Alunan gamelan jawa terdengar menggema ke ke seluruh sudut ruang. Membuat suasana dingin dan mencekam terasa menyeruak perlahan kala langkah kaki Saya, Putri dan Thina tiba di Plaza Pondok Gede.
Tentu ini adalah sebuah anomali, karena sepanjang saya ketahui.. seharusnya Plaza Pondok Gede itu penuh dengan fun vibes. Wong ini tempat isinya orang-orang menengah kebawah yang lagi butuh hiburan kok.
Maka sejenak saya membelokkan pandangan mata ke sebelah kanan, mencoba mencari-cari sumber suara gamelan tersebut. Dan seketika mata saya pun terbelalak.. jantung saya berdebar tak keruan.. ginjal saya seperti terbakarrr.. kaki saya terasa dinginnn.. kepala saya seperti tertusukkk!!!
Aih, udah udah. Kok terlalu berlebihan ya. Maaf, terlalu didramatisir, hahaha


Setelah mencari tau, ternyata suara gamelan itu berasal dari sebuah Wahana Hantu Indonesia yang belum lama ini comeback dan mengundang segenap warga Bekasi untuk menguji nyalinya. Adapun kali ini mereka datang dengan tema ‘Lorong Kost’, sesuai dengan film berjudul serupa yang akan ditayangkan di Bioskop pada akhir bulan Juni ini.
Sebenarnya saya sempet liat postingan promosinya di akun Info Pondok Gede sih, tapi gak nyangka aja gitu kalo ternyata posisinya bener-bener ada di deket pintu masuk. Dan melihat pemandangan seperti ini, saya pun langsung iseng.. memotret dan membagikannya ke grup keluarga.

Hasilnya? Adik dan Kakak saya, Farid & Fatimah membalas dengan penuh semangat. Entah karena beneran ingin uji nyali atau sekedar ingin menguji sampai batas mana keberanian saya yang semi-semi penakut ini.
Maka tak butuh waktu lama, kakak saya pun langsung berangkat naik ojol, sementara adik saya bela-belain bawa motor dari Jakarta dan meluncur kesini.
Ya begitulah hidup. Kadang yang direncanain jauh-jauh gak jadi-jadi. Eeeh yang dadakan kayak tahu bulet malah terealisasi.
Lah, Setannya Kemana?

Sembari menanti kedatangan adik dan kakak, saya pun mengajak Thina dan Putri untuk mendekat dan mencoba menggali lebih banyak informasi.
Tiket masuk ke dalam wahana ini adalah Rp. 30.000,- di hari biasa, dan Rp. 40.000,- di akhir pekan. Beruntungnya saya pas dateng di hari Jum’at, sehingga masih kebagian harga tiket termurah.
Di area dalam nanti, kurang lebih isinya mirip seperti wahana uji nyali pada umumnya. Ada talent alias orang beneran, yang akan bertugas menakut-nakuti setiap orang yang lewat. Tentu bakal lebih asyik sih, ketimbang setan-setanan berbasis mekanik yang pernah saya temukan di Dufan dan Trans Studio.
Ketika kami sedang menunggu, sayup-sayup kami melihat rombongan bocil sedang berjalan masuk. Saya dan Thina pun memantau dari jauh, penasaran kira-kira bagaimana nantinya mereka semua akan keluar.
Beberapa saat kemudian, saya mendengar suara teriakan serta bunyi benda keras yang menghantam dinding. Tak berapa lama, rombongan bocah itu berlari dengan ekspresi penuh ketakutan. Saking takutnya, seorang anak perempuan sampai jatuh terbaring dan mesti ditenangkan oleh salah seorang petugas.

Melihat itu, Thina pun jadi bertanya kembali. “Kamu yakin, beneran berani masuk ke wahana beginian?”
Menolak dianggap letoy, saya pun berkelakar. “Berani lah. Di dunia ini gak ada yang kutakutin… selain keluar duit”.
“Emang dasar medit!”
Eeeh, tiba-tiba saya melihat mas petugasnya menutup pintu, seraya menempelkan tulisan ‘SEDANG ISTIRAHAT’ di salah satu sudut. Menemukan pemandangan itu, saya pun penasaran segera konfirmasi ke petugas yang berjaga.
