Libur lebaran tahun ini, saya mendapatkan jatah cuti yang lumayan banyak. Kalender di kantor sudah saya tandai merah mulai dari H-3 hingga H+6 lebaran. Itu artinya tak kurang dari 9 hari saya bisa sedikit leluasa meninggalkan rutinitas dan menikmati kumpul keluarga di kampung halaman saya, Kuningan, Jawa Barat.

Alih-alih sepi, Kuningan di saat libur lebaran justru biasanya dipadati oleh wisatawan. Maklum saja, posisi kota Kuningan yang berada di kaki gunung Ciremai, membuatnya kaya akan tempat-tempat wisata yang instagrammable. Hingga akhirnya jalanan yang biasanya tidak terlalu ramai pun berubah menjadi macet di berbagai sudut.

Sadar akan kondisi tempat wisata yang sepertinya tidak manusiawi, saya dan keluarga pun memilih untuk tidak terlalu terburu-buru untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Ketimbang menghabiskan waktu di jalan raya yang macet, kami lebih memilih untuk berwisata kuliner ke salah satu restoran ramen terfavorit di kota ini, Kedai Ramen Saga.

Yap, restoran bergaya jepang ini sepertinya menjadi salah satu destinasi favorit muda-mudi di Kuningan. Setiap kali buka, Kedai Ramen Saga hampir-hampir tidak pernah sepi. Tak jarang, pengunjung pun harus rela mengantri dan berdesak-desakan untuk bisa memesan makanan disini.

Untungnya, lokasi rumah saya tidak terlalu jauh. Hanya menempuh waktu sekitar 10 menit, saya sekeluarga pun sudah tiba di restoran yang terletak di Maniskaler ini. Dan  sepertinya karena masih pagi, pengunjung pun nampaknya belum memadati tempat ini. Wah.. kebetulan sekali, kami pun tak ingin membuang waktu, segera menghadap pelayan dan membuka buku menu.

Sesuai dengan namanya, menu andalan restoran ini tentu saja adalah ramen. Disini, ada berbagai jenis dan variasi ramen yang bisa kita pesan. Misalnya, Vege-men (isi sayuran), Cheese-men (bertabur keju), Ce-men (isi ceker), Beef-men (isi daging sapi), dan masih banyak lagi.

Tapi tentu saja, menu favorit saja adalah… SPECIAL-MEN. alias ramen porsi jumbo dengan isi topping paling lengkap. Mulai dari bakso, sosis, crab, katsu, jamur, hingga kerang. Wah, puas deh pokoknya.

Oya, ramen disini juga tersedia di berbagai level yang bisa kalian request lho, mulai dari Level 1 hingga yang terpedas, level 5. Namun berhubung saya gak suka pedas, jadi saya pesan rasa original saja, hehehe. Maafkan hamba yang cupu 🙁

Kalau ngga mau pesan ramen, disini juga ada Shoji, Ishikari, atau Yamanaka. Yang mana model penyajiannya adalah self-cooking alias masak sendiri. Nantinya crab, sosis, jamur, dan berbagai campuran lainnya kita rebus sendiri di atas kompor mini yang disediakan. Nah, yang satu ini sih favoritnya Ayah saya 🙂

Untuk urusan harga, disini sih value for money-nya dapet banget. Rata-rata menu ramen disini cuma dihargai 17 hingga 25rb-an. Untuk menu shoji pun ga mahal-mahal amat, cuma di kisaran 20 – 40rb aja. Harga segitu sih, kayaknya ga berat-berat amat untuk muda-mudi masa kini.

Selesai memesan makanan, kami segera mencari posisi duduk yang tepat untuk enam lima orang. Posisi favorit kami biasanya di lantai dua, di bagian luar sebelah pojok dimana kami bisa melihat view Jalan raya Manislor. Walaupun agak berisik, tapi tetap nyaman untuk ngobrol karena anginnya yang sepoi-sepoi.

Dari ekspresinya ketauan deh siapa yang bayar :’)

Pelayanan disini termasuk cepat lho! Dalam kondisi pengunjung tidak terlalu ramai, rata-rata pesanan akan diantarkan dalam waktu kurang dari 5 menit. Bahkan, terkadang pesanan ramen disini datang lebih dulu, baru pesanan minumnya. Tapi itu kalo lagi sepi ya. Kalo lagi ramai, ya bersabar aja deh nungguinnya 🙂

Beruntung, kita disini di moment yang tepat. Jadi tak perlu menunggu lama, seluruh pesanan kami sudah berkumpul di atas meja. Yuhuuu…

Suegeerrr minumannya..

 

Sibuk nyeduh Shoji..

 

Ini nih pesanan saya, Special-men.. Lengkap banget kaaan

Yang saya idam-idamkan pun akhirnya hadir. Ramen Special-men yang berukuran jumbo itu kini tersaji di depan saya. Tanpa basa-basi, kami pun segera mengambil sumpit dan melahapnya dengan semangat. Hmm.. Meskipun harganya termasuk ekonomis, tapi rasanya tidak ada duanya lho. Kuah ramennya yang kental, berpadu dengan berbagai topping lengkap, membuatnya memiliki cita rasa unik tersendiri.

Bahkan kalau menurut saya, rasanya tidak kalah dengan restoran-restoran premium yang menawarkan menu serupa dengan harga lebih tinggi. Pantas saja, Kedai Ramen Saga ini tidak pernah sepi. Bahkan, dari semenjak makanan kami datang, pengunjung nampak sudah memenuhi antrian pemesanan. Luar biasa 🙂

Oya, terakhir.. sebelum pulang, jangan lupa untuk berfoto bersama dulu yaa. Di lantai bawah, ada satu spot photobooth yang bisa kita gunakan untuk foto bersama pasangan, atau keluarga. Yuk, keluarin posenyaaa..

Cekrek !

Kedai Ramen Saga :
Jl. Raya manislor, Jalaksana, Kuningan, Jawa Barat.
Telepon : (0232) 8617977