Tahun 2018 sepertinya menjadi tahun keemasan bagi ranah industri gaming di tanah air. Tahun ini, beberapa game berbasis online berhasil menarik minat masyarakat dan meledak-ledak di pasaran. Sebut saja beberapa game seperti Arena of Valor (AOV), Player Unkown’s Battlegrounds (PUBG), serta tentunya yang paling viral sekarang ini : Mobile Legends. Semuanya berhasil merebut perhatian masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan.

Sejumlah figur gamer baru pun mulai bermunculan dan menjadi sosok idola baru bagi anak-anak muda. Salah satunya adalah Jess No Limit, yang tidak hanya menjadi gamer professional, tetapi juga menjelma menjadi sosok panutan bagi generasi milenial. Lebih jauh lagi, game online pun kini mulai turut serta di Asian Games 2018 dalam cabang eSports. Meskipun statusnya masih olahraga yang dieksibisikan alias masih tahap demonstrasi, tetapi besar kemungkinan akan menjadi cabang baru di Asian Games 2022.

Itu artinya, akan lebih banyak lagi anak-anak muda yang doyan berlatih main game online dengan alasan : ‘Pengen mengharumkan nama tanah air’, ehehehe 😀

Fenomena booming-nya pasar gaming ini sepertinya tidak luput dari pandangan Gino Partuna, salah seorang sohib saya di TopCommunity Bekasi. Gino, saat ini sedang fokus menjalankan bisnisnya berjualan bantal unik dengan desain karakter-karakter game online. Tak disangka, ternyata progress penjualannya cukup pesat dan menjanjikan. Padahal, semuanya ia mulai hanya dengan modal nol besar, alias tanpa uang sama sekali.

Wow… gimana tuh ceritanya?

Jadi begini ceritanya….

Pada awalnya Gino bekerja di salah satu perusahaan developer games di daerah Jakarta. Ya mirip-mirip seperti Garena lah ya. Cuma bedanya kalau bisa Garena sukses dengan Mobile Legends nya, perusahaan tempat Gino bekerja justru gagal menghadirkan game yang booming di pasaran. Pada akhirnya perusahaan tersebut pun mulai goyah.. Tak tau arah dan tujuan.

Sadar bahwa ia sedang terombang ambing di dalam kapal yang hampir karam, ia pun memutuskan untuk angkat kaki dari perusahaan tersebut. Yap, pada tahun 2017 kemarin, Ia pun resign dan resmi menjalani profesi baru sebagai.. nganu, penggangguran.

Tidak mendapatkan asupan upah seperti biasanya, membuat Gino lantas berpikir keras bagaimana caranya untuk me-refill kembali pundi-pundi keuangannya yang sudah menipis. Kebetulan, di momen terakhir sebelum resign, Gino sedang fokus mengurusi berbagai merchandise perusahaan. Hal itulah menginspirasinya untuk menciptakan hal serupa.

Pada awalnya ia masih bingung, karena sesungguhnya pengalaman membangun bisnisnya selama ini masih nol besar. Ditambah lagi, keuangannya saat itu pun sepertinya tidaklah terlalu bagus. Namun, semangat untuk berubah dan kecintaannya terhadap dunia gaming pada akhirnya bisa membuatnya menembus seluruh keraguan itu.

Yap, dengan semangat yang berapi-api, Gino pun berusaha menciptakan berbagai produk menarik yang bisa dijual di pasaran. Dan setelah mencari beberapa opsi, akhirnya pilihannya pun jatuh kepada… Bantal Custom.

Wait, kenapa harus bantal? Kenapa ngga cangkir, gantungan kunci, atau mungkin kaos custom? Ternyata keputusan tersebut terjadi secara tidak sengaja. Pada awalnya Gino hanya ingin membuat bantal dengan desain karakter game untuk dirinya sendiri. Namun ketika dipamerkan ke teman-teman di kantornya, salah seorang temannya pun nyeletuk, ‘Wah bagus banget ini no! Kenapa ga lu coba jual aja?’..

Dan…. dari situlah, titik awal Gino memulai bisnis ini dengan nama.. Gonzucraft. 😀

Pada bulan Maret 2017, Gino pun mulai fokus menjajaki bisnis bantal kreatif ini. Dengan kemampuan desainnya yang luar biasa, ia pun sedikit demi sedikit mulai membuat koleksi desain bantal berdasarkan karakter game. Pada awalnya karakter yang ia jajaki adalah karakter-karakter dari game DOTA saja.