“Iya mas, ini kita masuk jam istirahat dulu yaa.. Nanti balik lagi jam setengah 7”
Jiaaaah, setannya ternyata bisa laper juga. Mau makan nasi padang dulu nih kayaknya. hahahaha
Takut? Apa Itu Takut?

Setengah jam dari sejak kedatangan, Farid dan Fatimah pun tiba di lokasi. According to the plan, yang nantinya akan masuk adalah kami bertiga saja. Sementara Thina, nantinya akan menunggu diluar saja sebab gak ada lagi yang bisa menjaga putri.
Sebagai komplotan kakak beradik yang punya kelakuan rebel, boro-boro dah kita panik atau gimana-gimana. Yang ada malahan becanda terooos dari pertama datang. Entah itu ngetawain bocil yang berhamburan, atau becanda sama mas-mas yang jaga.
“Mas, ini nanti bayarnya kemana? Bisa langsung ngasih cash gak ke setannya?”, tanya Farid ke mas-mas yang lagi bengong.
Untung mas-masnya gak keselek pas dengan pertanyaan konyol begitu. “Pake QRIS mas, masa mau dikasih ke kuntilanak.. hehehe”
“Ngomong-ngomong, ini lorongnya lumayan panjang ya? Kok lama sih keluarnya”,
“Nggak kok mas, kayaknya pada lama aja sih jalannya. Soalnya kalo dalemnya mah gak begitu banyak kok. Setannya aja cuma ada empat..”
Saya pun nyeletuk, “Dikit juga ya mas. Mau saya bukain loker Linked.in gak mas biar rada ramean?”
Mas-masnya hanya tersenyum karir.Rombongan yang berdatangan kian ramai, sehingga kami pun memutuskan untuk ambil posisi dan mengantri di dekat pintu masuk. Dasar adek saya rusuh ya, dia ngide ngeluarin hape Infinix-nya yang punya fitur buat ngecek heart beat.
“Ayo, sini cek. siapa yang detak jantungnya paling tinggi. Berarti dia takut.”
Setelah mencoba bergantian, ternyata yang skor jantungnya paling berdebar adalah kakak saya, hahaha. Sebenarnya beliau ini gak begitu takut sama hantu, kecuali satu, yakni Pocong.
Dan sayangnya, dari desas desus yang saya dengar, disini malah ada pocongnya. Panteslah dia jadi deg-degan. “Pokoknya gue ntar di dalem mau merem aja”, ucapnya.
Saya nggak terima lah, “Dih, curang. Cge-cheat! Mending gue lah… ntar di dalem mau pake headset, terus nyetel Spotify : soundtracknya Tayo, full volume”
“Itu juga nge-cheat woy!”
Antiklimaks Malah Jadi Ngakaks

SPOILER ALERT. Buat yang penasaran dan pengen coba, skip paragraf ini ya
Langkah kami bertiga perlahan memasuki ruangan. Saat itulah, seketika hidung kami mencium bau dupa yang pekat. Ruangan yang ada di hadapan kami ini memang diatur sedemikian rupa, sehingga menyerupai rumah kost yang penuh nuansa mencekam. Lengkap dengan lampu yang redup dan sound effects ala-ala di film horor.
Sebelum masuk, kami semua diberi pengarahan oleh petugas. Intinya sih, kami dilarang untuk menyentuh atau memukul para talent, dan talent pun gak akan menyentuh dan memukul pengunjung. Dilarang merekam video, serta dilarang menyalakan flash di smartphone.
Sebagai gantinya, kami semua dibekali sebuah senter untuk menyinari ruangan yang gelap. Itupun ada catatannya, yakni gak boleh nyorot mata talent-nya secara langsung.
Baiklah, kami pun mulai bergerak perlahan. Adik saya memegang senter, dan berada di posisi paling depan. Saya ada di tengah, sambil mendengarkan musik Tayo di headset dengan volume tertinggi. Sementara kakak saya ada di baris paling belakang.

Ruangan pertama, kami disambut oleh sebuah kuntilanak yang nangkring di pojokan. Ketika kami lewat, kuntilanaknya diem aja. Nggak ada aksi akrobatik macem handstand atau tari salsa, gitu.. biar lebih atraktif.
