih banget main ke ibarbo park ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi padahal secara konsep sangat menarik dunia kartun di Yogyakarta gara-gara mati lampu semuanya hampir ambyar. Tapi yg penting anak sempet senang naik Dino hahhaha
Jalan-jalan ke Ibarbo Park
Sampai disana, Mati Lampu!
Jangan sampai sistem jadi Dark
Karena Ternyata Gensetnya Tak Mampu
Gak Apa-apa Tak Sesuai Ekspektasi
Yang penting jangan sampai harus pijat refleksi
Iya, rada terobati dengan naik dino walau sekelibet, hihihi
Jadi pengalaman seru deh mas Fajar meski ke Ibabo Park-nya ngeselin. Wkwk. Mati lampu tuh emg ngeselin smua org. Ga di rumah atau tempat wisata. Ya kali mereka ga antisipasi. Musim liburan loh itu. Untungnya anak kecil rata2 yg ke sana. Jd mereka ga protes deh. Tp kalo sampe bocil2 ini protes, ya bs berabe jg. Ortunya ngomel jg jadinya.
Ya namanya wisata di daerah, maklum sih ga bs segede di ibu kota. Bahkan di kota gede kyk Jogja aja msh kalah jauhnya. Tp bagi org sana, itu udh lumayan gede loh. Gpp yg penting rasa penasarannya terpuaskan. Wkwk
Ke Ibabo Park bikin kesel
Mati lampu jadi masalah
Aku ngerti Mas Fajar nyesel
Tapi Jogja tetap jadi kenangan terindah
Iya mas, mosok kalah sama alfamart, hihihihi.
Ini aslinya ada beberapa bocil udah ngedumel si. Bingung juga kali disana mau ngapain, wong wahananya pada mati. heuheuheu
Ibarbo Park memang bikin mangkel
Sampai sana mati lampu
Lihat istri dan anak kemekel
Sudahlah wajah gak usah cemberut gitu
Kota Jogja Kota Istimewa
Banyak spot bikin kenangan
Hapuslah air mata kecewa
Anggap ini ujian kehidupan
Ke Jogja bareng keluarga
Ke Ibarbo Park harapannya bahagia
Meski nyatanya ada kecewa
Anak istri sehat semua
Lihat Thina eskpresif gitu, pasti terobati tuh kecewanya dan memang gak bisa bohong kalau harus nge-review perjalanan yang butuh di-notice orang-orang
Aslinya misuh-misuh mbak, hihihi.
Cuma yaudah, saya ajak ngiter-ngiter aja. Biar gak bete-bete banget.
Ke Jogja cari kota kartun,
Katanya seru penuh warna-warni.
Eh pas baca review dengan santun,
Auto ngakak tapi tetap informatif sekali
Mini zoo baunya bikin minggir,
Wahana nyala mati bikin deg-degan.
Tapi cara mas Fajar cerita ngalir,
Bacanya jadi tetap menghibur dan bikin penasaran
Maacih mbak dian 😀
Wah sayang ya mas liburannya jadi nanggung, jadi kecewa deh, untung nya dibayarin kantor
Kondisi matu lampu kan harusnya ada mitigasinya la, kan pengunjung kecewa sudah bayar tapi ga bisa menikmati wahananya
Lihat ekspresi nya mbak Tina sepertinya menggambarkan rasa kecewanya ya, ekspresimu mana mas kok ga dikeluarkan sekalian gondoknya wkwkwk maaf maaf, maksudku biar lega gitu lho
Pergi ke pasar beli ikan
Untuk dimasak sore nanti
Walaupun Ibarbo Park mengecewakan
Jogja kan selalu di hati
Hahahaha, emang dia tuh lagi kezel banget kayaknya. Jadi ditumpahinnya dengan berfoto pose begitu.
Berani Putri beri makan iguana.
Alamak, gangguan elektrik pula. Umpama mini zoo pun ada, banyak spesies burung² ya, Mas.
Alhamdulillah mbak, kalau sama haiwan, dia takde takut-takut, hihihi.
Burungnya masih kalah banyak dengan yang di Taman Mini mbak
Memang happy la budak-budak kalau tengok binatang..
ibu bapa pun akan rasa enjoy juga.
beraninya anak mas berdepan dengan biawak yang besar tu
Hamdalah mas Hanafi 😀
Eeeeeh itu Iguana mas, bukan biawak, hihihi
masa anak2 kecil dulu mereka suka pergi ke zoo utk tengok pelbagai haiwan..
Betul uncle, makanya sekarang pun saya ajak anak terus hihihi
kadang2 tempat yg viral kat TT ni nampak wow dalam video. tp bila kita datang sendiri & rasa berbeza drpd jangkaan… bohonglah kalau cakap tak kecewa sikit kan…
aduhh masalah elektrik tu… sy yg baca ni pun ada juga rasa nak marah tapi sabar je laa… yg penting Putri seronok naik dino…
Betul Mbak Anies, tentulah saya pun ada rasa kecewa. Tapi takpe lah, namanya hidup kadang tak sesuai ekspektasi, hehehe
Semoga setelah ini ada perubahan yaaa
Aduhhh terputus elektrik pula saat baru sampai yar. Biasanya tempat-tempat wisata akan ada back up generator yang bisa mengatasi masalah begini kan lagi-lagi kalau banyak permainan dan fasilitas nya memang butuh elektrik untuk berfungsi. Kalau yang datang dari jauh mesti agak kecewa dengan tempat ini kerana tidak mencapai expectation nya. Semoga pengusaha wisata ini dapat menambahbaik terus semua tarikan yang ada di sini
Betul, sayangnya generatornya kurang cukup kuat untuk handle semua kendala listrik disini, hiks. Padahal perlu banget si harusnya.
Semoga saja nantinya jadi ada perbaikan ya mbak
Setiap dari Magelang buat ke Jogja selalu lewat jalan Ibarbo. Dari luar selalu ramai sama bis wisata. Beberapa kali lewat konten orang yg mengunjungi ibarbo dan keliatan seru. Soon semoga bisa mengunjungi Ibarbo
Terima kasih mbak Mira
nampak menarik juga tempatnya utk berliburan dgn anak2..put aside technical problem tu 🙂 adult pun has inner child deep in our heart kan hahah saya pun suka jer try naik ride on
Iyaaaa, sebetulnya saya pun senang-senang sajaaa. Tapi sayangnya gara2 problem teknis, jadilah beberapa wahana jadi tidak beroperasi.
Untung aku belum jadi kesana…soalnya ini wahana juga sempat hadir di fypr IG ku trus keliatannya menarik gt buat ajak anak2 kesana kan banyak wahananya tuuhh dari yg aku liat di IG
Tapi setelah baca ini sptnya ibarbo hanya booming sesaat pada masa pembukaan dan sekarang sepi peminat yaaa… yang mungkin karena kehadirannya yg nanggung dan serba dipaksakan spt tulisan masa fajar tadi…
Sekelas tempat bermain kan harusnya kendala mati listrik sudah ada back up plan nya yaa tapi ini malah lauama banget penanganannya …hhmmm baiklah sptnya saya urungkan saja untuk kesana 🙂
Aku ga yang ga rekomenin yaaaaa, hihihi. Kala mbak mau kesana, boleh-boleh saja kok 😀
Cuma memang, aku sepertinya datang di momen yang tidak tepat. Jadi pas mati lampu itu, heuheu
Drama betul ni. Sudahlah tersampai kat tempat kanak2, tapi nasib baik ada putri jadinya tak berasa malu sangat orang dewasa masuk ke situ. Lepas dah masuk letrik pulak mati… Lama pulak tu! Kalau saya pun takde mood