Namun, peruntungannya mulai berubah tatkala game Mobile Legends viral dan menjamur di kalangan anak muda. Saat itulah bantal-bantal karakter Mobile Legends laku keras di pasaran. Penjualannya benar-benar meroket, sampai membuat Gino sendiri kewalahan. Apalagi, waktu itu bantal karakter gaming seperti ini masih tergolong langka di pasaran Indonesia. Jadilah Gino ini sebagai seorang pelopor 😀

Sadar bahwa peluang bisnisnya cukup besar, maka ia pun terus fokus membangun kekuatan di sektor media pemasaran online. Salah satu media andalannya untuk berjualan adalah Instagram, dengan nama akun @Gonzucraft. Di akun instagram inilah, seluruh katalog desain ia simpan dengan begitu rapi. Para buyer bisa memesan bantal sesuai karakter favorit mereka, dengan tambahan nickname di bagian belakangnya.

Oh iya, keseriusan Gino untuk meningkatkan Brand Gonzucraft sepertinya tidak perlu diragukan lagi. Terbukti, Gonzucraft pun sudah beberapa kali di-endorse oleh berbagai tokoh influencer di ranah gaming. Mulai dari Professional Gamer, Selebram, hingga yang paling mantap : Jess No Limit. Waw.. Keren yak 😀

Diendorse Jess no limit, tepat beberapa hari sebelum ia mendapatkan award Digital Persona of The Year.

Selain berjualan di Instagram, Gino juga memasarkan buah tangannya melalui berbagai marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan Shopee. Banderol harga yang ia tawarkan pun tidak terlalu mahal. Untuk 1 pcs bantal karakter full print depan belakang, ia hanya mematok harga 90 ribu rupiah saja. Masih cukup terjangkau, untuk sebuah bantal karakter yang didesain oleh si empu tokonya langsung.

Sayangnya sampai saat ini Gonzucraft masih menggunakan metode penjualan made by order. Jadi sistemnya pre order gitu, dengan estimasi proses sekitar 2 – 3 hari. Tapi tenang aja, it’s worth the wait kok. Begitu bantalnya sudah ada di genggaman, Saya yakin kalian semua pasti ga akan kecewa, Serius…

Apalagi, ada satu fakta mengenai Gonzucrat yang membuat diri saya pribadi sampai terkagum-kagum. Fakta tersebut  adalah : Semua operasional Gonzucraft, dikerjakan oleh Gino seorang diri. Ya, semuanya!

Mulai dari bikin desain bantal, menguploadnya ke media online, menjawab chat yang masuk, hingga mengecek transfer yang masuk. Itu baru nerima ordernya ya. Begitu order sudah terkumpul, ia juga harus menghubungi vendor, mengatur desain sesuai pesanan, melakukan proses packing.. dan mengantarnya ke ekspedisi. Waw, Semua itu ia kerjakan seorang diri saja lho!

Sungguh, saya tak kuasa untuk mengangkat topi kepada teman saya yang satu ini. He is absoultely a Superman, dude!. Gino tak hanya membuktikan kepada saya bahwa ranah gaming bisa menjadi sektor bisnis yang menguntungkan. Ia juga membuktikan kepada dunia, bahwa kreativitas dan semangat untuk maju bisa menembus segala keterbatasan.

Kini, setelah sukses dengan bantal karakter, ia pun tidak mau berleha-leha begitu saja. Sepertinya bukan Gino namanya kalau tidak berinovasi, hehehe. Saat saya berkunjung ke rumahnya kala itu, Gino sedang sibuk mempersiapkan project terbarunya, yakni Kaos dan Mousepad DOTA 2. Sudah bisa dipesan sekarang melalui Instagram dan Marketplace dengan sistem pre order.

Nih penampakannya deh ya kalo kalian penasaran :

Ini pesanan yang sudah masuk.. banyak ya.

Di kunjungan saya ke rumah Gino hari itu, kami berdua banyak berdiskusi dan bertukar pikiran satu sama lain. Saya benar-benar puas, mendapatkan begitu banyak inspirasi dan pencerahan. Bagaimana progress Gonzucraft dalam setahun terakhir, serta bagaimana rencana Gino mempersiapkan masa depan, membuat saya kagum. Lebih dari itu, saya pun merasa senang, bisa berteman dengan orang-orang yang punya pikiran yang positif. Proud of You lah pokoknya 😀

Well, sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita menarik mengenai Gonzucraft ini. Tapi keterbatasan karakter wordpress serta didukung jari-jari yang mulai memerah sepertinya membuat saya harus membuat paragraf penutup lebih cepat.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan sebuah kata mutiara dari tokoh terkenal di dunia, Steve Jobs.

“The only ways to do great works is to love what you do. If you haven’t found it, keep looking. Don’t settle.”

Cintailah apa yang kamu kerjakan, maka kamu bisa menembus segala rintangan dan keterbatasan. Seperti yang dilakukan oleh Gino dan Gonzucraft. 🙂

For further information :
Instagram.com/gonzucraft
Tokopedia.com/gonzucraft
Shopee.co.id/gonzucraft
Bukalapak.com/gonzu

 

 

Bekasi, 28 Agustus 2018
Ditulis sambil mensruput Kopi Luwak yang ga bikin perih lambung.