Ia tetap diam sampai kami semua lewat, sebelum kemudian tiba-tiba dia mengeluarkan tawa cekikikan kuntilanak yang khas itu. “Hihihihihi….”
Mendengar suara tawa itu, saya pun nyeletuk, “Apaan si.. emang ada yang lucu ya?”
Kesian kuntilanaknya jadi keki.
Beberapa langkah, kami disambut oleh kuntilanak lain yang menatap dengan tatapan mata melotot dan terbelalak. Cuma punten nih, kuntilanak yang kedua ini kayaknya.. lebih pendek ya, kayak Kiki Saputri. Jadinya pas papasan ama Saya dan Farid yang punya badan tinggi, mbak kuntinya mesti nenggak, hahaha.
Maafkeun, ini malah jadi kunti shaming.
Entah karena faktor itu, atau mungkin sudah brief-nya kali ya, jadi pas saya dan Farid lewat itu dia beneran cuma diem aja. Eh tapi pas Kakak saya yang lewat papasan, tiba-tiba dia teriak kenceng banget, “WHOAAAA…”
Kakak saya langsung refleks nutup kupingnya, bukan karena kaget.. tapi karena pengang. Mbak kuntinya teriak persis di lobang telinga banget. Berasa kayak dikeroyok sound horeg jadinya.
Kakak saya langsung minta tuker posisi jadi ke tengah, dan saya pun menuruti. Dia langsung berkeluh kesah, “Buset, teriaknya depan kuping gue banget. Pengang banget ini jadinya”.
Gak berapa lama kakak saya ngeluh gitu, Saya menengok ke belakang. Dan lagi-lagi saya kaget.. karena ternyata mbak kuntinya ngikutin di belakang. “Lah buset, mbak nya ngikut?”
“Yaudah, sini.. jagain area belakang ya”, perintah saya dengan santuy. Mbak kuntinya kayaknya udah keki, jadi diem aja.
——
Memasuki lorong berikutnya, tiba-tiba saya langsung panik dan meminta semuanya berhenti sejenak. “Gaes, gaes.. bentar dulu.”
Semuanya langsung berhenti, sembari bertanya penasaran, “Kenapa? Ada apa?”
“SPOTIFY-NYA IKLAN! Bentar, tunggu dulu nih. Roti dan selai, bunga dan kumbang.”
Heuuu.. Gubrag. Mendengar itu adik saya langsung bete, dan malah mempercepat langkahnya.

Ruangan berikutnya, menurut saya adalah ruangan terseram dari keseluruhan sudut di dalam sini. Ketika kami membuka pintu, mata saya langsung menangkap sebuah suasana kamar kosan yang mencekam, lengkap dengan kasur kapuk yang motifnya gambar bangau merah itu.
Dan diatas kasur kapuk itu, ada sesosok pocong yang sedang tertidur, lengkap dengan tanah kuburan dan make up yang lebih realistis. Kayaknya setan ini nih, yang bikin bocil-bocil tadi pada takut dan berhambur keluar. Maka saat itu pula, saya ngingetin kakak saya buat merem.
Dasar Farid iseng, bukannya takut.. dia malah maju duluan dan menghampiri pocong yang lagi tidur itu. Terus dia bilang begini, “Bang.. abang dikasih brief-nya disuruh bangun pas orang terakhir lewat yak?”
Pocongnya diem aja. Yaiyalah, masa pocongnya ngasih spoiler.
Eh tapi bener, ternyata pas saya dan Fatimah masuk, baru deh dia bangun dari tidurnya. Nggak yang sampe bangun si, cuma kayak terduduk di atas kasur gitu. Dan tentunya sambil mengeluarkan suara-suara erangan yang menyeramkan.
“Nah kan, apa kaga gue juga..”, ucap adik saya bangga.
Kesian setan disini, pada ketebak jobdesknya masing-masing.
Ruangan terakhir, ada sebuah kursi goyang dengan mas-mas setan berbusana adat jawa, lengkap dengan blangkon di atas kepalanya. Mas-masnya diem aja saat kami lewat, mungkin udah males kali ya ngeliat kelakuan kami di beberapa ruangan sebelumnya.
