Hari itu masih gelap gulita. Sang surya saja sepertinya masih terkantuk-kantuk di ufuk timur. Tapi saya sudah berangkat menuju tempat kerja ayah saya di daerah Deltamas, Cikarang. Tempat tersebut bernama Yahata Fastener Indonesia. Sebuah perusahaan asal negeri sakura yang memproduksi screw, nuts, dan berbagai produk manufaktur lainnya. Disinilah Ayah saya membanting tulang, mengais rezeki untuk keluarga saya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

Tepat di pagi hari awal September itu, kami sekeluarga kompak berangkat menuju ke PT Yahata Fastener. Tentunya bukan untuk melakukan aksi demo, apalagi bakar-bakaran ban. Melainkan untuk mengikuti acaraΒ Family Gathering yang rutin diadakan tiap tahunnya oleh perusahaan. Pada tahun kemarin, kami menikmati serunya berpiknik bersama ke Taman Safari di Puncak Bogor.Β  Nah, tahun ini.. destinasi wisatanya adalah sekitaran Ancol, tepatnya adalah Seaworld dan Gelanggang Samudera.

Baju hitam : Bapake, Jaket merah : Farid, Baju Biru Dongker : Pak Gunawan

Sesampainya di PT. Yahata, nampak sudah ada 3 unit mobil bus berukuran besar sebagai sarana akomodasi family gathering kali ini. Dan seperti biasa, Ayah saya sebagai panitia pun langsung riweuh, pontang panting mengurus semua persiapan sebelum keberangkatan. Mulai dari logistik, susunan bangku, sticker di depan bis.. dan berbagai tetek bengek lainnya, sehingga membuatnya nampak begitu sibuk.

Sementara Ayah saya sedang sibuk, Saya dan adik saya yang bungsu, Farid Fakhrurozi, memutuskan untuk berkeliling sebentar mengitari area pabrik. Lagipula, meskipun kami datang lebih awal, tetap saja kami harus menunggu keluarga yang lain berkumpul terlebih dahulu. Biasa lah, kalo Indonesia kan jam karet.. alias ngaret πŸ˜€

Benar saja. Seharusnya kami semua sudah berangkat kurang dari pukul tujuh pagi. Namun karena keterlambatan sejumlah anggota dan logistik sarapan, akhirnya membuat kami semua ikut terlambat juga. Barulah pada pukul 7 lewat sekian puluh menit kami semua bisa berangkat beriringan meninggalkan area Pabrik.

Nah, sebelum jalan.. tak lupa Ayah saya menyempatkan berfoto bersama bos-bos jepangnya. Cekrekkk!! πŸ˜€

Bapake berfoto bersama Hatori-san, Yanagawa-san dan Buma-san

Tak disangka, ternyata jalanan hari ini lebih lancar dari yang saya perkirakan sebelumnya. Sepanjang perjalanan, hampir tidak ada kemacetan yang berarti. Ya kalaupun macet, masih di batas wajar, ngga yang sampai macet banget. Tol lingkar luar pun nampak begitu melompong, sehingga membuat bis kami leluasa berakselerasi dan menyalip satu persatu kendaraan.

Sekitar pukul 8.30, semua bis rombongan kami sudah berada di dalam area parkir Seaworld. Kami pun segera turun dari bis dan berjalan masuk ke area dalam. Seperti biasa, sambil berjalan ke dalam, saya dan adik saya lantas membuat berbagai iseng. Mulai dari foto bareng skala tinggi bocah, foto di samping patung yang unik, hingga foto bersama background lukisan-lukisan di dinding Seaworld.

Sebagai kakak beradik, kami berdua memang sering bercanda yang aneh-aneh. Ya, meskipun agak menjurus ke norak ya. Misalnya saja saat saya mencoba mesin minuman kaleng otomatis yang berada di depan Seaworld. Mendadak kami berdua malah ketagihan mencoba membeli minuman kaleng lagi, lagi dan lagi. Akhirnya mamake pun memarahi kami berdua πŸ˜€

 

Pukul 8.50, kami semua sudah berkumpul didepan pintu gerbang Seaworld. Nampak terlihat sejumlah petugas sedang berbaris dengan posisi sigap, sambil menanti instruksi dari atasannya yang berseragam hitam. Sejurus waktu kemudian mereka pun melakukan gerakan inspeksi kebersihan, mendengarkan lagu Indonesia Raya, lalu berdoa demi kelancaran tugas hari ini. Wah, ini dia nih ciri khas perusahaan Indonesia, setiap pagi wajib menyanyikan lagu Indonesia raya dongs. Nanti senin saya mau ikutan ah nyanyi Indonesia Raya pas buka Toko πŸ˜€

Oya, tak lupa juga ada maskot Seaworld yang menyambut kami semua. Kedua maskot berwarna biru muda itu bernama Sharky dan Stringray, yang mana merepresentasikan hewan Ikan Hiu dan Ikan Pari.