Yaudah, karena masnya diem aja, saya kasih dia semangat. “Mas shift-nya sampe jam berapa hari ini? Yang semangat ya kerjanya mas”
Idih, sok deket banget…
Ruangan itu jadi ruangan terakhir, sebelum kemudian kami bertemu lagi dengan cahaya lampu yang lebih terang. Pertanda uji nyali telah selesai, dan kami pun berfoto bersama di salah satu sudut ruangan yang sudah disiapkan khusus.
Dari luar Thina nyeletuk, “Yaaah.. gak asik, kirain bakal lari-lari ketakutan”
Kesimpulan Akhir
Setelah tiba di ujung lorong, kami ditawari oleh seorang petugas untuk mendapatkan tiket nonton film gratis. Tugasnya simpel, cukup update story dan follow beberapa akun seputar promosi film Lorong Kost saja. Kami pun mengiyakan, dan mendapatkan tiga buah tiket bioskop sebagai imbalan.
Kesimpulan dari saya, ini sih sebenernya ya promosi film yaaaa. Kita bayar HTM 30 ribu, itu pada akhirnya ya sama dengan kita beli tiket nonton bioskopnya gak sih, hahaha
Tapi gapapa, saya sih mendukung terus perkembangan film di tanah air ya. Semoga kian maju dan makin mendunia lagi. Biar bantu promosi, saya lampirin trailer filmnya disini ya :
Untuk kalian yang penasaran, wahana uji nyali ini masih akan ada sampai 6 Juli 2025 yaa. Yuk, mampir yaaa.
Bekasi, 24 Juni 2025
Ditulis sambil siap-siap berangkat kerja via jalan kaki




Huhuhu… aku paling gabisa dateng ke wahana hantu-hantuan beginiih…
Suka siyoocck sama vibesnya yang ngagetin.
Ga bisaa… gabisaaa…
Tapi kalo nonton film bioskopnyaa.. in syaa Allaah suka.
Hehehe.. sok berani dikkiitt..
Gak begitu ngagetin kok ini mbaak. Cuma agak ngeselin aja, hahaha
Kadang yaah.. aku kepikiran, lebih baik kit agak tau daripada tau, jadi kepikiran dan takut.
Jadi inget kontennya NCT Dream pas masuk wahana Desa Penari.
Ini tuh mereka ga ada takut-takutnya padahal penarinya uda di samping bangeett..
((btw, kalo aku jadi penarinya bakalan toel-toel membar sii.. hahahah.. kapan lagiii bisa sedeket itu tanpa bayar kan yaa..huwaaa!!))
Kalok aku, uda otomatis pingsan siik..
Sumpil, gabisa bangeett kenak modelan begini… huhuhu.. ciyuuutt nyaliikuu..
Di dunia perdedemitan, ketimbang kuntilanak, genderuwo, tuyul atau babi ngepet -eh ini mah bukan setan ya hahaha, aku juga paling takut sama pocong mas. Soalnya ketimbang setan lainnya, pocong ini terasa lebih real, kan kalau liat jenazah dikafani tuh lumayan sering ya, jadi terasa lebih relevan aja tentang keberadaannya.
Aku liat trailer Lorong Kost, wah menarik juga ya. Sebab rasa-rasanya belum ada film horor yang mengangkat secara khusus tentang (anak) kost. Pensaran aku plot twistnya senenang apa film ini haha.
Iyaaa, kenapa setan lokal menurutku bisa lebih traumatik.. karena emang dia tuh relate sama kehidupan kita sehari-hari ya.
Hahahaha… aku baca sambil ngakak ngikik. Kesian banget kunti yang mungil itu mas..
Tapi untung mas kalian nggak pake heboh pas masuk di wahananya. Dan jujur, aku yang parno sampe sekarang kalau masuk wahana ujinyali model orang beneran lebih thrill.. Takut nyakiti hantunya aku. 😀
Dulu pernah berperan sebagai hantu nih aku mas, di rumah hantu pas festival kejepangan pas kuliah. Eh dapet dong, tamu yang hebring pas masuk. Wig-ku rusak dan kepala benjol gara-gara tamu hebring… Hahahaha… 😀
Maaf, gak bermasuk body shaming yaa hahaha
Nah itu sih, kadang ada yang rusuh jugaaa kalo perkara hantu gini tu. Padahal kan sebenernya gak boleh pukul-pukul. Tapi mungkin takut jadinya refleks ya.
wah hantunya bisa bisa besok cari kerjaan lain mas. heheh
Gapapa, biar dia ada kesibukan lain mas hehehe
Ini Putri ikutan masuk, Mas?
Harga tiketnya murah sih. Tapi aku penakut, makanya gak pernah masuk ke rumah hantu. Takuuut, ampyuun dah.
Yg kerja di sana juga kuat banget fisik dan mentalnya.
Putri sama Thina diluar mbak. Buset kalo ikutan mah bisa trauma dia hahaha
Kalau dilihat dari foto-fotonya, ada pocong, kuntilanak dan di ruangan yang gelap, lumayan menyeramkan juga nih Mas.
Oh ternyata itu semacam promosi untuk film yang akan diputar ya…
Salam,
Betul pak, lumayan lah ada rasa mencekamnya sedikit.. hehehe
Tidak ada yang ditakutin didunia ini selain keluar duit, aku langsung ngakak wkwkwkkw
Apalagi di musim ini yak, ehem banget.
Nih film kok seperti yang salah satu terlaris waktu itu yak. Aku sih no ya kalau urusan film gini ha ha ha, dahlah baca ceritamu aja udah cukup seru. Apalagi kalian tuh adik kakak, super isengnya ke para talent. Jangan sering-sering yak, kasihan jadi terlihat tidak maksimal mereka ha ha ha.
Emang itu yang paling horor mbak hahahahaha.
Maafkan ya mbak, kami emang pada iseeeng. Semoga mereka gak baper dan beneran gentayangin kami semua hehehe
Eh.. ternyata ada juga di Pesona Square nih. ini dekat benar dari tempat tinggal saya di Depok. Tapi pasti hantunya pada kesalnya ya, kalau pengunjungnya kayak rombangan Mas Fajar semua. kokiya hantu diusilin dan dibikin keki. Di mana harga diri mereka sebagai hantu hahaha. Dan khusus buat rombongan anak-anak, harusnya didampingi orang tua atau orang dewasa. Dan endingnya saya justru terkezut, karena Mas Fajar and the gank malah dapat tiket nonton gratis. Ayik juga ya hehehe.
Hahahaha, maafin ya pak.. emang kita mah pada usil orangnya.
Bener, kalau anak2 memag seharusnya ada pendamping ya. kalau dibawah umur, agak ngeri takutnya nanti malah jai trauma seumur hidup
yang jenis lemah semangat… tak datang pun tak apa ni hehehe…
saya rasa filem ni bakal masuk bioskop malaysia juga tak lama lagi
Sepertinya yaa. Tapi ini gak terlalu besaar si promosinya.
Rumah mertuaku deket Plaza Pondok Gede, tapi aku baru tahu ada lorong kost kayak gini. Nggak serem yaa malah diajak ngobrol petugasnya, wkwkwk. Kaget juga karena suaranya yang tiba2 muncul samping telinga aja, bukan yang menyeramkan banget.
Tapi, tetep aja sih buat aku yang penakut liat gambarnya aja udah ciut. Pokoknya aku menghindari hal-hal kayak gini, haha.
Ini sebentar doang mbaak, nanti awal Juli juga udah ngilang lagi. Soalnya memang cuma buat promosi film aja si.
Wadidaw salah mampir daku, karena udah pas malam jumat eh malam pula eh malam 1 suro… Mana tadi pas blogwalking baca tentang mampir ke rumah syuting film horor pulaaa, deeuuh kenapa bisa aja pas gitu wkwkwk.
Kek nya, daku skip dulu dah mampir ke wahana ini, meski siang. Ya, setidaknya membiarkan pikiran lebih adem ahahah. Buat para yang demen uji nyali, selamat kalian punya tantangan baru nih, silakan ditaklukan, asiik
hahahaha, BW kali ini temanya horor berarti yaa.