Konon, maskot ini dipilih karena kedua hewan tersebut merupakan hewan yang dilindungi oleh pemerintah. Dengan hadirnya Sharky dan Stringray ini diharapkan masyarakat tidak takut kepada hiu dan ikan pari, tetapi justu bisa menjadi lebih peduli akan populasinya yang semakin lama sedikit.

Begitu pintu gerbang dibuka, kami semua segera berbaris dan bergerak masuk menuju area dalam gedung Seaworld. Eitss.. sayangnya langkah saya kemudian terhenti tatkala petugas memeriksa isi tas saya. Ternyata, kita tidak diperkenankan untuk membawa makanan dan minuman saat akan memasuki Seaworld. Mungkin untuk jaga-jaga ya, takutnya ada pengunjung iseng yang memberi makan dan membuang sampah sembarangan.

Tenang saja, di samping pintu gerbang ada petugas penitipan yang siap siaga menampung barang-barang kita kok. Petugasnya sangat ramah, dan murah senyum. Pengunjung yang datang di perlakukan berbeda sesuai dengan jenis barang yang dititipkan. Jika barangnya berupa tas, maka akan diberikan kartu penitipan. Tapi kalau cuma minuman / makanan saja yang dititipkan, maka barang tersebut hanya akan ditempelkan sticker bertuliskan nama pemiliknya saja.

Begitu masuk ke dalam area aquarium, saya langsung tertegun. Ternyata ada cukup banyak ikan dan hewan-hewan laut yang langka dan cukup sulit untuk ditemukan di daerah indonesia.

Ikan yang pertama kali saya lihat adalah Arapaima. Ikan yang berasal dari amerika latin ini nampak begitu anggun. Gerakannya sangat lambat, sehingga membuatnya nampak sedang ‘bersikap dingin’ kepada orang-orang yang melihatnya. Ikan yang beberapa waktu lalu sempat bikin heboh netizen ini berukuran sangat besar, dengan panjang hingga 3 meter dan berat 200 kilogram. Tapi jangan coba-coba menangkap ikan ini ya, arena ikan ini bersifat predator dan cukup berbahaya untuk dipelihara.

Tak cuma ikan. ada juga beberapa hewan-hewan laut unik seperti bintang laut, gurita dan Kepiting Raja. Khusus nama yang saya sebutkan terakhir merupakan salah satu hewan yang membuat saya betah berlama-lama memperhatikannya. Berbeda dengan kepiting-kepiting lainnya yang biasanya berukuran mungil, kepiting yang satu ini berukuran sangat besar, hingga mencapai rentangan tangan kita.

Kalau di negeri tetangga Singapore sana, kepiting ini merupakan salah satu menu makanan yang sangat mewah lho. Satu porsinya bisa mencapai harga jutaan rupiah. Tapi duh.. Seriously kita harus makan kepiting seindah ini? Bukankah lebih indah jika kita bisa melihatnya hidup tentram di dalam laut sana? πŸ™‚

Oya, jangan lupakan juga hewan paling terkenal di lautan yang satu ini : Hiu Martil.

Hiu kepala martil, atau Hammerhead Shark ini sepertinya merupakan koleksi ikan terunik dan paling menarik perhatian di Seaworld Ancol. Hiu yang satu ini memang memiliki bentuk kepala yang unik, menonjol keluar sehingga nampak seperti menyerupai sebuah martil. Bentuk kepalanya yang aerodinamis ini membuatnya bisa berakselerasi dan bermanuver dengan cepat di air. Bergerak lurus kemudian berputar balik secara tiba-tiba. Saya pun sampai bengong.. terpana melihatnya.

Sebenarnya masih banyak lagi ikan-ikan unik yang ada di SeaWorld ini, tapi sepertinya akan terlalu panjang untuk diceritakan dalam bentuk kata-kata. Mending nanti kalian mampir sendiri aja yaakk πŸ˜€

Semakin jauh ke area dalam SeaWorld, maka kita akan menemukan suatu ruangan khusus yang berisikan spesimen atau hewan-hewan yang sudah diawetkan. Sebagian besar merupakan hewan-hewan yang sudah langka, seperti pari raksasa yang berukuran hingga 3 meter di atas.