Aku juga aslinya penakut mbak. Berhubung ramean aja ini, makanya aku berani.
ini sih bukan uji nyali, tapi wahana pelepas stress sekalian reunian keluarga :))) Hahahah…. Tp kira2 kl masuk sendirian bisa seheboh pas bertiga gak? *bertanya dengan lemah lelembut*
Aduh gausah ditaanya mbak. Sudah pasti daku gak berani lah.. *berkata dengan nada cool* wkwkwk
Aduh aduh anak siapa ituuu, ortunya ke mana kok dibiarin masuk wahana ini jadinya nangis gerung2 kaan huhu.
Owalah ini dalam rangka promo film ya wahananya?
Aku paling suka tu ke wahana hantu2an tapi emang asyiknya rame2 gitu siih, yang ada malah pepotoan, cekikikan, godain hantu hihihi.
Wkwkw mas2 setan jawanya merasa gagal menjalankan tugasnya, eh, tapi coba dicek dia manusia atau setan beneran tuuu =))
Anak nanggung mbak. Kayaknya pada ke mall juga berangkat sendiri aja, gak didampingi orang tua.
eh aku baru kepikiraaan, apa jangan2 mas jawa itu orang asli apa bukan yaaaa
ebusehh aku bacanya malem malem wkwkwkwk
pastinya kalau masuk sendirian ya emoh sih, mendingan kalau rame-rame
pernah dulu dikotaku kita coba rame-rame masuk, yang ada aku malah ketawa ngakak, tanganku ditarik tarik sama temenku
Selamat memnikmati jumpscare wkwkwk
Aku juga kalo sendirian ngeri mbak. Kalo rame-rame at least ada temen ketawanya lah yaa. Gak yang creepy creepy amat.
Ya Allah Allahuakbar… untung aku bukanya jam segini. nggak jadi tadi malem.. jadi tetep bisa tidur nyenyak.
btw ini yang kemarin sempet viral itu yaaa..
aku pernah juga diajakin suami dan adek-adeknya ke semacam ini.. dannn aku bagian nunggu di depan.. mana abis acara itu mereka diajakin keluar buat poto2
Hahaha, maafin ya mbak kalo bikin jumpscare wkwkwk
Nah itu mah enaak bisa foto2. Kalo aku mah kemaren gak bisa mbak, beneran udah cuma di dalem doang talentnya
Bisaaa banget ini teknik marketing filmnya yakkk. Beneran inovatif dan memancing orang untuk penasaran nonton film Lorong kost hahahhaa.
Bener sih mas, mari dukung perfilman Indonesia. Semoga kualitasnya makin meningkat terus.
Suasananya emang semencekam itu yaaa. Beneran di Deket pintu masuk banget? Yaampun terniat.
Trio ini kalau masuk area horor bukannya ketakutan malah makin kocak yaakkk. Btw daku sih kayaknya nggak mau masuk agak mengerikan takut kagak bisa tidur hahahaha.
Betul mbak, semoga aja kelak nanti makin naik kualitas film di Indonesia ya.
Suasananya lumayan serem, dan talentnya juga professional. Cuma kelakuan daku aja emang bikin talentnya nahan emosi wkwkwk
Fajar aku ngikiiikk berat ampe nangiss nih
kalian kocak bin koplaakkk
tapi jujur yaa, akoh takuuttt klo kudu ke tempat kek giniaannn *cemen
Hahahaha, maafkeun kelakuan kami semua yaaa
Seru amat wisata uji nyalinya, rame-rame bareng keluarga emang seruu sih daripada masuk sendirian. Hwaa..
Setannya udah keki duluan kayanya kena ledek berkali-kali, biar ngga tegang-tegang amat pas masuk di dalam emang paling pas diledekin sekalian. Mana ada kunti bogel lagi, tapi jangan salah efek soundnya paling kerasa sampai bikin telinga pengang sementara. Mungkin mau nunjukin meskipun kunti bogel aku punya kemampuan luar biasa lhoo! Makanya dia teriak pas depan telinga gitu. Haha
Aku kalo sendirian juga kayaknya gak bakal seberani itu sih, hahaha.
Aduh, ga pengen ngeluarin kata *kunti bogel* tapi malah dikeluarin juga wkwkwk
Hantunya pada kicep sih mendapatkan pengunjung modelan 3 kakak-beradik ini. Hahaha…
Ngapa pada nebak-nebak job desk talentnya dah. Hahaha
Hahahaha, bukan pada kicep si. Lebih ke pada kesel ajaaa
Aghhhhhhh tgl 6 aku blm sampe JKT . Padahal mauuuu bangetttt.
Itu foto2 hantunya lukisan yg dipajang di sana ya mas? Bukan hantunya yg bener kan yaa? Serem juga lukisannya. Aku bakal takut sih kalo ketemu yg begini.
Tapi memang aku suka sport jantung kalo konsepnya rumah hantu dengan talent begini . Yg dulu aku datangin, rumah hantu tp kami nya naik mobil, itu lebih ga serem Krn ga ketemu LGS. Aku kalo hantu2 gini sbnrnya banyak takutnya sih .
Iyaa mbak, semoga aja bukan hantu beneran ya.. wkwkwk. *kepikiran.
Ini beneran ketemu dan deket banget si, hadep2an. Makanya kalo yang jantungan gak disaranin, dan yang latah juga ga baek, soalnya takutnya reflek mukul talentnya.
wah sayangnya di sana nggak ada ibu kostnya ya mas, padahal itu yang paling banyak orang takutin kalau lagi ngekost, wkwkwk
hahahaha, yang ditakutin tiap akhir bulan ya mas… apalagi kalo pas gada duit
İh promosi film yang unik lho ini. Bisa jadi hiburan di wekeend ini. Dengan Htm 30k per kepala bisa rame rame kunjungan ke mas pocong hehe
Btw kapan launching film Lorong Kosnya nih? Baru dengar nama film nya
Kayaknya awal bulan Juli ini mbak. Agak kurang sebenarnya promosinya ya.
Harga tiketnya termasuk murah ya. Hantu pada serem-serem dah. Saya sendiri enggak takut, cuma ya itu, suka banget kagetan. Gak tahu sejak kapan suka sama kagetan ini, ehehe. Tapi, kalau ini bareng teman-teman yang koplak kaya teman mas, pasti lebih banyak ngakak ketimbang takut sih.
Segini memang itungannya murah sih mas. Kalo rame-ramean emang asik mas, asal jangan ketemu yang riweuh dan kagetan aja.Ntr yang ada kayak bocah di awal tulisan tadi. Padahal mah gak seserem itu kok
Orang pondok gede kayaknya adalah orang yang bingung. Bingung antara dia ikut bekasi atau jakarta. Area pondok gede berasa punya daerah sendiri dibandingkan daerah lainnya..wkwkwk
Orang yang ga takut emang ga perlu masuk ke wahana hantu atau semacamnya. Kalau dia masuk, yang ada dia malah cuma bilang “ouw, ternyata cuma begini” pas keluar wahana. Sambil pasang muka datar dan biasa aja…hahahaa
Kalo gasalah kan dulu pernah dibahas mas, pengen jadi area Jakarta Tenggara. Tapi sampe sekarang kagak jadi-jadi, hahaha
Saya kebetulan keroyokan aja mas ini pun. Kalo sendiri, walah.. gausah ditanya. Saya pasti merinding hahaha
Suer aku ga penasaran mas, ampun deh kalau disuruh masuk rumah hantu atau lorong kost seperti ini. Angkat bendera putih aku tuh, paling ga bisa, yang ada nanti aku ngejer jadinya
Makanya aku anti nonton film sejenis Lorong Kost
Hahahaha, cobain sesekali mbak. Biar tauuu
aku punya epilepsi berarti gaboleh masuk ya wkwk. ketakutanku sama dengan si kakaknya yaitu bantal guling haha. dari ceritanya kayaknya kurang serem malah kocak hehe. tapi kalo aku yg masuk kayaknya tetep ga sanggup, paling ga bisa sama yg beginian
Jangan dipaksain mas.. bahaya euy, apalagi kalo epilepsi.
Meskipun aku jatohnya kocak, tapi sebenernya memang suasana di dalem tuh cukup serem mas. jumpscare nya lumayan bikin bergidig