Sisanya merupakan spesimen unik seperti ikan dari laut dalam, udang, sotong, kepiting raja, dan berbagai hewan unik lainnya. Tapi dari sekian banyak spesimen yang dipajang, yang paling menarik perhatian saya adalah Ikan Coecalanth, atau yang dijuluki sebagai Ikan Raja Laut.

Percaya atau tidak, Ikan Coecalanth merupakan ikan purba yang secara ajaib bisa bertahan sampai dengan hari ini. Kehadirannya di dunia ini bahkan diperkirakan lebih dulu dibandingkan dengan kemunculan dinosaurus. Bentuk sirip dan ‘kaki’ di bagiannya sangat menyiratkan identitasnya sebagai salah satu makhluk purba.

Daaan secara tidak sengaja, ikan purba ini ditemukan di perairan Indonesia, tepatnya di laut Sulawesi Utara. Keren ya!

Eits.. tiba-tiba speaker pengumuman berbunyi. Secara refleks saya pun segera bergerak menghampiri sumber suara tersebut.

Ternyata, tiba waktunya untuk feeding time, alias pemberian makan untuk ikan-ikan yang ada di Kolam raksasa ini. Proses pemberian makannya tidak dengan melempar makanan dari atas lho! Melainkan dibawakan langsung ke dalam air oleh para penyelam professional. Total ada 3 orang penyelam professional yang terjun sambil membawa karung makanan.

Beberapa detik kemudian, langsung saja ikan-ikan bergerumul, menghampiri para penyelam dan saling berebutan makanan. Ini lantas menjadi pemandangan yang sangat keren untuk ditonton. Ikan-ikan laut yang berukuran raksasa ini nampak sedang berdansa-dansa di depan mata kami. Para penyelamnya pun santai saja mengeluarkan sedikit-demi sedikit makanan yang mereka bawa.

Yang paling lucu adalah Ikan Pari, karena ketika ia menempel ke kaca. Bagian bawah tubuhnya nampak sedikit menyerupai wajah manusia. Saya jadi teringat salah satu video jadul yang pernah viral di kalangan anak muda. Video tersebut menceritakan seorang anak yang bandel dan dikutuk ibunya menjadi ikan pari. Tiap kali saya melihat video tersebut, saya langsung merinding.. dan minta ampun sama mamake.

Belakangan saya tau video tersebut ternyata hoax. Bagian bawah ikan pari ya memang seperti itu, ahahaha. Ada ada saja ya πŸ˜€

Dan sebagai penutup kunjungan kami ke SeaWorld ini, kami pun masuk ke dalam lorong yang ‘membelah’ aquarium raksasa ini. Begitu masuk ke dalam lorong ini, kami langsung bisa melihat dengan jelas ikan-ikan laut yang sedang berenang kesana kemari. Sensasinya ternyata seru sekali. Rasanya seperti berjalan di dalam laut, tapi ga perlu pakai alat selam, hehehe.

Kalian mungkin berfikiran ‘Duh, pasti pegel banget jalan desek-deskan kaya gitu‘. Eiitss..Β  tenang aja. Lantai lorong ini terbagi menjadi dua bagian kok. Bagian sebelah kiri adalah lantai biasa, kalau kalian ingin berfoto atau berjalan kaki. Sementara bagian kanannya, adalah ‘lantai berjalan’ yang bergerak secara perlahan membawa kita melewati lorong ini. Jadi tenang aja yaa.. Dijamin ga bakalan desek-desekan deh di dalam πŸ˜€

Saat sedang seru-serunya menikmati suasana di dalam lorong ini, tiba-tiba kami dikejutkan dengan sesosok pria yang berada di dalam aquarium. Ternyata, dia adalah salah satu peselam yang barusan beraksi memberi makan. Ia masih tetap berada di dalam aquarium ini selama 7 hingga 15 menit untuk berinteraksi dengan para pengunjung.

Mamake tentu saja langsung gercep, meminta saya agar difoto bersama sang penyelam tersebut. Duilee.. narsis ye mamake πŸ˜€

 

 


 

 

Puas berkunjung ke SeaWorld, ternyata perjalanan kami di Family Gathering kali ini belum selesai sama sekali. Masih ada satu destinasi lagi yang akan kami kunjungi, dan posisinya tidak jauh dari lokasi SeaWorld ini.

Yap… Selanjutnya kami akan berkunjung ke Gelanggang Samudera.

 

Etapi sabaaar yaa, hehehe. Berhubung tulisan kali ini sudah terlalu panjang, maka izinkan saya menyampaikan ceritanya di posting selanjutnya. Alias Part 2.

Ditunggu aja ya kelanjutan ceritanya.

 

 

Bekasi, 10 September 2018.
Ditulis sambil nyemilin chocochips dari Tokopedia